Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Melemah pada Selasa Pagi, Dolar AS Bertengger di Rp17.859

N
Penulis: Nur Fadilah❯
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye

Advertisement

 
GORONTALOPOST
-Tumpukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) yang dihitung dengan teliti oleh karyawan di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, menjadi gambaran nyata bagaimana pergerakan nilai tukar terus menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha.

Aktivitas transaksi valuta asing meningkat seiring fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS yang dalam beberapa waktu terakhir berada di bawah tekanan.

Pada perdagangan 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah 115 poin atau sekitar 0,66 persen ke level Rp17.529 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.414 per dolar AS.

Advertisement

Pelemahan tersebut dipengaruhi ekspektasi pasar bahwa suku bunga tinggi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan bertahan lebih lama.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap layanan penukaran mata uang asing tetap tinggi, baik untuk keperluan perjalanan, pendidikan, perdagangan internasional, maupun investasi.

Gerai penukaran uang menjadi salah satu tempat yang merasakan langsung dampak perubahan nilai tukar, karena permintaan terhadap dolar AS cenderung meningkat saat rupiah melemah.

Advertisement

Pengamat menilai pergerakan kurs tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga perkembangan ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga AS, kondisi geopolitik, hingga arus modal internasional. Ketika dolar AS menguat, banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut mengalami tekanan.

Meski demikian, otoritas moneter terus berupaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar agar tidak bergejolak secara berlebihan. Stabilitas rupiah dinilai penting karena berpengaruh terhadap biaya impor, harga barang, serta daya beli masyarakat.

Di tengah ketidakpastian global, aktivitas penukaran rupiah dan dolar AS yang berlangsung setiap hari menjadi indikator kecil yang mencerminkan besarnya dinamika ekonomi dunia.

Di balik lembaran uang yang dihitung satu per satu, tersimpan cerita tentang pergerakan pasar, kebijakan ekonomi, dan harapan menjaga stabilitas di tengah tantangan yang terus berkembang.(antara)

Advertisement
Editor : Nur Fadilah

Artikel Terkait

Rupiah Menguat dan Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Diprediksi Segera Lebih Murah

Rupiah Menguat dan Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Diprediksi Segera Lebih Murah

Pemerintah menilai situasi ekonomi nasional kini berada pada jalur yang lebih stabil setelah berhasil melewati tekanan berat akibat gejolak

Dolar AS Sentuh Rp18.134, Pemerintah Optimistis Rupiah Tetap Terkendali

Dolar AS Sentuh Rp18.134, Pemerintah Optimistis Rupiah Tetap Terkendali

Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, pergerakan suku bunga internasional, serta kemampuan Indonesia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer