GORONTALOPOST- Jeroan seperti hati, usus, paru, ampela, dan ginjal telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara. Rasanya yang khas, teksturnya yang unik, serta harganya yang relatif terjangkau menjadikannya favorit di berbagai kalangan.
Namun, di balik kelezatannya, jeroan menyimpan cerita gizi yang kompleks: ada manfaat, ada risiko, dan tentu saja, ada cara aman untuk menikmatinya.
✅ Manfaat Konsumsi Jeroan
Meski sering dipandang sebelah mata, jeroan sebenarnya memiliki sejumlah kandungan gizi yang bermanfaat:
• Sumber protein hewani: Membantu pembentukan otot dan jaringan tubuh.
• Kaya zat besi: Terutama hati, yang baik untuk mencegah anemia.
• Mengandung vitamin B12 dan A: Penting untuk fungsi saraf dan kesehatan mata.
• Fosfor dan selenium: Mendukung metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.
Dalam jumlah yang wajar, jeroan bisa menjadi pelengkap nutrisi yang baik, terutama bagi mereka yang membutuhkan asupan zat besi tinggi.
⚠️ Risiko Kesehatan dari Jeroan
Sayangnya, jeroan juga memiliki sisi gelap jika dikonsumsi berlebihan:
• Tinggi kolesterol: Dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
• Kandungan purin tinggi: Memicu asam urat, terutama pada penderita gout.
• Potensi kontaminasi: Jika tidak diolah dengan baik, bisa membawa bakteri atau parasit.
• Beban kerja ginjal dan hati: Terlalu sering mengonsumsi jeroan bisa memperberat kerja organ tubuh.
Risiko ini makin besar jika jeroan dikonsumsi dalam jumlah besar, digoreng, atau dimasak dengan santan dan lemak berlebih.
????️ Tips Aman Mengonsumsi Jeroan
Agar tetap bisa menikmati jeroan tanpa khawatir, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
• Batasi frekuensi konsumsi: Idealnya 1–2 kali seminggu dalam porsi kecil.
• Pilih jeroan segar dan bersih: Hindari yang berbau menyengat atau berlendir.
• Olah dengan cara sehat: Rebus, kukus, atau tumis ringan lebih baik daripada digoreng.
• Kombinasikan dengan sayuran: Untuk menyeimbangkan asupan lemak dan kolesterol.
• Hindari bagi penderita penyakit tertentu: Seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau asam urat.
Jeroan bukan musuh, tapi juga bukan makanan yang bisa dikonsumsi sembarangan. Dengan pemahaman yang tepat dan pola makan yang seimbang, kita tetap bisa menikmati kelezatan jeroan tanpa mengorbankan kesehatan.(*)
Editor : Nur Fadilah