alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Wednesday, June 29, 2022

Survei SMRC: Sistem Politik NKRI Belum Cukup Terkonsolidasi

GORONTALOPOST.ID – Sistem politik Negara Kesatuan Republik Indonesia belum cukup terkonsolidasi. Demikian salah satu temua survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk ‘Sikap Publik terhadap Pancasila dalam rangka Konsolidasi Sistem Politik Indonesia’ yang dirilis di Taman Renungan Bung Karno, Kabupaten Ende, pada Rabu 1 Juni 2022.

Video utuh rilis suvei SMRC dalam rangka acara peringatan Hari Lahir Pancasila itu bisa disimak di sini: https://youtu.be/KOSRbao7T4I

Dalam presentasinya, pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, menunjukkan bahwa dalam skala 0-100, di mana semakin mendekati 0 berarti semakin tidak terkonsolidasi, dan sebaliknya mendekati 100 semakin terkonsolidasi, skor konsolidasi sistem politik Indonesia rata-rata 58,0 atau 52,8 jika memasukkan faktor Islamisme.

Menurut Saiful, skor konsolidasi sistem politik Indonesia hanya “sedang,” belum baik (80-90), apalagi sangat baik (di atas 90), atau bahkan masih kurang bila memasukan Islamisme.

Lebih jauh Saiful menjelaskan bahwa konsolidasi sistem politik Indonesia berhubungan positif dengan sikap terhadap Pancasila dan dengan kinerja atau realisasi nilai-nilai Pancasila. “Penguatan nilai-nilai Pancasila akan mengkonsolidasikan sistem politik Indonesia,” papar Saiful.

Survei ini dilakukan pada 10-17 Mei 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). (*)

 

GORONTALOPOST.ID – Sistem politik Negara Kesatuan Republik Indonesia belum cukup terkonsolidasi. Demikian salah satu temua survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk ‘Sikap Publik terhadap Pancasila dalam rangka Konsolidasi Sistem Politik Indonesia’ yang dirilis di Taman Renungan Bung Karno, Kabupaten Ende, pada Rabu 1 Juni 2022.

Video utuh rilis suvei SMRC dalam rangka acara peringatan Hari Lahir Pancasila itu bisa disimak di sini: https://youtu.be/KOSRbao7T4I

Dalam presentasinya, pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, menunjukkan bahwa dalam skala 0-100, di mana semakin mendekati 0 berarti semakin tidak terkonsolidasi, dan sebaliknya mendekati 100 semakin terkonsolidasi, skor konsolidasi sistem politik Indonesia rata-rata 58,0 atau 52,8 jika memasukkan faktor Islamisme.

Menurut Saiful, skor konsolidasi sistem politik Indonesia hanya “sedang,” belum baik (80-90), apalagi sangat baik (di atas 90), atau bahkan masih kurang bila memasukan Islamisme.

Lebih jauh Saiful menjelaskan bahwa konsolidasi sistem politik Indonesia berhubungan positif dengan sikap terhadap Pancasila dan dengan kinerja atau realisasi nilai-nilai Pancasila. “Penguatan nilai-nilai Pancasila akan mengkonsolidasikan sistem politik Indonesia,” papar Saiful.

Survei ini dilakukan pada 10-17 Mei 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). (*)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/