GORONTALOPOST - Setelah sempat dianggap “mati suri”, Nova Launcher, salah satu launcher pihak ketiga paling populer di Android, akhirnya mendapatkan napas baru. Aplikasi ini kini berada di bawah kepemilikan perusahaan asal Swedia, Instabridge, yang menjanjikan dukungan dan pengembangan berkelanjutan. Namun, kebangkitan ini datang dengan konsekuensi yang cukup jelas: iklan.
Melalui pernyataan resmi di situs Nova Launcher, Instabridge mengonfirmasi bahwa mereka telah mengakuisisi Nova dari Branch, pemilik sebelumnya. Langkah ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Kevin Barry, pengembang asli sekaligus satu-satunya orang yang mengerjakan Nova sejak gelombang PHK 2024, diminta menghentikan pengembangan aplikasi tersebut—termasuk rencana menjadikannya proyek open source.
Nova Dijanjikan Tetap Hidup dan Dirawat
Instabridge menegaskan bahwa Nova Launcher tidak akan ditutup. Fokus utama mereka saat ini adalah menjaga Nova tetap relevan di ekosistem Android modern.
“Nova tidak akan ditutup. Fokus kami sederhana: menjaga Nova tetap stabil, kompatibel dengan Android terbaru, dan terus dirawat secara aktif.”
Perusahaan juga mengklaim akan membuka diri terhadap masukan komunitas serta berupaya menjadi pemilik yang “bertanggung jawab”.
Iklan Jadi Opsi Demi Bisnis Berkelanjutan
Namun demikian, Instabridge secara terbuka mengakui bahwa mereka sedang mempertimbangkan kehadiran iklan di versi gratis Nova Launcher. Langkah ini disebut sebagai upaya membangun model bisnis yang berkelanjutan demi mendukung pengembangan jangka panjang.
Beberapa poin penting yang diungkap Instabridge:
-
Iklan hanya untuk versi gratis
-
Nova Prime akan tetap bebas iklan
-
Pengalaman pengguna dijanjikan tetap ringan dan tidak mengganggu
-
Format iklan akan diupayakan seminimal mungkin
Nova Prime sendiri akan dijual dengan harga US$3,99, atau sekitar Rp63 ribu, setelah sebelumnya sempat terjadi kesalahan sistem yang membuat harganya melonjak tidak wajar.
Pelacakan Iklan Sudah Mulai Diterapkan
Menariknya, kode pelacakan iklan dilaporkan sudah ditambahkan ke dalam aplikasi, termasuk sistem iklan yang didukung oleh Google dan Facebook. Hal ini memicu kekhawatiran sebagian pengguna lama Nova yang selama ini mengapresiasi kesederhanaan dan privasi aplikasi tersebut.
Status Open Source Masih Abu-abu
Terkait rencana lama menjadikan Nova Launcher sebagai proyek open source, Instabridge menyebut opsi tersebut masih dalam tahap evaluasi, tanpa kepastian apakah benar-benar akan direalisasikan.
Dengan kepemilikan baru ini, Nova Launcher memang kembali mendapatkan harapan. Namun bagi sebagian pengguna, kehadiran iklan—meski hanya di versi gratis—bisa menjadi harga yang harus dibayar demi memastikan launcher legendaris ini tetap bertahan.
(HL)
Editor : Priska Watung