Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai Kanker Hati, Penyakit Mematikan yang Sering Terlambat Diketahui

N
Penulis: Nur Fadilah❯

Ilustrasi orang menderita kanker hati. (Freepik)
Ilustrasi orang menderita kanker hati. (Freepik)

GORONTALOPOST
-Kanker hati adalah jenis kanker yang menyerang organ hati, salah satu organ vital yang berfungsi menetralisir racun, memproduksi empedu, dan mengatur metabolisme tubuh.


Advertisement

Kanker ini sering kali muncul secara diam-diam, dan baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut, membuatnya menjadi salah satu kanker paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia.

Jenis kanker hati yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler (HCC), yang biasanya berkembang dari sel-sel hati itu sendiri. Selain itu, kanker juga bisa menyebar ke hati dari organ lain, seperti usus besar, payudara, atau paru-paru, yang disebut kanker hati metastatik.

Faktor Risiko: Siapa yang Rentan?

Advertisement

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hati, di antaranya:

Infeksi hepatitis B atau C kronis
Virus hepatitis sangat berperan dalam kerusakan jangka panjang pada hati, yang berujung pada sirosis dan kanker.

Konsumsi alkohol berlebihan
Alkohol dapat merusak hati secara perlahan dan memicu sirosis.

Advertisement

Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD)
Sering terjadi pada penderita obesitas dan diabetes tipe 2.

Paparan aflatoksin
Racun ini berasal dari jamur pada makanan yang disimpan tidak higienis, terutama di daerah tropis.

Riwayat keluarga dan genetik
Faktor keturunan juga memainkan peran penting.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kanker hati stadium awal jarang menunjukkan gejala. Namun, jika sudah berkembang, gejala yang muncul bisa mencakup:

* Nyeri perut di sisi kanan atas
* Penurunan berat badan drastis tanpa sebab
* Kehilangan nafsu makan
* Mual dan muntah
* Kulit dan mata menguning (jaundice)
* Perut membengkak akibat penumpukan cairan (ascites)
* Kelelahan yang berkepanjangan

Jika mengalami gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Terobosan Pengobatan Modern

Kemajuan teknologi medis membawa harapan baru bagi penderita kanker hati. Beberapa metode pengobatan terkini antara lain:

1. Terapi Target (Targeted Therapy)
Obat-obatan seperti sorafenib atau lenvatinib menyerang molekul spesifik yang memicu pertumbuhan kanker tanpa merusak sel sehat secara signifikan.

2. Imunoterapi
Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker. Obat seperti nivolumab dan atezolizumab kini menjadi harapan baru dalam terapi kanker hati.

3. Ablasi Radiofrekuensi (RFA)
Prosedur minimal invasif yang menggunakan panas untuk menghancurkan jaringan kanker.

4. Transplantasi Hati
Pilihan ideal bagi penderita kanker hati yang tidak menyebar luas dan memenuhi kriteria medis tertentu.

5. Kemoembolisasi (TACE)
Terapi lokal yang menyuntikkan kemoterapi langsung ke pembuluh darah yang memberi makan tumor, lalu menyumbatnya agar sel kanker mati.

Pentingnya Deteksi Dini

Peluang kesembuhan kanker hati meningkat drastis bila didiagnosis sejak awal. Oleh karena itu, bagi orang yang berisiko tinggi terutama pengidap hepatitis kronis dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin seperti:

* Tes darah (penanda AFP)
* USG hati setiap 6 bulan
* MRI atau CT Scan bila diperlukan

Kanker hati adalah penyakit yang berbahaya, namun bisa dilawan dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Menjaga gaya hidup sehat, menghindari alkohol, menjalani vaksinasi hepatitis B, serta kontrol rutin bagi penderita hepatitis adalah langkah kunci dalam pencegahan.(jpg)

 

Advertisement
Editor : Nur Fadilah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer