alexametrics
23.3 C
Gorontalo
Wednesday, January 19, 2022

Sungguh Tega! Ibu Ini Aniaya Anak Sendiri hingga Meninggal

GORONTALOPOST.ID – Kisah penganiayaan terhadap anak ternyata bukan saja dilakukan ibu tiri, sebagaimana banyak kisah yang sudah terjadi.

Dilansir dari Pojoksatu.id (jaringan Manado Post), di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, justru seorang ibu tega menganiaya anak kandungnya sendiri.

Ironisnya, bocah yang masih berusia enam tahun dan baru duduk di bangku kelas 1 SD itu akhinya meninggal dunia.

Di sekujur tubuhnya, polisi menemukan sejumlah luka memar.

Lebih ironis lagi, dari hasil pemeriksaan polisi, penganiayaan itu dilakukan ibu kandung hanya gegara anaknya kencing di celana.

Kanit Reskrim Polsek Sumberbaru, Aiptu Susanto mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban dianiaya ibu kandungnya berinisial RS sekitar seminggu lalu.

“Ibu kandung korban sudah kami periksa, sementara pengakuannya hanya dipukul dengan sapu. Pemukulan itu karena korban sering buang air di dalam celananya,” beber Susanto, Rabu (5/1/2021).

Akibat penganiayaan ibu kandung, sang anak kemudian mengalami memar di sejumlah bagian tubuhnya.

GORONTALOPOST.ID – Kisah penganiayaan terhadap anak ternyata bukan saja dilakukan ibu tiri, sebagaimana banyak kisah yang sudah terjadi.

Dilansir dari Pojoksatu.id (jaringan Manado Post), di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, justru seorang ibu tega menganiaya anak kandungnya sendiri.

Ironisnya, bocah yang masih berusia enam tahun dan baru duduk di bangku kelas 1 SD itu akhinya meninggal dunia.

Di sekujur tubuhnya, polisi menemukan sejumlah luka memar.

Lebih ironis lagi, dari hasil pemeriksaan polisi, penganiayaan itu dilakukan ibu kandung hanya gegara anaknya kencing di celana.

Kanit Reskrim Polsek Sumberbaru, Aiptu Susanto mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban dianiaya ibu kandungnya berinisial RS sekitar seminggu lalu.

“Ibu kandung korban sudah kami periksa, sementara pengakuannya hanya dipukul dengan sapu. Pemukulan itu karena korban sering buang air di dalam celananya,” beber Susanto, Rabu (5/1/2021).

Akibat penganiayaan ibu kandung, sang anak kemudian mengalami memar di sejumlah bagian tubuhnya.

Must read

More articles

Latest article