Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ridwan Kamil dan Erick Thohir Dinilai Layak Jadi Cawapres, Tapi...

T
Penulis: Tina Mamangkey❯
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Pemilih Ridwan Kamil (kanan) menghadiri acara Kuliah Umum Partai Golkar di Golkar Institute, Jakarta.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Pemilih Ridwan Kamil (kanan) menghadiri acara Kuliah Umum Partai Golkar di Golkar Institute, Jakarta.

GORONTALOPOST - Keputusan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk menunjuk Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto, menuai beragam reaksi dan memunculkan perdebatan. Banyak pihak yang menyampaikan keprihatinan mereka terhadap keputusan ini.


Advertisement

Salah satu kritik keras datang dari Imam Shamsi Ali, seorang ulama terkemuka asal Indonesia yang juga menjabat sebagai Presiden Nusantara Foundation. Imam Shamsi dengan tegas mengkritik pemilihan tersebut dan menyoroti alternatif yang ada.

Imam Shamsi Ali menyatakan, "Padahal, Prabowo memiliki banyak pilihan calon wakil presiden yang sangat berkualitas, seperti mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Kedua calon tersebut memiliki kemampuan komunikasi yang handal, kemampuan berbahasa asing, jaringan yang luas di dalam dan luar negeri, serta kedewasaan yang diperlukan."

Imam Shamsi Ali juga mencatat prestasi dan keunggulan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai wali kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, yang menjadikan namanya muncul dalam hasil survei calon presiden dan calon wakil presiden yang potensial. Namun, dia menggambarkan satu kekurangan Ridwan Kamil dengan tegas, "Kurangnya satu hal, dia bukan anak presiden."

Advertisement

Ketua Umum Partai Gerindra dan bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, memberikan tanggapan terhadap tuduhan bahwa pemilihan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres melanjutkan dinasti politik Jokowi. Prabowo mempertahankan keputusan tersebut dan menyatakan bahwa keluarga Presiden Joko Widodo juga berhak untuk berbakti kepada rakyat dan bangsa Indonesia.

Prabowo menjelaskan, "Kita adalah dinasti yang ingin berbakti kepada rakyat. Kalau dinasti Pak Jokowi ini berbakti kepada rakyat, apa yang salah?" Prabowo juga mengakui bahwa dirinya juga berasal dari keluarga politik, tetapi mereka berkomitmen untuk melayani bangsa dan negara.

"Saya juga merupakan bagian dari dinasti politik. Saya adalah anak Soemitro, cucu Margono Djojohadikusumo. Paman saya gugur untuk Republik Indonesia. Kita adalah dinasti merah putih. Kami adalah dinasti patriot," tegas Prabowo. (jpg)

Advertisement

Artikel Terkait

Golkar Bone Bolango Gelar Muscam dan Musdes, Pemkab Minta Aspirasi Warga Jadi Fokus Konsolidasi

Golkar Bone Bolango Gelar Muscam dan Musdes, Pemkab Minta Aspirasi Warga Jadi Fokus Konsolidasi

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango meminta momentum tersebut tidak hanya digunakan untuk membenahi kepengurusan partai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer