24.5 C
Gorontalo
Sunday, November 27, 2022

SULUT BERDARAH! 8 Orang Tewas, Terbaru di Manado, Warga: Pak Kapolda, Tembak di Tempat Pelaku!

GORONTALOPOST.ID – Tragedi berdarah berupa pembunuhan masih terus menghantui masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Entah sampai kapan. Pihak-pihak terkait didesak mencari solusi untuk meminimalisir kejadian tersebut.

Pemerintah daerah, kepolisian dan elemen masyarakat lainnya harus duduk bersama. Memikirkan strategi agar kasus-kasus yang berujung menghilangkan nyawa warga bisa diakhiri. Siskamling bisa diaktifkan lagi. Warga yang sering ronda di masing-masing lingkungan sebaiknya difungsikan kembali.

Data dirangkum Manado Post, Agustus-September ada delapan warga tewas karena ditikam pelaku dengan senjata tajam, lihat grafis:

Rangkuman Kasus
Agustus-September:

1. Pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi di Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil, pada hari Selasa (2/8/2022) sekitar pukuk 02.00 Wita. Polisi mengamankan pelaku berinisial PT (20) warga Kecamatan Singkil. Pelaku merampas handphone dan menodongkan senjata tajam ke arah korban. Jari korban terluka.

2. Tim Resmob Satreskrim Polres Kotamobagu mengamankan dua orang pria terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di sekitar Taman Kota Kotamobagu, pada Senin (1/8/2022) malam. Berinisial AG (22), warga Kotamobagu Barat, dan YG (17), warga Bolmong. Punggung korban ditikam.

3. Resmob Polres Bitung mengamankan seorang remaja pria yang membawa senjata tajam di sekitar SMK Pelita Bahari Kota Bitung, pada Selasa (2/8/2022) siang. Berinisial IM (16), warga Girian, Bitung. Ditangkap di rumahnya, beberapa saat usai kejadian.

4. Tim Resmob Polres Kotamobagu mengamankan seorang pria berinisial KB (21) yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau badik di Taman Kota Kotamobagu. Inisial KB, Pemuda asal Bolaang Mongondow.

5. Dua pelaku penikaman yang menewaskan korbannya, menyerahkan diri ke Polsek Wanea beberapa saat usai kejadian, Selasa (23/8/2022) dini hari. Pelakunya BM (17) dan FS (17), warga Wanea. Korban Joseph Galela (28), warga asal Tolitoli, Sulawesi Tengah.

6. Tim Resmob Polresta Manado membekuk kawanan pembuat dan penjual sajam sekaligus menemukan lokasi pembuatannya, di Kelurahan Liwas, Paal Dua, Manado, Rabu (24/8/2022). 5 pria diamankan, berinisial VA (48), KA (18), FR (18), NA (14) dan MD (28).

7. Peristiwa pembunuhan terjadi di Desa Lipubogu Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolmut, Jumat (19/8/2022) pukul 05.00 Wita. Polisi mengamankan pelaku berinisial AD (30), bersama barang bukti sebuah senjata tajam jenis parang.

8. Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulut mengamankan terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Kleak, Malalayang, Manado, Selasa (30/8/2022) malam. Pelaku, pria berinsial SL (21).

9. Tiga remaja belasan tahun warga Bitung diamankan gabungan personel Polres Bitung dan Polsek Matuari. Mereka diduga membunuh Jose Josua Mahagati (19) di Kelurahan Girian Weru Satu, Girian, Selasa (30/8/2022) pukul 03.00. Berinisial LM (17), HT (16) dan EW (15).

10. Kasus penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia terjadi di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Senin (19/9/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.

11. Tim Resmob Polresta Manado mengamankan pelaku pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, beberapa saat usai kejadian pada Minggu (18/9/2022) malam.

12. Kasus pembunuhan terjadi di Kelurahan Paniki, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Minggu 25 September 2022.

*Sumber: Polda Sulut, Diolah Manado Post

Terbaru tadi malam kasus pembunuhan terjadi di tengah perayaan pengucapan syukur. Terungkap dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Paniki, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Minggu 25 September 2022.

Ternyata, AR alias Kedu sang pelaku pembunuhan yang menikam ponakannya sendiri dengan pisau taji ayam. Dari hasil penyidikan polisi, pelaku diduga sudah dalam kondisi dipengaruhi miras.

Tak dapat dimungkiri, salah satu penyebabnya, akibat pelaku maupun korban penikaman ada sama-sama telah dipengaruhi minuman keras. Tanpa basa-basi langsung menikam korbannya.

Masyarakat pun geram dan resah dengan rentetan kejahatan sadis tersebut. Warga Mulai menuntut ketegasan pihak kepolisian dalam menumpas kejahatan di Bumi Nyiur Melambai.

“Pak kapolda, tolong tembak di tempat saja para pelaku kriminal yang kedapatan membawa sajam. Jangan sampai mereka sudah melakukan pembunuhan atau penikaman, baru diberi tindakan tegas, sementara sudah ada korban meninggal,” desak sejumlah warga saat dimintai tanggapan oleh Manado Post, kemarin.

Pengamat hukum Sulut Toar Palilingan turut angkat bicara terkait kasus ini. Menurutnya kepolisian dapat melakukan tindakan tegas terukur, bagi setiap tindakan dan pelaku kejahatan yang mengancam nyawa.

“Bila mengancam nyawa aparat maupun orang lain, harus dilakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya saat dihubungi semalam.

Lanjut Palilingan, saat ini secara umum Sulut dalam kondisi aman dan nyaman. Namun dia menilai, kondisi di medsos yang membuat seakan tidak kondusif. “Secara umum di Sulut aman dan nyaman. Tapi di dunia maya terkesan tidak aman, karena berita-berita yang menyebar di blow up,” katanya. “Untuk penanganan kasus-kasus yang ada memang sudah menjadi tanggung polisi. Dan polisi sudah punya protap untuk itu,” tambahnya.

Tambah akademisi Fakultas Hukum Unsrat ini, meningkatnya angka kriminalitas di Sulut, tentu perlu dilihat dari berbagai aspek. “Terutama masalah yang masih berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan akibat situasi penganggulangan covid-19. Yang menimbulkan beragam masalah, terutama dibidang perekonomian maupun lapangan kerja. Namun kini berangsur-angsur mulai ada perubahan,” terangnya.

Mengantisipasi meningkatnya angka kriminalitas, kata Wakil Dekan III FH Unsrat ini, perlu dilakukan beberapa pendekatan. Baik melalui pendekatan represif, tegas dan terukur maupun pendekatan persuasif. “Terutama upaya pencegahan dalam rangka menekan angka kriminalitas yang ada. Untuk melakukan upaya pencegahan, pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama, perlu memberikan perhatian yang lebih kepada kalangan generasi muda setempat,” terangnya menambahkan terutama melalui kegiatan olahraga, seni serta pelibatan pemuda-pemuda pemberani.

“Untuk bagaimana menjaga keamanan setempat, agar mereka bertanggung jawab dan merasa dipercayakan untuk ambil bagian dalam menciptakan rasa aman di lingkungan masing-masing,” tegasnya lagi.

Palilingan juga menilai, kegiatan positif juga dapat berpengaruh signifikan. “Kegiatan-kegiatan olahraga di kelurahan dan desa, hampir tidak menjadi pemandangan seperti dulu-dulu lagi. Padahal untuk mengembangkan sikap persaudaraan melalui kegiatan bersama, sangat diperlukan. Jangan hanya olahraga prestasi yang mendapat perhatian, tapi olahraga masyarakat juga penting, agar masyarakat kita juga sehat-sehat. Baik fisik tubuhnya maupun pikirannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, kepolisian tetap rutin melakukan patroli kamtibmas.

Dirinya juga tak menampik, penyebab penikaman sesama warga biang keroknya adalah minuman keras.

“Kami akan terus meningkatkan patroli keamanan, razia sajam dan miras. Untuk pelaku semua diproses hukum. Kami harap masyarakat juga ikut membantu memberikan laporan jika ada gangguan kamtibmas di masing-masing wilayah,” pesannya.

Tak lupa dirinya mengimbau setiap keluarga untuk memberikan pembinaan sejak dini kepada anak-anak. “Agar supaya mereka selalu menghindari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.(gnr)

GORONTALOPOST.ID – Tragedi berdarah berupa pembunuhan masih terus menghantui masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Entah sampai kapan. Pihak-pihak terkait didesak mencari solusi untuk meminimalisir kejadian tersebut.

Pemerintah daerah, kepolisian dan elemen masyarakat lainnya harus duduk bersama. Memikirkan strategi agar kasus-kasus yang berujung menghilangkan nyawa warga bisa diakhiri. Siskamling bisa diaktifkan lagi. Warga yang sering ronda di masing-masing lingkungan sebaiknya difungsikan kembali.

Data dirangkum Manado Post, Agustus-September ada delapan warga tewas karena ditikam pelaku dengan senjata tajam, lihat grafis:

Rangkuman Kasus
Agustus-September:

1. Pencurian dengan kekerasan (curas) terjadi di Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil, pada hari Selasa (2/8/2022) sekitar pukuk 02.00 Wita. Polisi mengamankan pelaku berinisial PT (20) warga Kecamatan Singkil. Pelaku merampas handphone dan menodongkan senjata tajam ke arah korban. Jari korban terluka.

2. Tim Resmob Satreskrim Polres Kotamobagu mengamankan dua orang pria terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di sekitar Taman Kota Kotamobagu, pada Senin (1/8/2022) malam. Berinisial AG (22), warga Kotamobagu Barat, dan YG (17), warga Bolmong. Punggung korban ditikam.

3. Resmob Polres Bitung mengamankan seorang remaja pria yang membawa senjata tajam di sekitar SMK Pelita Bahari Kota Bitung, pada Selasa (2/8/2022) siang. Berinisial IM (16), warga Girian, Bitung. Ditangkap di rumahnya, beberapa saat usai kejadian.

4. Tim Resmob Polres Kotamobagu mengamankan seorang pria berinisial KB (21) yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau badik di Taman Kota Kotamobagu. Inisial KB, Pemuda asal Bolaang Mongondow.

5. Dua pelaku penikaman yang menewaskan korbannya, menyerahkan diri ke Polsek Wanea beberapa saat usai kejadian, Selasa (23/8/2022) dini hari. Pelakunya BM (17) dan FS (17), warga Wanea. Korban Joseph Galela (28), warga asal Tolitoli, Sulawesi Tengah.

6. Tim Resmob Polresta Manado membekuk kawanan pembuat dan penjual sajam sekaligus menemukan lokasi pembuatannya, di Kelurahan Liwas, Paal Dua, Manado, Rabu (24/8/2022). 5 pria diamankan, berinisial VA (48), KA (18), FR (18), NA (14) dan MD (28).

7. Peristiwa pembunuhan terjadi di Desa Lipubogu Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolmut, Jumat (19/8/2022) pukul 05.00 Wita. Polisi mengamankan pelaku berinisial AD (30), bersama barang bukti sebuah senjata tajam jenis parang.

8. Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulut mengamankan terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Kleak, Malalayang, Manado, Selasa (30/8/2022) malam. Pelaku, pria berinsial SL (21).

9. Tiga remaja belasan tahun warga Bitung diamankan gabungan personel Polres Bitung dan Polsek Matuari. Mereka diduga membunuh Jose Josua Mahagati (19) di Kelurahan Girian Weru Satu, Girian, Selasa (30/8/2022) pukul 03.00. Berinisial LM (17), HT (16) dan EW (15).

10. Kasus penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia terjadi di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Senin (19/9/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.

11. Tim Resmob Polresta Manado mengamankan pelaku pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, beberapa saat usai kejadian pada Minggu (18/9/2022) malam.

12. Kasus pembunuhan terjadi di Kelurahan Paniki, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Minggu 25 September 2022.

*Sumber: Polda Sulut, Diolah Manado Post

Terbaru tadi malam kasus pembunuhan terjadi di tengah perayaan pengucapan syukur. Terungkap dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Paniki, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Minggu 25 September 2022.

Ternyata, AR alias Kedu sang pelaku pembunuhan yang menikam ponakannya sendiri dengan pisau taji ayam. Dari hasil penyidikan polisi, pelaku diduga sudah dalam kondisi dipengaruhi miras.

Tak dapat dimungkiri, salah satu penyebabnya, akibat pelaku maupun korban penikaman ada sama-sama telah dipengaruhi minuman keras. Tanpa basa-basi langsung menikam korbannya.

Masyarakat pun geram dan resah dengan rentetan kejahatan sadis tersebut. Warga Mulai menuntut ketegasan pihak kepolisian dalam menumpas kejahatan di Bumi Nyiur Melambai.

“Pak kapolda, tolong tembak di tempat saja para pelaku kriminal yang kedapatan membawa sajam. Jangan sampai mereka sudah melakukan pembunuhan atau penikaman, baru diberi tindakan tegas, sementara sudah ada korban meninggal,” desak sejumlah warga saat dimintai tanggapan oleh Manado Post, kemarin.

Pengamat hukum Sulut Toar Palilingan turut angkat bicara terkait kasus ini. Menurutnya kepolisian dapat melakukan tindakan tegas terukur, bagi setiap tindakan dan pelaku kejahatan yang mengancam nyawa.

“Bila mengancam nyawa aparat maupun orang lain, harus dilakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya saat dihubungi semalam.

Lanjut Palilingan, saat ini secara umum Sulut dalam kondisi aman dan nyaman. Namun dia menilai, kondisi di medsos yang membuat seakan tidak kondusif. “Secara umum di Sulut aman dan nyaman. Tapi di dunia maya terkesan tidak aman, karena berita-berita yang menyebar di blow up,” katanya. “Untuk penanganan kasus-kasus yang ada memang sudah menjadi tanggung polisi. Dan polisi sudah punya protap untuk itu,” tambahnya.

Tambah akademisi Fakultas Hukum Unsrat ini, meningkatnya angka kriminalitas di Sulut, tentu perlu dilihat dari berbagai aspek. “Terutama masalah yang masih berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan akibat situasi penganggulangan covid-19. Yang menimbulkan beragam masalah, terutama dibidang perekonomian maupun lapangan kerja. Namun kini berangsur-angsur mulai ada perubahan,” terangnya.

Mengantisipasi meningkatnya angka kriminalitas, kata Wakil Dekan III FH Unsrat ini, perlu dilakukan beberapa pendekatan. Baik melalui pendekatan represif, tegas dan terukur maupun pendekatan persuasif. “Terutama upaya pencegahan dalam rangka menekan angka kriminalitas yang ada. Untuk melakukan upaya pencegahan, pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama, perlu memberikan perhatian yang lebih kepada kalangan generasi muda setempat,” terangnya menambahkan terutama melalui kegiatan olahraga, seni serta pelibatan pemuda-pemuda pemberani.

“Untuk bagaimana menjaga keamanan setempat, agar mereka bertanggung jawab dan merasa dipercayakan untuk ambil bagian dalam menciptakan rasa aman di lingkungan masing-masing,” tegasnya lagi.

Palilingan juga menilai, kegiatan positif juga dapat berpengaruh signifikan. “Kegiatan-kegiatan olahraga di kelurahan dan desa, hampir tidak menjadi pemandangan seperti dulu-dulu lagi. Padahal untuk mengembangkan sikap persaudaraan melalui kegiatan bersama, sangat diperlukan. Jangan hanya olahraga prestasi yang mendapat perhatian, tapi olahraga masyarakat juga penting, agar masyarakat kita juga sehat-sehat. Baik fisik tubuhnya maupun pikirannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, kepolisian tetap rutin melakukan patroli kamtibmas.

Dirinya juga tak menampik, penyebab penikaman sesama warga biang keroknya adalah minuman keras.

“Kami akan terus meningkatkan patroli keamanan, razia sajam dan miras. Untuk pelaku semua diproses hukum. Kami harap masyarakat juga ikut membantu memberikan laporan jika ada gangguan kamtibmas di masing-masing wilayah,” pesannya.

Tak lupa dirinya mengimbau setiap keluarga untuk memberikan pembinaan sejak dini kepada anak-anak. “Agar supaya mereka selalu menghindari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.(gnr)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/