alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

ANAK BUAH KAPOLRI BERULAH? Disebut tak Tanggapi Pengaduan usai Anaknya Digorok

GORONTALOPOST.ID – Ujang Mimin, ayah Wiwin Sunengsih yang tewas digorok lehernya oleh pacarnya di Kabupaten Bandung Barat, menyesalkan polisi yang tak menanggapi pangaduan.

 

Padahal, pihak keluarga sudah membuat aduan ke Polsek Padalarang karena sudah ketakutan dengan kelakuan pelaku berinisial Mulyadi itu.

 

Menurutnya, seandainya polisi langsung memproses aduan pihak keluarga, peristiwa itu mungkin bisa saja tak terjadi.

 

“Seharusnya polisi dapat memproses pengaduan pihak keluarga agar dapat mengantisipasi peristiwa pembunuhan terhadap anak saya,” sesal Ujang Mimin, Selasa (10/5/2022) dikutip dari Pojoksatu.com.

 

Kendati demikian, Ujang menyatakan, pihak keluarga tetap tak terima dengan M yang telah menghabisi W. “Maunya pelaku harus dihukum setimpal,” tegasya. Meski berat, tapi keluarga mengikhlaskan kepergian W yang dig0rok pacarnya.

 

“Secara orang mati teh jalannya masing-masing. Ada yang sakit udah lama dan ada yang gak sakit meninggal juga. Itu macam-macam orang meninggal. Bapak sudah ikhlas sama takdir,” tuturnya pasrah.

 

Sebelumnya, Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan membenarkan adanya peristiwa wanita dig0rok pacar sampai nyaris putus.

Korban, adalah W, warga Kampung Gunung Bentang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

 

Imron menjelaskan, berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa itu dilatarbelakangi pelaku yang sakit hati kepada korban.

 

Perwira Polri dengan dua melati di pundak itu juga membenarkan bahwa korban tengah dalam keadaan hamil tiga bulan.

 

“Berdasarkan keterangan para saksi dan olah TKP, diduga pelaku ditolak nikah oleh korban hingga berujung penganiayaan, hingga korban tewas,” ungkap Imron kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

 

Imron menyatakan, korban saat itu ditemukan di depan rumahnya sudah dalam keadaan bersimbah darah sekitar pukul 10:00 WIB.

 

Selain luka sayatan di leher, pelaku juga menusuk korban beberapa kali di bagian perut.

 

“Korban mendapat luka berat di bagian leher dan perut. Diduga akibat sabetan senjata tajam yang dihunuskan pelaku beberapa kali,” paparnya.

 

Imron menambahkan, bahwa korban saat ditemukan masih dalam keadaan bernafas.

 

Karena itu, keluarga dan warga setempat langsung melarikan korban ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan intensif.

 

“Namun pada saat dibawa ke rumah sakit terdekat, Allah berkehendak lain. Kurang lebih jam 12 siang korban meninggal dunia,” katanya.

 

Dari penuturan para saksi, saat itu melihat pelaku langsung melarikan diri dengan membawa senjata tajam. “Saksi melihat pelaku berlari sambil membawa pisau belati. Kita sudah bentuk tim gabungan dalam pencarian pelaku,” tandasnya.(rif/pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID – Ujang Mimin, ayah Wiwin Sunengsih yang tewas digorok lehernya oleh pacarnya di Kabupaten Bandung Barat, menyesalkan polisi yang tak menanggapi pangaduan.

 

Padahal, pihak keluarga sudah membuat aduan ke Polsek Padalarang karena sudah ketakutan dengan kelakuan pelaku berinisial Mulyadi itu.

 

Menurutnya, seandainya polisi langsung memproses aduan pihak keluarga, peristiwa itu mungkin bisa saja tak terjadi.

 

“Seharusnya polisi dapat memproses pengaduan pihak keluarga agar dapat mengantisipasi peristiwa pembunuhan terhadap anak saya,” sesal Ujang Mimin, Selasa (10/5/2022) dikutip dari Pojoksatu.com.

 

Kendati demikian, Ujang menyatakan, pihak keluarga tetap tak terima dengan M yang telah menghabisi W. “Maunya pelaku harus dihukum setimpal,” tegasya. Meski berat, tapi keluarga mengikhlaskan kepergian W yang dig0rok pacarnya.

 

“Secara orang mati teh jalannya masing-masing. Ada yang sakit udah lama dan ada yang gak sakit meninggal juga. Itu macam-macam orang meninggal. Bapak sudah ikhlas sama takdir,” tuturnya pasrah.

 

Sebelumnya, Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan membenarkan adanya peristiwa wanita dig0rok pacar sampai nyaris putus.

Korban, adalah W, warga Kampung Gunung Bentang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

 

Imron menjelaskan, berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa itu dilatarbelakangi pelaku yang sakit hati kepada korban.

 

Perwira Polri dengan dua melati di pundak itu juga membenarkan bahwa korban tengah dalam keadaan hamil tiga bulan.

 

“Berdasarkan keterangan para saksi dan olah TKP, diduga pelaku ditolak nikah oleh korban hingga berujung penganiayaan, hingga korban tewas,” ungkap Imron kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

 

Imron menyatakan, korban saat itu ditemukan di depan rumahnya sudah dalam keadaan bersimbah darah sekitar pukul 10:00 WIB.

 

Selain luka sayatan di leher, pelaku juga menusuk korban beberapa kali di bagian perut.

 

“Korban mendapat luka berat di bagian leher dan perut. Diduga akibat sabetan senjata tajam yang dihunuskan pelaku beberapa kali,” paparnya.

 

Imron menambahkan, bahwa korban saat ditemukan masih dalam keadaan bernafas.

 

Karena itu, keluarga dan warga setempat langsung melarikan korban ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan intensif.

 

“Namun pada saat dibawa ke rumah sakit terdekat, Allah berkehendak lain. Kurang lebih jam 12 siang korban meninggal dunia,” katanya.

 

Dari penuturan para saksi, saat itu melihat pelaku langsung melarikan diri dengan membawa senjata tajam. “Saksi melihat pelaku berlari sambil membawa pisau belati. Kita sudah bentuk tim gabungan dalam pencarian pelaku,” tandasnya.(rif/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/