GORONTALOPOST - Ngiler, atau keluarnya air liur dari mulut saat tidur, adalah masalah umum yang sering dialami banyak orang.
Meskipun terdengar sepele, kebiasaan ini bisa menjadi sumber rasa minder jika orang lain mengetahuinya.
Selain itu, ngiler saat tidur juga dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Berikut ini adalah enam penyebab seseorang ngiler saat tidur yang perlu kamu ketahui, berdasarkan informasi dari akun YouTube Kunci Sehat.
1. Posisi Tidur
Salah satu penyebab paling umum dari ngiler saat tidur adalah posisi tidur yang salah.
Jika kamu tidur dengan posisi miring atau tengkurap, kemungkinan besar mulutmu akan terbuka secara tidak sadar, menyebabkan air liur keluar.
Untuk mencegah ngiler, cobalah tidur dalam posisi telentang.
Dengan posisi ini, mulutmu tetap tertutup, sehingga risiko ngiler dapat berkurang, meskipun dalam keadaan tidur yang nyenyak.
2. Sleep Apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya nafas sebentar saat tidur akibat penyumbatan pada saluran pernapasan.
Kondisi ini menyebabkan seseorang cenderung bernapas melalui mulut, yang dapat memicu ngiler.
Jika kamu sering mengalami gejala lain seperti ngorok atau tenggorokan sakit saat bangun tidur, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Penanganan yang tepat dapat membantu mengatasi masalah ini.
3. Infeksi dan Alergi
Infeksi dan alergi juga bisa menjadi penyebab ngiler saat tidur.
Ketika tubuh bereaksi terhadap alergen atau mengalami infeksi seperti pilek, radang tenggorokan, atau sinusitis, produksi air liur dapat meningkat.
Kondisi ini menyebabkan jalan napas tersumbat dan mendorong tubuh untuk memproduksi lebih banyak air liur sebagai respons terhadap iritasi.
Dengan memahami hal ini, kamu bisa lebih waspada terhadap gejala alergi atau infeksi yang mungkin kamu alami.
4. Efek Obat
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan ngiler sebagai efek samping.
Obat-obatan seperti antipsikotik, obat untuk penyakit Alzheimer, dan obat myasthenia gravis diketahui dapat meningkatkan produksi air liur.
Selain itu, beberapa jenis antibiotik juga dapat berkontribusi pada masalah ini.
Jika kamu mencurigai bahwa obat yang kamu konsumsi menjadi penyebabnya, konsultasikan dengan dokter untuk alternatif atau penanganan yang lebih tepat.
5. Penyakit Asam Lambung (Gerd)
Penyakit asam lambung, atau gastroesophageal reflux disease (GERD), juga dapat menjadi penyebab ngiler saat tidur.
Penderita GERD sering mengalami disfagia, atau kesulitan menelan, akibat iritasi pada lapisan kerongkongan.
Ini menyebabkan kelenjar ludah memproduksi lebih banyak air liur sebagai respons.
Jika kamu mengalami ngiler disertai gejala asam lambung lainnya, penting untuk mencari bantuan medis.
6. Kelainan Saraf
Kelainan saraf seperti cerebral palsy, penyakit Parkinson, stroke, dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS) dapat mempengaruhi kemampuan otot wajah untuk menutup mulut saat tidur.
Kondisi-kondisi ini menyebabkan kelemahan pada otot-otot yang terlibat dalam menutup mulut, sehingga meningkatkan risiko ngiler.
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
***
Editor : Tina Mamangkey