Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Enak Tapi Berisiko, Makanan Dibakar Mengandung Zat Pemicu Kanker

N
Penulis: Nur Fadilah❯

 


Advertisement

ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik
ilustrasi Hati-Hati! Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasannya / freepik

GORONTALOPOST
-Makanan yang dibakar memang menggoda selera. Aroma asap yang khas dan cita rasa gurih membuat sajian seperti sate, ikan bakar, hingga ayam panggang menjadi favorit banyak orang.

Namun di balik kenikmatannya, ada risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah potensi memicu kanker. Lho, kok bisa?

Proses Pembakaran dan Zat Berbahaya

Advertisement

Saat makanan dibakar, terutama daging merah atau unggas, suhu tinggi menyebabkan lemak menetes ke bara api.

Proses ini menghasilkan asap yang mengandung senyawa kimia berbahaya seperti polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH). Asap ini kemudian menempel pada permukaan makanan yang dibakar.

Tak hanya itu, proses pembakaran juga dapat menghasilkan heterosiklik amina (HCA), senyawa yang terbentuk saat asam amino, gula, dan kreatin dalam daging bereaksi akibat suhu tinggi.

Advertisement

Baik PAH maupun HCA diketahui bersifat karsinogenik, yaitu dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Penelitian yang Mendukung

Badan penelitian kanker internasional (IARC), bagian dari WHO, mengklasifikasikan PAH dan HCA sebagai zat yang mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang dimasak dengan suhu sangat tinggi, termasuk dibakar, dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, pankreas, dan prostat.

Bukan Berarti Harus Pantang

Meski terdengar menakutkan, bukan berarti Anda harus langsung menghindari semua makanan yang dibakar. Yang perlu dilakukan adalah mengurangi frekuensinya dan memperhatikan cara memasaknya. Berikut beberapa tips aman:

Gunakan api kecil hingga sedang untuk menghindari gosong berlebih.
Balik makanan secara rutin agar tidak terbakar pada satu sisi.


Gunakan bumbu marinasi seperti bawang putih, lemon, atau cuka yang terbukti dapat mengurangi pembentukan HCA.


Hindari bagian yang gosong karena bagian ini mengandung konsentrasi zat berbahaya tertinggi.


Lengkapi dengan sayuran, karena serat dan antioksidan dalam sayuran membantu tubuh menangkal efek negatif dari zat karsinogenik.

Bijak Menikmati, Sehat Tetap Terjaga

Makanan bakar bukan musuh, tapi cara kita mengolah dan mengonsumsinya yang perlu diperhatikan.

Sesekali menikmati sate atau ikan bakar tentu tak jadi masalah, asalkan tetap seimbang dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.(jpg)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Delapan Mahasiswa Poltekkes Gorontalo Menimba Pengalaman di BPBD, Belajar Menyelamatkan Kesehatan Ko

Delapan Mahasiswa Poltekkes Gorontalo Menimba Pengalaman di BPBD, Belajar Menyelamatkan Kesehatan Ko

Bukan hanya memahami teori di bangku perkuliahan, para mahasiswa juga diajak mengenali bahwa penanganan bencana

Data Desa Jadi Sorotan, Bone Bolango Siapkan Strategi Besar Tekan Kasus AIDS, TBC   dan Malaria

Data Desa Jadi Sorotan, Bone Bolango Siapkan Strategi Besar Tekan Kasus AIDS, TBC dan Malaria

berbagai organisasi perangkat daerah mengambil peran masing-masing. Dinas Kesehatan menangani deteksi dini, pengobatan dan edukasi,

Ubi Jalar dan Lemak Sehat Jadi Kombinasi Terbaik untuk Tubuh

Ubi Jalar dan Lemak Sehat Jadi Kombinasi Terbaik untuk Tubuh

Selain direbus dan dikukus, ubi jalar juga tetap lezat dinikmati dalam berbagai olahan lain seperti dipanggang, dihaluskan menjadi mashed sw

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer