Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Apa yang Terjadi di Dalam Otak Saat Seseorang Mabuk? Berikut Penjelasannya

Tina Mamangkey • Kamis, 15 Agustus 2024 | 08:04 WIB
Ilustrasi - Orang yang mengonsumsi alkohol
Ilustrasi - Orang yang mengonsumsi alkohol

GORONTALOPOST - Kalau kamu suka nonton film pertarungan, pasti kamu sudah familiar dengan berbagai jurus yang digunakan oleh para karakter.

Namun, ada satu gerakan yang kerap muncul: badan yang luwes dan jalan sempoyongan.

Pukulan yang tidak beraturan justru seringkali membuat lawan terjatuh.

Namun, apa sebenarnya yang terjadi di otak kita saat mabuk?

Apakah benar alkohol bisa mengubah cara kita berpikir dan bertindak? Mari kita telusuri lebih dalam.

Komunikasi Saraf yang Terhambat

Saat seseorang mabuk, komunikasi antara sel-sel saraf di otak mengalami gangguan.

Bayangkan ini seperti permainan telepon, di mana setiap orang harus fokus mendengarkan pesan.

Jika satu orang saja salah mendengar, maka pesan yang diterima di ujungnya bisa sangat berbeda.

Inilah sebabnya mengapa perilaku orang mabuk seringkali terlihat aneh dan tidak terduga.

Hal ini terjadi karena sistem saraf kita tidak dapat berfungsi dengan baik akibat pengaruh alkohol.

Bagaimana alkohol yang kita konsumsi bisa sampai ke otak?

Prosesnya dimulai saat alkohol masuk ke perut dan diserap oleh darah.

Dari situ, alkohol menuju hati, di mana zat tersebut diubah menjadi senyawa yang berbahaya bagi tubuh.

Namun, tubuh memiliki enzim yang bekerja keras untuk mengubah zat-zat berbahaya ini menjadi senyawa yang lebih aman.

Sayangnya, enzim ini memerlukan waktu untuk menyelesaikan tugasnya, sementara sebagian alkohol tetap "nakal" dan langsung mengalir ke otak.

Setelah alkohol mencapai otak, efeknya bisa sangat beragam.

Pertama, alkohol dapat merangsang produksi hormon-hormon tertentu yang membuat seseorang merasa bahagia dan ceria.

Ini adalah alasan mengapa banyak orang yang merasa lebih percaya diri dan berani mendekati orang yang mereka suka saat mabuk.

Namun, alkohol juga mengganggu bagian otak yang mengontrol keseimbangan, sehingga menyebabkan seseorang berjalan sempoyongan.

Meskipun efek alkohol dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebahagiaan, setiap orang bereaksi berbeda terhadap alkohol.

Tiga faktor utama yang memengaruhi reaksi ini adalah:

- Usia, faktor genetik dapat memengaruhi cara tubuh memproses alkohol.

 - Berat Badan, berat badan yang berbeda akan mempengaruhi konsentrasi alkohol dalam darah.

 - Jenis Kelamin, toleransi. Seberapa sering seseorang mengonsumsi alkohol juga memengaruhi seberapa besar dampaknya.

Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan serius.

Ketika kadar alkohol dalam tubuh terlalu tinggi, hal ini dapat mengganggu fungsi sistem hormonal dan pernapasan.

Dalam kasus yang parah, ini bahkan dapat berujung pada kematian.

Kesimpulan

Mabuk tidak akan membuat kita menjadi jago kungfu atau lebih hebat dalam pertarungan.

Sebaliknya, dampak buruk dari alkohol bisa berakibat fatal.

Jadi, daripada memilih untuk mabuk, lebih baik kita mabuk asmara.

Meski sakit hati karena cinta terkadang menyakitkan, itu masih lebih baik daripada dampak negatif yang ditimbulkan oleh alkohol.

Mari kita nikmati hidup dengan bijak, dan jika harus merasakan mabuk, pilihlah jalan yang lebih positif! ***

Sumber: YouTube Kok Bisa?

Editor : Tina Mamangkey
#Mabuk #alkohol #orang mabuk