alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Thursday, May 19, 2022

Kacau! Polisi vs Polisi Terjadi di Perbatasan Gorontalo-Bolsel

GORONTALOPOST.CO.ID – Kisruh yang terjadi di posko perbatasan Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Sulawesi Utara, Senin (17/5/2021) malam diduga didalangi oleh oknum anggota polisi. Dihimpun dari sejumlah sumber, kekacauan dimula dari sekelompok mahasiswa yang ingin melintasi perbatasan Gorontalo-Bolsel.

Namun karena adanya pemberlakuan larangan mudik sampai dengan tanggal 17 Mei. Mahasiswa ini diminta untuk menunggu di posko pengamanan perbatasan sampai pukul 00.01 WITA. Petugas perbatasan di Desa Moodulio, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango memperbolehkan mahasiswa ini lewat jika sudah melewati batas waktu larangan mudik.

Namun sekelompok mahasiswa ini diam diam untuk menerobos perbatasan yang dijaga oleh tim satgas penjagaan perbatasan. Kemudian dua personil Brimob Gorontalo yang bertugas melakukan pengamanan perbatasan hendak mengambil makanan di dekat Posko pengamanan perbatasan.

Saat di tempat untuk mengambil makanan kedua Anggota Brimob ini mendengar suara Danpos pengamanan perbatasan yang mengatakan bahwa sekelompok mahasiswa tersebut sudah tidak ada di lokasi perbatasan. Oleh kedua anggota Brimob yang sedang mengambil makanan melihat sekelompok mahasiswa tersebut sedang bersembunyi di rumah warga. Kedua anggota Brimob ini meminta mereka untuk kembali ke posko perbatasan.

Kemudian sekelompok mahasiswa itu pun menurut dengan pergi kembali ke Posko perbatasan, serta kedua Anggota Brimob ini melanjutkan untuk mengambil makanan dan kembali ke posko pengamanan perbatasan. Sesampainya di posko perbatasan sekelompok mahasiswa yang awal mulanya berjumlah 7 motor hanya ada 2 motor yang kembali ke posko pengamanan perbatasan.

Tidak berselang lama pemilik 5 motor yang sebelumnya kabur datang dan langsung membuat gaduh. Alih-alih ada dua anggota brimob yang mengejar mereka dan menjatuhkan motor mereka sehingga masyarakat langsung berkumpul dan membuat kericuhan. Karena banyak masyarakat yang sudah berkumpul di posko pengamanan, masalah ini kemudian di arahkan ke Polsek Bone Pantai untuk didalami.

Namun pada saat Anggota Brimob R.S akan memasuki mobil dan menuju ke Polsek Bone Pantai ada seorang oknum polisi berinisal GL alias Gian yang langsung memukul anggota Brimob R.S dari belakang dan diikuti oleh masyarakat yang ikut mengeroyok anggota Brimob R.S hingga bogem mentah mengenai tubuhnya.

Oknum polisi yang diduga bertugas di Polsek Bone Pantai itu merupakan kerabat dari salah satu mahasiswa yang menerobos perbatasan Gorontalo-Bolsel. Oknum Polisi juga yang mendalangi sampai masyarakat berkumpul dan melakukan aksi pemukulan terhadap anggota Brimob yang sedang melaksanakan tugas di perbatasan tersebut.

Masalah ini sampai sudah ditindaklanjuti oleh polres Bone Bolango, dan yang oknum Polisi Gian yang melakukan pemukulan dan mendalangi warga untuk melakukan pengeroyokan serta korban pengeroyokan R.S (anggota Brimob yang melaksanakan tugas dan menjadi korban pengeroyokan) sudah di bawa ke Polres Bone Bolango untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (zis/isw)

GORONTALOPOST.CO.ID – Kisruh yang terjadi di posko perbatasan Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Sulawesi Utara, Senin (17/5/2021) malam diduga didalangi oleh oknum anggota polisi. Dihimpun dari sejumlah sumber, kekacauan dimula dari sekelompok mahasiswa yang ingin melintasi perbatasan Gorontalo-Bolsel.

Namun karena adanya pemberlakuan larangan mudik sampai dengan tanggal 17 Mei. Mahasiswa ini diminta untuk menunggu di posko pengamanan perbatasan sampai pukul 00.01 WITA. Petugas perbatasan di Desa Moodulio, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango memperbolehkan mahasiswa ini lewat jika sudah melewati batas waktu larangan mudik.

Namun sekelompok mahasiswa ini diam diam untuk menerobos perbatasan yang dijaga oleh tim satgas penjagaan perbatasan. Kemudian dua personil Brimob Gorontalo yang bertugas melakukan pengamanan perbatasan hendak mengambil makanan di dekat Posko pengamanan perbatasan.

Saat di tempat untuk mengambil makanan kedua Anggota Brimob ini mendengar suara Danpos pengamanan perbatasan yang mengatakan bahwa sekelompok mahasiswa tersebut sudah tidak ada di lokasi perbatasan. Oleh kedua anggota Brimob yang sedang mengambil makanan melihat sekelompok mahasiswa tersebut sedang bersembunyi di rumah warga. Kedua anggota Brimob ini meminta mereka untuk kembali ke posko perbatasan.

Kemudian sekelompok mahasiswa itu pun menurut dengan pergi kembali ke Posko perbatasan, serta kedua Anggota Brimob ini melanjutkan untuk mengambil makanan dan kembali ke posko pengamanan perbatasan. Sesampainya di posko perbatasan sekelompok mahasiswa yang awal mulanya berjumlah 7 motor hanya ada 2 motor yang kembali ke posko pengamanan perbatasan.

Tidak berselang lama pemilik 5 motor yang sebelumnya kabur datang dan langsung membuat gaduh. Alih-alih ada dua anggota brimob yang mengejar mereka dan menjatuhkan motor mereka sehingga masyarakat langsung berkumpul dan membuat kericuhan. Karena banyak masyarakat yang sudah berkumpul di posko pengamanan, masalah ini kemudian di arahkan ke Polsek Bone Pantai untuk didalami.

Namun pada saat Anggota Brimob R.S akan memasuki mobil dan menuju ke Polsek Bone Pantai ada seorang oknum polisi berinisal GL alias Gian yang langsung memukul anggota Brimob R.S dari belakang dan diikuti oleh masyarakat yang ikut mengeroyok anggota Brimob R.S hingga bogem mentah mengenai tubuhnya.

Oknum polisi yang diduga bertugas di Polsek Bone Pantai itu merupakan kerabat dari salah satu mahasiswa yang menerobos perbatasan Gorontalo-Bolsel. Oknum Polisi juga yang mendalangi sampai masyarakat berkumpul dan melakukan aksi pemukulan terhadap anggota Brimob yang sedang melaksanakan tugas di perbatasan tersebut.

Masalah ini sampai sudah ditindaklanjuti oleh polres Bone Bolango, dan yang oknum Polisi Gian yang melakukan pemukulan dan mendalangi warga untuk melakukan pengeroyokan serta korban pengeroyokan R.S (anggota Brimob yang melaksanakan tugas dan menjadi korban pengeroyokan) sudah di bawa ke Polres Bone Bolango untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (zis/isw)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/