Kisah Pilu Mantan Karyawan Google Usai Dipecat Secara Mendadak

0
103
Ilustrasi kantor Google (Istimewa)

GORONTALOPOST.ID – Google melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap karyawan beberapa waktu lalu. Jumlah karyawan yang dipecat sejauh ini dan telah dikonfirmasi oleh CEO Sundar Pichai mencapai lebih dari 12 ribu orang.

Meski sudah direncanakan jauh-jauh hari, belakangan terungkap bahwa banyak karyawan dipecat secara tiba-tiba atau mendadak. Seorang mantan karyawan YouTube, anak usaha Google, menjadi viral di TikTok setelah membagikan kisah tentang PHK yang dialaminya secara tiba-tiba, bahkan saat di tengah perjalanan bisnis.

Kimberly Díaz, mantan karyawan yang ditempatkan untuk pemasaran global yang berspesialisasi dalam pemasaran influencer di perusahaan induk Google adalah salah satu dari 12.000 karyawan Google yang di-PHK pada Jumat pekan lalu.

Dia bergabung dengan “paduan suara” mantan karyawan Google yang mengeluh tentang bagaimana raksasa teknologi itu menangani PHK, termasuk seorang wanita hamil delapan bulan yang seminggu lagi harus mendapat hak cuti melahirkan.

Kisah Díaz dibagikan di platform saingan YouTube, TikTok. Dilansir dari laman Entrepreneur, video yang dia bagikan namun telah dihapus dari TikTok telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.

Dalam serangkaian video TikTok, Díaz menceritakan apa yang terjadi sebelum dan sesudah Google melakukan PHK. Dia sedang dalam perjalanan bisnis ke Florida, makan malam dengan berbagai influencer dan pembuat konten YouTube.

Díaz mengatakan dia bahkan terhubung dengan CMO YouTube saat itu, yang memberi tahu dia betapa bersemangatnya dia tentang program Influencer YouTube (sekarang sudah tidak berfungsi).

Keesokan paginya dia bangun jam 6 pagi untuk mengerjakan presentasi tetapi menyadari dia tidak bisa masuk ke akun email perusahaannya. “Tapi untuk beberapa alasan, obrolan saya masih berfungsi. Saya pikir saya masuk sebelum mereka menutupnya karena masih terlalu dini,” kata Díaz.

Dirinya kemudian mengontak rekan kerja lainnya. “Jadi saya mengirim sms ke rekan saya, yang juga memimpin rapat, untuk mengatakan, ‘Hei, apakah Anda mengalami masalah dengan email Anda? Ini nomor telepon saya.’ Dan mungkin 10 menit kemudian, saya mendapat email tindak lanjut dari Google yang seperti, ‘Posisi Anda segera dihapus efektif,” katanya menjelaskan situasi saat pemecatannya yang tiba-tiba.

Díaz tidak memesan penerbangan dari bandara Fort Myers sampai pukul 6 sore malam itu, tetapi tanpa akses ke sistem perusahaan, dia tidak dapat mengubah penerbangannya. “Saya terkunci dari segalanya,” tutur Díaz sambil menangis.

Kisah lainnya juga dibagikan eks karyawan Google yang dipecat tiba-tiba. Dilansir via NDTV, seorang mantan karyawan Google telah mendokumentasikan saat dia mengetahui bahwa dia telah diberhentikan oleh raksasa teknologi itu.

Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube dan TikTok, Nicole Tsai, yang merupakan Manajer Program di Google, mengungkapkan bahwa dia mengetahui bahwa dia telah dipecat ketika dia terbangun oleh pesan teks “tidak menyenangkan” dari bosnya dan menemukan aksesnya ke perusahaan telah terputus.

“Saya bergegas ke bawah untuk mengetahui bahwa pada dasarnya saya telah kehilangan akses ke segalanya. Saya tidak bisa masuk ke email saya atau bahkan memeriksa kalender saya,” kata Ms Tsai dalam video YouTube berjudul ‘Hari dalam hidup saya diberhentikan di Google’.

“Saya menelepon bos saya kembali dan kami hanya menangis di telepon karena dia juga mengetahui tentang PHK saya untuk pertama kalinya hari ini juga,” tambahnya.

Mantan karyawan Google itu mengatakan bahwa dia menghabiskan sebagian besar harinya dengan menangis dan menelusuri LinkedIn untuk membaca tentang karyawan lain yang juga terkena dampak PHK di Google. Dia berkata bahwa dia mulai menerima telepon dari rekan kerjanya dan dia menemukan banyak pekerja lainnya juga dipecat.

“Saya pikir bagian terburuknya adalah sepertinya tidak ada yang diajak berkonsultasi tentang keputusan ini, dan semua orang baru mengetahui tentang PHK pada saat yang sama. Rasanya seperti permainan roulette Rusia yang sangat buruk,” kata Tsai dalam video.(Jawapos)