alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

Astaga! Gara-gara Miras, Siswa Bunuh Pamannya

GORONTALOPOST.CO.ID, GORONTALO – Gara-gara pengaruh minuman keras, seorang remaja 17 tahun yang tinggal di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo nekat membunuh pamannya sendiri dengan cara yang sadis.

Dari informasi yang dirangkum, korban diketahui bernama IN alias Ismet. Pria 37 tahun itu merupakan paman dari tersangka RL alias Mat (17).

Mat sendiri merupakan siswa kelas XII (dua belas), namun karena pandemi corona, Mat mencari sampingan untuk bekerja.

Kejadian bermula ketika Mat yang baru pulang dari tempat kerjanya di Jalan Bali pada pukul 21.30 WITA lanjut membersihkan kandang ayam di Kelurahan Wongkaditi. Usai membersihkan kandang ayam, Mat diajak minum minuman keras (Miras) oleh rekan-rekannya di salah satu lokasi.

Sekitar pukul 00.30 WITA, Mat kembali ke rumah dengan kondisi yang sudah dipengaruhi miras. Setiba di depan rumah, Mat bertemu dengan pamannya Ismet. Melihat Mat yang pulang larut malam, Ismet kemudian menegur Mat, bahkan Mat dimaki dan nyaris dipukul pamannya tersebut.

Setelah itu, Mat kemudian masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba sang Ibu dan Nenek, lantas memarahi Mat yang sudah dalam kondisi mabuk dengan kembali ke rumah larut malam.

Merasa kesal, Mat kemudian marah dan berencana untuk membalas perlakuan pamannya tersebut.

Kemudian pukul 01.30 WITA, Mat pergi ke dapur memanaskan minyak goreng untuk disiram ke tubuh Pamannya Ismet. Menunggu minyak mendidih, Mat mencari mencari pisau milik korban yang disimpan di lemari. Mendapat pisau tersebut, Mat menaruhnya di meja dekat tempat istirahat Ismet.

Mat kembali ke dapur untuk mengambil minyak goreng yang sudah mendidih itu dan kemudian pergi ke tempat Ismet dan langsung menyiramkannya.

Ismet yang saat itu sedang tidur, kaget luar biasa. Ismet masih sempat melakukan perlawanan.

Melihat Ismet yang masih melakukan perlawanan, Mat kemudian mengambil pisau yang sudah diletakan di atas meja, lalu menikamnya sebanyak dua kali dibagian perut.

Ismet jatuh ke lantai, namun Mat kemudian menusuk kembali pamannya tersebut sekali lagi dibagian perut.

Melihat ada keributan di dalam kamar, ayah tiri, ibu dan nenek Mat langsung masuk ke dalam kamar dan langsung melerai. Warga sekitar pun kaget dan langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian perkara.

Pisau yang digunakan Mat sempat diamankan, namun Mat masih merasa frustasi. Tiba-tiba, Mat mengarah ke lemari korban untuk mengambil pisau lainnya. Mat kemudian mengarah lagi ke tubuh korban yang sedang tergeletak. Satu kali tusukan dilayangkan Mat hingga mengenai bagian perut. Kemudian pisau tersebut dibuang.

Atas kejadian tersebut, paman tersangka meninggal dunia. Sementara pelaku langsung diamankan personil Polsek Kota Barat dan langsung di bawah ke Polsek Kota barat. Kapolsek Kota Barat Iptu La Ode Hone membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Kota Barat.

“Dari hasil visum yang dilakukan, terdapat lima tusukan di bagian perut,” ucapnya. (TR-01)

GORONTALOPOST.CO.ID, GORONTALO – Gara-gara pengaruh minuman keras, seorang remaja 17 tahun yang tinggal di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo nekat membunuh pamannya sendiri dengan cara yang sadis.

Dari informasi yang dirangkum, korban diketahui bernama IN alias Ismet. Pria 37 tahun itu merupakan paman dari tersangka RL alias Mat (17).

Mat sendiri merupakan siswa kelas XII (dua belas), namun karena pandemi corona, Mat mencari sampingan untuk bekerja.

Kejadian bermula ketika Mat yang baru pulang dari tempat kerjanya di Jalan Bali pada pukul 21.30 WITA lanjut membersihkan kandang ayam di Kelurahan Wongkaditi. Usai membersihkan kandang ayam, Mat diajak minum minuman keras (Miras) oleh rekan-rekannya di salah satu lokasi.

Sekitar pukul 00.30 WITA, Mat kembali ke rumah dengan kondisi yang sudah dipengaruhi miras. Setiba di depan rumah, Mat bertemu dengan pamannya Ismet. Melihat Mat yang pulang larut malam, Ismet kemudian menegur Mat, bahkan Mat dimaki dan nyaris dipukul pamannya tersebut.

Setelah itu, Mat kemudian masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba sang Ibu dan Nenek, lantas memarahi Mat yang sudah dalam kondisi mabuk dengan kembali ke rumah larut malam.

Merasa kesal, Mat kemudian marah dan berencana untuk membalas perlakuan pamannya tersebut.

Kemudian pukul 01.30 WITA, Mat pergi ke dapur memanaskan minyak goreng untuk disiram ke tubuh Pamannya Ismet. Menunggu minyak mendidih, Mat mencari mencari pisau milik korban yang disimpan di lemari. Mendapat pisau tersebut, Mat menaruhnya di meja dekat tempat istirahat Ismet.

Mat kembali ke dapur untuk mengambil minyak goreng yang sudah mendidih itu dan kemudian pergi ke tempat Ismet dan langsung menyiramkannya.

Ismet yang saat itu sedang tidur, kaget luar biasa. Ismet masih sempat melakukan perlawanan.

Melihat Ismet yang masih melakukan perlawanan, Mat kemudian mengambil pisau yang sudah diletakan di atas meja, lalu menikamnya sebanyak dua kali dibagian perut.

Ismet jatuh ke lantai, namun Mat kemudian menusuk kembali pamannya tersebut sekali lagi dibagian perut.

Melihat ada keributan di dalam kamar, ayah tiri, ibu dan nenek Mat langsung masuk ke dalam kamar dan langsung melerai. Warga sekitar pun kaget dan langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian perkara.

Pisau yang digunakan Mat sempat diamankan, namun Mat masih merasa frustasi. Tiba-tiba, Mat mengarah ke lemari korban untuk mengambil pisau lainnya. Mat kemudian mengarah lagi ke tubuh korban yang sedang tergeletak. Satu kali tusukan dilayangkan Mat hingga mengenai bagian perut. Kemudian pisau tersebut dibuang.

Atas kejadian tersebut, paman tersangka meninggal dunia. Sementara pelaku langsung diamankan personil Polsek Kota Barat dan langsung di bawah ke Polsek Kota barat. Kapolsek Kota Barat Iptu La Ode Hone membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Kota Barat.

“Dari hasil visum yang dilakukan, terdapat lima tusukan di bagian perut,” ucapnya. (TR-01)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/