Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Cuma Soal Selera, Ini Dampak Makanan Dingin dan Panas bagi Kesehatan

N
Penulis: Nur Fadilah❯

 


Advertisement

Macam-macam makanan yang biasa dikonsumsi dingin (Dok. Freepik)
Macam-macam makanan yang biasa dikonsumsi dingin (Dok. Freepik)

GORONTALOPOST
- Dalam dunia kuliner, perdebatan ini seolah tak ada habisnya: kamu tim makanan dingin atau makanan panas? Dari salad segar hingga sup hangat, setiap pilihan punya penggemarnya masing-masing.

Tapi, tahukah kamu bahwa suhu makanan ternyata juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh?

Yuk, simak perbedaan manfaat kesehatan dari makanan panas dan dingin. Siapa tahu setelah ini, kamu jadi berpikir dua kali sebelum menolak semangkuk soto atau sepiring sashimi!

Advertisement

Tim Makanan Dingin: Segar, Ringan, dan Kaya Nutrisi

Makanan dingin seperti salad, buah potong, yogurt, hingga sushi memang menggoda saat cuaca panas. Selain menyegarkan, makanan-makanan ini juga punya sejumlah manfaat kesehatan:

1. Kandungan Nutrisi Lebih Terjaga
Sayuran mentah yang tidak dimasak cenderung mempertahankan lebih banyak vitamin dan enzim alami. Misalnya, vitamin C yang mudah rusak saat dimasak tetap utuh dalam salad segar.

Advertisement

2. Membantu Menurunkan Berat Badan
Makanan dingin cenderung lebih ringan dan rendah kalori. Contohnya, semangkuk salad dengan dressing rendah lemak bisa menjadi pilihan tepat untuk kamu yang sedang diet.

3. Mendukung Pencernaan Sehat
Yogurt dingin yang mengandung probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Namun, makanan dingin bisa kurang cocok untuk orang dengan masalah pencernaan atau yang sedang flu, karena tubuh harus bekerja ekstra untuk “menghangatkannya”.

Tim Makanan Panas: Nyaman, Menenangkan, dan Lebih Mudah Dicerna

Siapa yang bisa menolak sepiring nasi goreng panas atau semangkuk bubur ayam di pagi hari? Makanan panas juga tak kalah unggul dari segi manfaat:

1. Lebih Mudah Dicerna
Proses pemanasan membuat makanan jadi lebih lunak dan mudah dicerna, terutama untuk orang yang punya gangguan lambung.

2. Meningkatkan Rasa dan Aroma
Panas memicu pelepasan aroma makanan yang menggoda. Tak heran makanan panas terasa lebih “mengenyangkan” secara psikologis.

3.Membantu Sistem Imun
Sup ayam panas saat flu bukan mitos. Makanan hangat bisa membantu meredakan gejala pilek dan menjaga tubuh tetap hangat.

Tapi, perlu hati-hati juga. Makanan yang terlalu panas bisa merusak lapisan mulut atau tenggorokan, dan jika dikonsumsi dalam suhu ekstrem secara rutin, bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada yang benar-benar lebih baik semua tergantung kebutuhan tubuh, kondisi kesehatan, dan situasi. Kombinasikan keduanya dalam pola makan seimbang: salad segar sebagai pembuka, lalu sup hangat sebagai makanan utama misalnya.

Kunci utamanya tetap satu: pilih bahan makanan sehat dan jaga porsi makanmu!(jpg)

Advertisement

Artikel Terkait

Delapan Mahasiswa Poltekkes Gorontalo Menimba Pengalaman di BPBD, Belajar Menyelamatkan Kesehatan Ko

Delapan Mahasiswa Poltekkes Gorontalo Menimba Pengalaman di BPBD, Belajar Menyelamatkan Kesehatan Ko

Bukan hanya memahami teori di bangku perkuliahan, para mahasiswa juga diajak mengenali bahwa penanganan bencana

Data Desa Jadi Sorotan, Bone Bolango Siapkan Strategi Besar Tekan Kasus AIDS, TBC   dan Malaria

Data Desa Jadi Sorotan, Bone Bolango Siapkan Strategi Besar Tekan Kasus AIDS, TBC dan Malaria

berbagai organisasi perangkat daerah mengambil peran masing-masing. Dinas Kesehatan menangani deteksi dini, pengobatan dan edukasi,

Ubi Jalar dan Lemak Sehat Jadi Kombinasi Terbaik untuk Tubuh

Ubi Jalar dan Lemak Sehat Jadi Kombinasi Terbaik untuk Tubuh

Selain direbus dan dikukus, ubi jalar juga tetap lezat dinikmati dalam berbagai olahan lain seperti dipanggang, dihaluskan menjadi mashed sw

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer