Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cepat atau Lambat Dicerna, Ini Jenis Makanan yang Perlu Anda Tahu

N
Penulis: Nur Fadilah❯

 


Advertisement

Ilustrasi makanan. (Anh Nguyen/Unsplash)
Ilustrasi makanan. (Anh Nguyen/Unsplash)

GORONTALOPOST
-Tahukah Anda bahwa tidak semua makanan dicerna tubuh dengan kecepatan yang sama? Ada makanan yang cepat diolah menjadi energi, namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Mengetahui perbedaan ini dapat membantu Anda mengatur pola makan agar lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh, aktivitas harian, bahkan program diet yang sedang dijalani.

Makanan yang Cepat Dicerna: Energi Instan, Tapi Tidak Bertahan Lama Makanan yang cepat dicerna biasanya mengandung karbohidrat sederhana dan sedikit serat.

Advertisement

Makanan ini mudah diolah oleh sistem pencernaan dan cepat memberikan energi, namun juga membuat kadar gula darah melonjak dan turun dengan cepat. Akibatnya, Anda mungkin merasa lapar lagi dalam waktu singkat.

Contoh makanan cepat dicerna:

* **Roti putih**
* **Nasi putih**
* **Sereal manis**
* **Buah-buahan tertentu seperti semangka dan pisang matang**
* **Permen dan makanan tinggi gula**
* **Minuman manis atau soda**

Advertisement

Cocok dikonsumsi:
Sebelum olahraga atau saat membutuhkan energi cepat. Namun, sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama untuk sarapan atau makan utama karena kurang memberi rasa kenyang tahan lama.

**Makanan yang Lambat Dicerna: Tahan Lama, Tapi Butuh Waktu**

Sebaliknya, makanan yang lambat dicerna umumnya mengandung serat tinggi, protein, dan lemak sehat. Makanan ini memberi rasa kenyang lebih lama, menjaga kestabilan gula darah, serta mendukung metabolisme yang sehat.

Contoh makanan lambat dicerna:

* **Oatmeal dan biji-bijian utuh (whole grain)**
* **Sayur-sayuran berserat tinggi seperti brokoli, wortel, dan bayam**
* **Kacang-kacangan dan lentil**
* **Protein hewani seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak**
* **Alpukat, keju, dan yogurt rendah gula**

Cocok dikonsumsi:
Saat sarapan atau makan siang untuk menjaga energi tetap stabil hingga waktu makan berikutnya. Juga baik untuk mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau menjaga kadar gula darah.

 **Tips Mengombinasikan Keduanya dengan Cerdas**

Menggabungkan makanan cepat dan lambat dicerna dalam satu menu bisa jadi strategi cerdas. Misalnya, tambahkan irisan pisang (cepat dicerna) ke dalam semangkuk oatmeal (lambat dicerna).

Atau konsumsi roti gandum dengan telur dan alpukat. Dengan begitu, tubuh Anda mendapatkan energi cepat sekaligus rasa kenyang yang bertahan lama.

Pencernaan bukan hanya soal bagaimana tubuh mengolah makanan, tetapi juga tentang bagaimana makanan tersebut memengaruhi energi, suasana hati, dan kesehatan jangka panjang.

Jadi, kenali makanan yang Anda konsumsi dan sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda. Jangan hanya kenyang, tapi juga pintar memilih.(jpg)

 

Advertisement
Editor : Nur Fadilah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer