GORONTALOPOST -Suasana berbeda tampak di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Minggu pagi. Ratusan warga memadati lokasi pasar murah Ramadhan yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Di tengah antrean yang tertib, terlihat Gusnar Ismail turun langsung melayani masyarakat yang datang menebus bahan pokok bersubsidi.
Kehadiran orang nomor satu di Gorontalo itu bukan sekadar simbolis. Ia menyapa warga, menyerahkan paket bahan pangan, sekaligus memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan lancar. Menurutnya, kegiatan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
“Pemerintah berharap pasar murah Ramadhan ini menjadi berkah bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di bulan puasa. Kegiatan ini untuk membantu meringankan beban warga melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Gusnar.
Dalam pasar murah tersebut, tujuh komoditas utama disediakan dengan harga subsidi. Masyarakat cukup menebus seluruh paket seharga Rp95.000 dari harga normal Rp247.750. Artinya, terdapat subsidi sebesar Rp152.750 atau setara 62 persen.
Adapun komoditas yang disiapkan meliputi beras lima kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000 per liter, cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10.000 per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10.000 per kilogram, telur Rp10.000 per 10 butir, serta ayam potong Rp20.000 per ekor. Harga tersebut jauh di bawah pasaran dan disambut antusias oleh warga.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah bersama DPRD tetap berkomitmen menghadirkan program ini. Di lokasi tersebut, sekitar seribu warga dilayani menggunakan sistem kupon guna memastikan pembagian berjalan tertib dan merata. Pemerintah juga menyiapkan penambahan stok selama persediaan masih mencukupi.
Bagi Gusnar, pasar murah bukan sekadar agenda rutin, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Pemantauan terhadap ketersediaan pangan pun terus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga,” tegasnya.
Ia juga mengimbau warga agar tetap disiplin, tertib, dan mengikuti mekanisme antrean yang telah diatur. Dengan demikian, seluruh masyarakat yang berhak dapat terlayani secara adil dan merata.
Pasar murah Ramadhan ini pun menjadi oase di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa membawa harapan, meringankan beban, dan mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.(antara)
Editor : Nur Fadilah