alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Tuesday, October 4, 2022

UPDATE SKIMMING BSG: Tersangka Bertambah, Polda Sulut Pengembangan Hingga ke Jakarta, Jateng, Bali

GORONTALOPOST.ID – Kasus skimming yang terjadi di Bank SulutGo masih terus didalami penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut. Tersangka pun terus bertambah.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut Kombes Pol Nasriadi, berdasarkan laporan hasil pelaksanaan tugas Penyidikan dugaan tindak pidana pencurian data nasabah/Skimming yang terjadi di beberapa Mesin ATM Bank SulutGo, telah dilakukan pengembangan terhadap para saksi dan tersangka Suharmoko, yang berperan membuat akun Indodax untuk mengalihkan uang hasil kejahatan skimming.

“Bahwa pada hari Selasa Penyidik melaksanakan tugas terkait Penyidikan dugaan tindak pidana pencurian data nasabah/Skimming yang terjadi di Mesin ATM Bank SulutGo dengan uraian kegiatan yang dilakukan di wilayah Jakarta, yaitu Melakukan koordinasi terkait pemeriksaan Labfor di Tipidciber Bareskrim Polsi dan penyerahaan barang bukti (BB), untuk pemeriksaan Labfor terhadap 2 buah Laptop dan 9 Handpnone di Kementerian Kominfo; selanjutnya Melakukan pemeriksaan Ahli dari Kominfo (1 orang Ahli) hingga melakukan Pemeriksaan di Indodax (2 orang saksi),” beber Kombes Nasriadi.

Diuraikan Dirsus Nasriadi, inti keteranganya saksi menduga ke-18 member/akun tersebut dikumpulkan dan didaftarkan oleh Suharmoko berdasarkan keterangan dari salah seorang member.

Terungkap pula bahwa jumlah deposit rupiah dari 18 member/akun sejak tanggal 30 Juni 2022 yaitu sebanyak Rp.2.928.540.000,00.

Setelah itu setiap akun melakukan trading atau pembelian asset digital berupa Bitcoin (BTC) kemudian dilakukan pengiriman ke Wallet diluar Indodax.

Sisa saldo rupiah dari 18 akun tersebut adalah Rp.20.000.000,00 dan berupa Asset Digital berupa Bitcoin (BTC) sebanyak 0,357999413.

Dibeberkan pula, pengiriman ke Wallet diluar Indodax tidak dapat diketahui kepada siapa penerimanya, namun hanya dapat diketahui alamat pengirimnya saja berupa kode transaksi Hash.

Lanjut Kombes Nasriadi, tim juga melakukan penyelidikan di Wilayah Jawa Tengah (Kendal). Di sana penyidik Melakukan pemeriksaan saksi pemilik KTP yang terdaftar sebagai member/akun Indodax (3 orang saksi yaitu MUHAMMAD JONI, AHMAD ZAENURI dan DARMANTO).

Terungkap, SUHARMOKO yang meminta untuk didaftarkan dalam member/akun indodax dan setiap saksi yang telah didaftarkan dalam member/akun Indodak, saksi menerima Rp.500.000,00. Sementara para saksi tidak mengetahui Indodax tersebut digunakan untuk apa.

Ketiga penyelidikan di Wilayah Bali. Tim Melakukan pemeriksaan saksi SUHARMOKO, AMD (selaku pengepul KTP) di Kantor BNN Provinsi Bali (Tersangka Kasus Narkoba).

Inti keteranganya, SUHARMOKO disuruh lelaki SAMIR AHMED AYASS Alias SAMIR (WNA Bulgaria) untuk mencari orang Indonesia sebanyak 40 orang yang akan didaftarkan sebagai member/akun di INDODAX.

Selanjutnya Suharmoko mendaftarkan 40 orang sebagai member Indodax, namun 7 orang/akunya error. Sehingga hanya 33 akun yang dapat didaftarkan dan SUHARMOKO alias MICKY menerima upah setiap orang (KTP) sebesar Rp1.500.000. kemudian SUHARMOKO memberikan kepada pemilik KTP sebesar Rp.500.000. Total yang diterima oleh SUHARMOKO sebanyak Rp.49.500.000,00.

Dijelaskan juga, SUHARMOKO menerima uang tersebut melalui SAMIR dan menurut SAMIR, uang tersebut didapatkan dari ALEX Alias ALI dan IVAN.

Menurut informasi, SAMIR disuruh oleh ALEX Alias ALI dan lelaki IVAN (nama panggilan di Indonesia). “Selanjutnya kami Melakukan koordinasi dan mengambil Putusan dari Tersangka MARTIN IVANOV STANICHEV di PN Denpasar Bali dan melakukan pengecekan yang diduga tempat atau lokasi dari MILTCHO TRAY MILTCHEV di Daerah Badung Kuta Utara Bali,” urainya lagi.

Lanjutnya, hasil yang dicapai dalam pelaksanaan tugas tersebut diatas adalah, BB sudah diproses di Labfor siber Kementerian Kominfo di Jakarta.

Bahwa keterangan Ahli Kominfo telah memenuhi unsur dalam UU ITE; Bahwa saksi pemilik akun membenarkan bahwa lelaki SUHARMOKO Alias MICKY yang mendaftarkan ke member/akun Indodax dengan menerima uang dari SUHARMOKO sebesar Rp.500.000,00.

Aliran dana hasil Skimming melalui Indodax telah dikirimkan ke Wallet diluar Indodax, sehingga pihak Indodax tidak mengetahui penerimanya siapa dapat diketahui alamat penerima, namun dalam kode transaksi Hash.

Saksi pemilik akun membenarkan SUHARMOKO yang mendaftarkan ke member/akun Indodax dengan menerima uang dari SUHARMOKO sebesar Rp300.000,00. Bahwa SUHARMOKO, AMD dan SAMIR, dapat ditetapkan sebagai Tersangka.

“Rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Subdit II Perbankan adalah Melakukan Tracing Asset yang dikirimkan ke Wallet dengan melakukan koordinasi kepada ASPAKRINDO (Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia); Melakukan penetapan tersangka kepada SUHARMOKO dan SAMIR; Melakukan pemberkasan untuk tahap 1 ke JPU,” pungkas Kombes Nasriadi.(gnr)

GORONTALOPOST.ID – Kasus skimming yang terjadi di Bank SulutGo masih terus didalami penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut. Tersangka pun terus bertambah.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut Kombes Pol Nasriadi, berdasarkan laporan hasil pelaksanaan tugas Penyidikan dugaan tindak pidana pencurian data nasabah/Skimming yang terjadi di beberapa Mesin ATM Bank SulutGo, telah dilakukan pengembangan terhadap para saksi dan tersangka Suharmoko, yang berperan membuat akun Indodax untuk mengalihkan uang hasil kejahatan skimming.

“Bahwa pada hari Selasa Penyidik melaksanakan tugas terkait Penyidikan dugaan tindak pidana pencurian data nasabah/Skimming yang terjadi di Mesin ATM Bank SulutGo dengan uraian kegiatan yang dilakukan di wilayah Jakarta, yaitu Melakukan koordinasi terkait pemeriksaan Labfor di Tipidciber Bareskrim Polsi dan penyerahaan barang bukti (BB), untuk pemeriksaan Labfor terhadap 2 buah Laptop dan 9 Handpnone di Kementerian Kominfo; selanjutnya Melakukan pemeriksaan Ahli dari Kominfo (1 orang Ahli) hingga melakukan Pemeriksaan di Indodax (2 orang saksi),” beber Kombes Nasriadi.

Diuraikan Dirsus Nasriadi, inti keteranganya saksi menduga ke-18 member/akun tersebut dikumpulkan dan didaftarkan oleh Suharmoko berdasarkan keterangan dari salah seorang member.

Terungkap pula bahwa jumlah deposit rupiah dari 18 member/akun sejak tanggal 30 Juni 2022 yaitu sebanyak Rp.2.928.540.000,00.

Setelah itu setiap akun melakukan trading atau pembelian asset digital berupa Bitcoin (BTC) kemudian dilakukan pengiriman ke Wallet diluar Indodax.

Sisa saldo rupiah dari 18 akun tersebut adalah Rp.20.000.000,00 dan berupa Asset Digital berupa Bitcoin (BTC) sebanyak 0,357999413.

Dibeberkan pula, pengiriman ke Wallet diluar Indodax tidak dapat diketahui kepada siapa penerimanya, namun hanya dapat diketahui alamat pengirimnya saja berupa kode transaksi Hash.

Lanjut Kombes Nasriadi, tim juga melakukan penyelidikan di Wilayah Jawa Tengah (Kendal). Di sana penyidik Melakukan pemeriksaan saksi pemilik KTP yang terdaftar sebagai member/akun Indodax (3 orang saksi yaitu MUHAMMAD JONI, AHMAD ZAENURI dan DARMANTO).

Terungkap, SUHARMOKO yang meminta untuk didaftarkan dalam member/akun indodax dan setiap saksi yang telah didaftarkan dalam member/akun Indodak, saksi menerima Rp.500.000,00. Sementara para saksi tidak mengetahui Indodax tersebut digunakan untuk apa.

Ketiga penyelidikan di Wilayah Bali. Tim Melakukan pemeriksaan saksi SUHARMOKO, AMD (selaku pengepul KTP) di Kantor BNN Provinsi Bali (Tersangka Kasus Narkoba).

Inti keteranganya, SUHARMOKO disuruh lelaki SAMIR AHMED AYASS Alias SAMIR (WNA Bulgaria) untuk mencari orang Indonesia sebanyak 40 orang yang akan didaftarkan sebagai member/akun di INDODAX.

Selanjutnya Suharmoko mendaftarkan 40 orang sebagai member Indodax, namun 7 orang/akunya error. Sehingga hanya 33 akun yang dapat didaftarkan dan SUHARMOKO alias MICKY menerima upah setiap orang (KTP) sebesar Rp1.500.000. kemudian SUHARMOKO memberikan kepada pemilik KTP sebesar Rp.500.000. Total yang diterima oleh SUHARMOKO sebanyak Rp.49.500.000,00.

Dijelaskan juga, SUHARMOKO menerima uang tersebut melalui SAMIR dan menurut SAMIR, uang tersebut didapatkan dari ALEX Alias ALI dan IVAN.

Menurut informasi, SAMIR disuruh oleh ALEX Alias ALI dan lelaki IVAN (nama panggilan di Indonesia). “Selanjutnya kami Melakukan koordinasi dan mengambil Putusan dari Tersangka MARTIN IVANOV STANICHEV di PN Denpasar Bali dan melakukan pengecekan yang diduga tempat atau lokasi dari MILTCHO TRAY MILTCHEV di Daerah Badung Kuta Utara Bali,” urainya lagi.

Lanjutnya, hasil yang dicapai dalam pelaksanaan tugas tersebut diatas adalah, BB sudah diproses di Labfor siber Kementerian Kominfo di Jakarta.

Bahwa keterangan Ahli Kominfo telah memenuhi unsur dalam UU ITE; Bahwa saksi pemilik akun membenarkan bahwa lelaki SUHARMOKO Alias MICKY yang mendaftarkan ke member/akun Indodax dengan menerima uang dari SUHARMOKO sebesar Rp.500.000,00.

Aliran dana hasil Skimming melalui Indodax telah dikirimkan ke Wallet diluar Indodax, sehingga pihak Indodax tidak mengetahui penerimanya siapa dapat diketahui alamat penerima, namun dalam kode transaksi Hash.

Saksi pemilik akun membenarkan SUHARMOKO yang mendaftarkan ke member/akun Indodax dengan menerima uang dari SUHARMOKO sebesar Rp300.000,00. Bahwa SUHARMOKO, AMD dan SAMIR, dapat ditetapkan sebagai Tersangka.

“Rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Subdit II Perbankan adalah Melakukan Tracing Asset yang dikirimkan ke Wallet dengan melakukan koordinasi kepada ASPAKRINDO (Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia); Melakukan penetapan tersangka kepada SUHARMOKO dan SAMIR; Melakukan pemberkasan untuk tahap 1 ke JPU,” pungkas Kombes Nasriadi.(gnr)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/