Kim Jong Un Berurai Air Mata, Memohon Perempuan Korut Punya Anak Lebih Banyak

GORONTALOPOST - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tampaknya tak dapat menahan tangisannya ketika mengimbau para ibu untuk menghentikan penurunan angka kelahiran di negaranya.
"Menghentikan penurunan angka kelahiran dan menyediakan pengasuhan dan pendidikan yang baik bagi anak-anak adalah urusan keluarga yang harus kita selesaikan bersama dengan para ibu," ungkap Kim Jong Un saat berpidato di Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang, seperti dilansir JawaPos.com dari Sky News pada Rabu (6/12).
Dalam momen emosional yang langka, Kim Jong Un terlihat mengusap air matanya dengan saputangan, menyoroti kepeduli mendalamnya terhadap masalah tersebut.
Para ahli percaya bahwa banyak keluarga baru di Korea Utara enggan memiliki lebih dari satu anak karena alasan keuangan, di mana membesarkan anak membutuhkan biaya yang tinggi.
Terkait statistik kelahiran, data yang akurat sulit dihimpun karena keterbatasan statistik yang diungkapkan oleh Korea Utara, yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia.
Meskipun demikian, pemerintah Korea Selatan melaporkan penurunan tingkat kesuburan di Korea Utara selama 10 tahun terakhir.
Seruan Kim Jong Un untuk meningkatkan jumlah kelahiran ini menjadi kontras dengan program pengendalian kelahiran yang diperkenalkan oleh Korea Utara pada tahun 1970-an dan 80-an untuk mengatasi pertumbuhan populasi pasca-perang.
Meski demikian, media pemerintah Korea Utara melaporkan berbagai keuntungan bagi keluarga dengan tiga anak atau lebih, termasuk peraturan perumahan gratis, subsidi negara, makanan gratis, obat-obatan, dan barang-barang rumah tangga, beserta tunjangan pendidikan untuk anak-anak.
Namun, pada pertengahan tahun 1990-an, kelaparan diyakini telah menyebabkan penurunan tajam tingkat kesuburan, dengan laporan dari Hyundai Research Institute yang berbasis di Seoul menyebutkan bahwa ratusan ribu orang diperkirakan tewas akibat kelaparan.
Menurut Ahn Kyung-su, kepala DPRKHealth.org, banyak keluarga di Korea Utara saat ini tidak berniat memiliki lebih dari satu anak karena menyadari kebutuhan biaya tinggi untuk membesarkan, menyekolahkan, dan membantu anak-anak mendapatkan pekerjaan.
Perkiraan Badan Statistik Korea Selatan menyebutkan jumlah penduduk Korea Utara saat ini mencapai 25,7 juta jiwa.
Sementara itu, laporan Hyundai memprediksi bahwa populasi negara tersebut kemungkinan akan menyusut menjadi 23,7 juta pada tahun 2070. (jpg)
