Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Galaxy S26 Terancam Lebih Mahal, Biaya RAM dan Storage Naik Tajam

Priska Watung • Selasa, 6 Januari 2026 | 12:33 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra
Samsung Galaxy S26 Ultra

GORONTALOPOST - Lonjakan harga komponen memori global mulai memberi tekanan besar pada industri smartphone, termasuk Samsung Electronics. Kenaikan signifikan harga DRAM dan NAND membuat raksasa teknologi asal Korea Selatan itu kini tengah menimbang strategi harga untuk seri Galaxy S26, yang dijadwalkan meluncur tahun ini.

Menurut sumber industri, Samsung saat ini cenderung mengarah pada kenaikan harga, seiring biaya memori yang hampir melonjak dua kali lipat dibanding awal 2025. Kondisi tersebut dinilai sulit dihindari, bukan hanya untuk smartphone, tetapi juga berbagai perangkat elektronik lainnya.

Samsung sendiri dijadwalkan mengumumkan harga jajaran laptop terbaru mereka dalam waktu dekat. Para pelaku industri menilai, banderol laptop tersebut bisa menjadi indikator awal arah kebijakan harga Samsung untuk lini smartphone berikutnya, termasuk Galaxy S26.

Kenaikan Harga Memori Semakin Mengkhawatirkan

Sejumlah lembaga riset mengonfirmasi tren kenaikan ini:

Akibatnya, total biaya produksi smartphone diperkirakan meningkat 8–15%, yang berpotensi mendorong harga jual rata-rata ponsel naik sekitar 6,9%.

Dampak lonjakan harga memori ini sebenarnya sudah terasa di sektor PC. Data dari DRAMeXchange menunjukkan harga tetap DRAM untuk PC pada kuartal keempat 2025 melonjak 38–43% dibanding kuartal sebelumnya. Sejumlah produsen laptop pun telah memberi sinyal kenaikan harga pada paruh pertama 2026, memperkuat dugaan bahwa smartphone akan mengikuti pola serupa.

Strategi Lama Tak Lagi Relevan?

Tahun lalu, Samsung memilih untuk menahan harga Galaxy S25, meski seluruh lini tersebut menggunakan Snapdragon 8 Elite, chipset yang saat itu sekitar 20% lebih mahal dari pendahulunya. Strategi ini dinilai sebagai langkah Samsung mengorbankan margin keuntungan demi memperluas pangsa pasar.

Namun, pendekatan serupa tampaknya sulit diterapkan pada Galaxy S26. Awalnya, Samsung berencana menekan harga dengan menggunakan chip Exynos 2600 buatan sendiri untuk model standar. Sayangnya, lonjakan harga memori yang jauh lebih tajam dari perkiraan membuat opsi tersebut menjadi kurang efektif.

Pada Desember lalu, juga sempat beredar kabar bahwa divisi mobile Samsung mencoba mengamankan pasokan dengan kontrak jangka panjang bersama unit memori internal mereka. Namun, negosiasi tersebut dikabarkan tidak mencapai kesepakatan.

Dalam situasi ini, CEO Samsung Electronics sekaligus Kepala Divisi Mobile Experience, Roh Tae-moon, dilaporkan akan bertemu dengan CEO Micron, Sanjay Mehrotra, di ajang CES 2026 di Las Vegas. Pertemuan tersebut bertujuan membahas pasokan LPDDR5X untuk Galaxy S26. Karena pembicaraan terjadi di tahap akhir, pihak industri menilai Micron berada di posisi tawar yang lebih kuat.

Meski berbagai sinyal mengarah ke kenaikan harga, Samsung menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait banderol Galaxy S26. Perangkat ini dijadwalkan akan diperkenalkan secara resmi dalam acara Galaxy Unpacked di San Francisco pada 25 Februari mendatang.

(HL)

Editor : Priska Watung
#Samsung #Samsung Galaxy S26 Plus #samsung galaxy