alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Tuesday, October 4, 2022

Kronologi Mahasiswa Unsrat Tewas Diduga Gantung Diri, Begini Kesaksian Petrus

GORONTALOPOST.ID – Mahasiswi Unsrat diduga gantung diri menghebohkan warga Bumi Nyiur Melambai, Selasa (23/8) siang tadi.

Kejadian ini terjadi di kelurahan Kleak, lingkungan VI, kecamatan Malalayang, kota Manado, di sebuah tempat kost empat lantai. Korban adalah Indah Tompodung, mahasiswi semester 5 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat, yang berasal dari Modoinding, Kabupaten Minsel.

Diceritakan pemilik kost Petrus Welong, kejadian ditemukannya Indah Tompodung sekira pukul 15.00. “Kejadian diketahui sekira jam 3 atau jam 4 sore,” kataya saat ditemui di depan tempat kost miliknya.

Menurutnya awal kejadian terjadi pukul 09.00 pagi tadi. “Kan tadi (pagi) saya duduk didepan sekira pukul 09.00. Lalu teman-teman dia (Indah) ada 5 orang datang untuk menjemputnya ke kampus. Terus saya suruh ke atas (kamar Indah). Setengah jam mereka turun, namun sudah tidak pamit ke saya,” terangnya.

Lanjut Petrus, dirinya tidak mengetahui kalau teman-teman Indah, belum ketemu dengannya pagi itu. Pasalnya kamar korban yang berada di lantai 3, berhadapan langsung dengan jalan raya dan berseberangan dengan Fakultas Peternakan Unsrat.

“Jadi saya kira sudah berangkat sama-sama dengan Indah. Ternyata tidak ketemu. Sebab kata mereka, ketika mereka mengetuk pintu kamar, tidak dibuka. Dan memang lampu dalam kamar menyala. Maka ketika mereka pergi, dengan anggapan bahwa Indah sudah pergi duluan ke kampus,” ungkapnya.

Kemudian selang sore hari, sekira pukul 15.00, dua orang teman Indah datang kembali ke kost. “Temannya yang tadi pagi, dua orang datang. Kata mereka sudah dari atas (kamar Indah), namun masih tidak dibukakan pintu. Mereka lalu hubungi saya melaporkan. Karena Indah tidak ketemu, di kamar juga terkunci dengan lampu menyala,” katanya menambahkan dirinya berinisiatif memanggil cucunya untuk membuka kamar menggunakan kunci cadangan.

“Saya panggil cucu saya untuk kasih kunci cadangan. Namun ketika mau dibuka dari luar, tidak bisa, karena ada kunci yang masih tertancap dari dalam,” ungkapnya.

Lalu dirinya menyuruh cucunya untuk mengambil obeng dan martil, agar dapat membuka ventilasi kamar. Dan ketika dilihat, posisi Indah sudah tersandar di pintu kamar dengan kaki sedikit tertekuk.

“Lalu saya bilang ke cucu saya, untuk ambil obeng dan martil, untuk buka ventilasi mengecek dalam kamar. Cucu saya buka, dia naik dari atas dan lihat posisi Indah sudah tersandar di pintu kamar. Dengan posisi kaki tertekuk,” ungkapnya.

Dari pengelihatan awal, bahwa Indah sudah dalam kondisi membiru. “Cucu saya bilang sudah biru. Tersandar di pintu dengan tali di leher. Maka saya bilang jangan disentuh lagi. Saya larang untuk masuk sambil menunggu pihak kepolisian,” katanya lagi.

Diketahui, Indah Tompodung belum sebulan menempati kamar kost tersebut. Pun dirinya diketahui masih belum banyak bergaul dengan penghuni kost lainnya, hanya sebatas bertegur sapa. Dan saat ini, jenazahnya sudah berada di RS Bhayangkara Manado.(reza abdillah)

GORONTALOPOST.ID – Mahasiswi Unsrat diduga gantung diri menghebohkan warga Bumi Nyiur Melambai, Selasa (23/8) siang tadi.

Kejadian ini terjadi di kelurahan Kleak, lingkungan VI, kecamatan Malalayang, kota Manado, di sebuah tempat kost empat lantai. Korban adalah Indah Tompodung, mahasiswi semester 5 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat, yang berasal dari Modoinding, Kabupaten Minsel.

Diceritakan pemilik kost Petrus Welong, kejadian ditemukannya Indah Tompodung sekira pukul 15.00. “Kejadian diketahui sekira jam 3 atau jam 4 sore,” kataya saat ditemui di depan tempat kost miliknya.

Menurutnya awal kejadian terjadi pukul 09.00 pagi tadi. “Kan tadi (pagi) saya duduk didepan sekira pukul 09.00. Lalu teman-teman dia (Indah) ada 5 orang datang untuk menjemputnya ke kampus. Terus saya suruh ke atas (kamar Indah). Setengah jam mereka turun, namun sudah tidak pamit ke saya,” terangnya.

Lanjut Petrus, dirinya tidak mengetahui kalau teman-teman Indah, belum ketemu dengannya pagi itu. Pasalnya kamar korban yang berada di lantai 3, berhadapan langsung dengan jalan raya dan berseberangan dengan Fakultas Peternakan Unsrat.

“Jadi saya kira sudah berangkat sama-sama dengan Indah. Ternyata tidak ketemu. Sebab kata mereka, ketika mereka mengetuk pintu kamar, tidak dibuka. Dan memang lampu dalam kamar menyala. Maka ketika mereka pergi, dengan anggapan bahwa Indah sudah pergi duluan ke kampus,” ungkapnya.

Kemudian selang sore hari, sekira pukul 15.00, dua orang teman Indah datang kembali ke kost. “Temannya yang tadi pagi, dua orang datang. Kata mereka sudah dari atas (kamar Indah), namun masih tidak dibukakan pintu. Mereka lalu hubungi saya melaporkan. Karena Indah tidak ketemu, di kamar juga terkunci dengan lampu menyala,” katanya menambahkan dirinya berinisiatif memanggil cucunya untuk membuka kamar menggunakan kunci cadangan.

“Saya panggil cucu saya untuk kasih kunci cadangan. Namun ketika mau dibuka dari luar, tidak bisa, karena ada kunci yang masih tertancap dari dalam,” ungkapnya.

Lalu dirinya menyuruh cucunya untuk mengambil obeng dan martil, agar dapat membuka ventilasi kamar. Dan ketika dilihat, posisi Indah sudah tersandar di pintu kamar dengan kaki sedikit tertekuk.

“Lalu saya bilang ke cucu saya, untuk ambil obeng dan martil, untuk buka ventilasi mengecek dalam kamar. Cucu saya buka, dia naik dari atas dan lihat posisi Indah sudah tersandar di pintu kamar. Dengan posisi kaki tertekuk,” ungkapnya.

Dari pengelihatan awal, bahwa Indah sudah dalam kondisi membiru. “Cucu saya bilang sudah biru. Tersandar di pintu dengan tali di leher. Maka saya bilang jangan disentuh lagi. Saya larang untuk masuk sambil menunggu pihak kepolisian,” katanya lagi.

Diketahui, Indah Tompodung belum sebulan menempati kamar kost tersebut. Pun dirinya diketahui masih belum banyak bergaul dengan penghuni kost lainnya, hanya sebatas bertegur sapa. Dan saat ini, jenazahnya sudah berada di RS Bhayangkara Manado.(reza abdillah)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/