
GORONTALOPOST- Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa Moskow menunggu langkah konkret dari Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang telah berjanji untuk bekerja keras menyelesaikan konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
"Kami akan menunggu usulan mereka. Kami selalu menekankan bahwa politikus yang mendukung perdamaian daripada perang pantas mendapat perhatian.
Namun, hingga kini, kami belum tahu apa yang akan mereka usulkan," ujar Lavrov dalam konferensi pers usai menghadiri Forum Internasional Sir Bani Yas ke-15 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (15/11).
Lavrov juga menanggapi laporan media terkait ketidakpuasan Tiongkok atas kerja sama Rusia dengan Korea Utara. Ia menegaskan bahwa hubungan Rusia-Tiongkok tetap kokoh dan tidak terganggu oleh kerja sama tersebut.
"Tidak mungkin memecah belah Rusia dan Tiongkok. Kami belum menerima pesan apa pun yang mempermasalahkan hubungan kami dengan Republik Rakyat Demokratik Korea," tegas Lavrov, merujuk pada nama resmi Korea Utara.
Lebih lanjut, Lavrov menjelaskan bahwa Rusia dan Tiongkok secara rutin mengadakan konsultasi untuk mengoordinasikan respons terhadap isu-isu yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Semenanjung Korea.
Menurut Lavrov, negara-negara Barat cenderung menginginkan penyelesaian sebagian konflik Ukraina hanya sebagai langkah strategis untuk membangun koalisi melawan Tiongkok. Hal ini mencerminkan dinamika geopolitik yang terus memanas di berbagai kawasan.
Dengan pernyataan ini, Rusia tampaknya bersiap menghadapi perubahan kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan baru Donald Trump.



