GORONTALOPOST- Mengkritik pasangan bukan berarti mencari kesalahan, melainkan upaya membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.
Menurut penelitian Dr. John Gottman, pasangan yang bahagia memiliki rasio lima interaksi positif untuk setiap satu interaksi negatif.
Artinya, cara kita menangani konflik bisa menentukan seberapa kuat hubungan bertahan.
Lalu, bagaimana cara memberikan kritik yang membangun tanpa memicu pertengkaran? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, dikutip dari Blog Herald, Selasa (18/3):
1. Mulai dengan Hal Positif
Tak ada yang suka langsung dikritik. Jika pembicaraan diawali dengan nada negatif, pasangan cenderung bersikap defensif. Mulailah dengan sesuatu yang positif agar kritik lebih mudah diterima.
2. Gunakan Kalimat "Aku" daripada "Kamu"
Kalimat yang diawali dengan "kamu" sering terdengar seperti tuduhan, yang bisa membuat pasangan defensif. Sebaliknya, menggunakan "aku" bisa menyampaikan perasaan tanpa menyalahkan.
3. Jangan Bicara Saat Emosi Memuncak
Saat marah, otak cenderung masuk ke mode fight or flight, yang membuat komunikasi sehat menjadi sulit. Menunda pembicaraan hingga emosi reda bisa membantu diskusi berlangsung lebih konstruktif.
4. Fokus pada Perilaku, Bukan Kepribadian
Ada perbedaan antara mengatakan, "Kamu malas banget!" dan "Aku perhatiin tempat sampah belum dibuang beberapa hari ini." Kritik yang menyerang kepribadian bisa terasa menyakitkan, sementara kritik yang berfokus pada perilaku lebih mudah diterima.
5. Ingat, Kalian Satu Tim
Kritik bukanlah ajang menang-kalah, melainkan sarana untuk memperbaiki hubungan. Tujuan utamanya adalah mencari solusi, bukan mencari siapa yang salah.
6. Terbuka untuk Menerima Kritik
Jika ingin pasangan lebih terbuka menerima kritik, kita juga harus siap dikritik balik. Jangan langsung defensif, tetapi gunakan kesempatan ini untuk introspeksi diri.
7. Gunakan Nada yang Tenang dan Hormat
Nada bicara bisa mengubah makna sebuah pesan. Bahkan kritik yang wajar pun bisa terasa kasar jika disampaikan dengan nada tinggi, sinis, atau sarkastik. Jika emosi mulai naik, tarik napas dan usahakan tetap tenang.
8. Pilih Pertempuran yang Penting
Tidak semua hal harus menjadi bahan kritik. Beberapa kebiasaan pasangan mungkin mengganggu, tetapi jika tidak berdampak besar, ada baiknya dibiarkan saja demi menjaga keharmonisan.
Editor : Priska Watung