Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WHO Ungkap Ada Lima Varian Covid-19 yang Mendominasi

T
Penulis: Tina Mamangkey❯
Ilustrasi logo WHO (cuneyt / Fotolia.com)
Ilustrasi logo WHO (cuneyt / Fotolia.com)

GORONTALOPOST - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa empat Variants Of Interest (VOI) dan lima Variants Under Monitoring (VUM) telah mendominasi sebagai varian SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di seluruh dunia.


Advertisement

Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, dalam sebuah konferensi di Jakarta pada hari Minggu.

"Dengan adanya informasi ini, kita dapat memahami seberapa signifikan penyebaran berbagai varian atau subvarian di negara kita, serta mengamati perkembangannya dari waktu ke waktu," ujarnya.

Menurut laporan terbaru WHO Covid-19 Epidemiological Update yang dirilis pada 24 November 2023, WHO secara aktif memantau berbagai varian yang saat ini menyebar luas.

Advertisement

Varian tersebut mencakup empat VOI, yaitu XBB.1.5, XBB.1.16, EG.5, dan BA.2.86, serta lima VUM, yaitu DV.7, XBB, XBB.1.9.1, XBB.1.9.2, dan XBB.2.3.

Dalam penjelasan resmi WHO, Variants Of Interest (VOI) adalah varian Covid-19 yang memiliki perubahan genetik yang dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Pengaruhnya melibatkan tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, dan kemampuan untuk menghindari diagnosis.

Advertisement

WHO juga menyatakan bahwa VOI dapat menjadi penyebab penularan Covid-19 antar komunitas atau dapat menyebabkan munculnya klaster Covid-19.

Sementara itu, Variants Under Monitoring (VUM) adalah varian yang diawasi karena penyebarannya yang luas dan memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah kasus Covid-19 di beberapa negara.

Tjandra, yang juga merupakan pakar Pulmonologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa Pemerintah Singapura mengonfirmasi bahwa lebih dari 60 persen kasus di wilayah tersebut disebabkan oleh virus Covid-19 jenis JN.1, yang merupakan bagian dari varian BA.2.86.

"Singapura melaporkan bahwa lebih dari 70 persen kasus Covid-19 pada akhir November 2023 disebabkan oleh varian EG.5 dengan sub-lineage HK.3," tambahnya.

Singapura kembali menghadapi peningkatan kasus COVID-19 sebesar 75 persen, mencapai 56.043 kasus antara 3 hingga 9 Desember 2023, dibandingkan dengan 32.035 kasus pada pekan sebelumnya.

Tjandra juga menyebutkan bahwa Varian BA.2.86 telah menyebar ke 46 negara, dan gambaran klinisnya tidak berbeda secara signifikan dengan varian yang telah ada sebelumnya.

Sementara itu, varian EG.5 dilaporkan menjadi yang paling umum dengan penyebaran di 89 negara di seluruh dunia, mencakup 51,6 persen dari sekuen genom yang telah dikirimkan ke GISAID. (jpg)

Advertisement
Editor : Tina Mamangkey

Artikel Terkait

Gorontalo Perkuat Kolaborasi Nasional Lewat Seminar Ilmiah Gastroenterologi dan Hepatologi

Gorontalo Perkuat Kolaborasi Nasional Lewat Seminar Ilmiah Gastroenterologi dan Hepatologi

Melalui penyelenggaraan PGI Outreach 3 di Gorontalo, diharapkan terbangun jejaring kolaborasi yang semakin kuat antara organisasi profesi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer