alexametrics
30.8 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

GIMANA MASYARAKAT? Kata DPR Kalau BBM Naik Itu Wajar, Minta Warga Mengerti…

GORONTALOPOST.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun meminta masyarakat mengerti terhadap pemerintah terkait menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

 

Menurutnya, kanaikan BBM tersebut sangat wajar dengan kondisi saat sekarang.

 

“Secara bisnis kenaikan harga BBM itu sangat wajar karena minyak mentah naik drastis,” kata Rudi dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Sabtu (2/4/2022).

 

Ia juga menyebutkan, kenaikan BBM tersebut demi kelancaran keuangan PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan tugas pemerintah.

 

Politisi NasDem itu mengatakan, kenaikan harga BBM tidak lepas dari perang Rusia-Ukraina.

 

Menurut Rudi perang dua negara eropa tersebut sangat berdampak besar terhadap impor bahan minyak mentah.

 

“Sulit dipungkiri jika memang ini memberatkan, tapi kelangkaan dari pada crude oil karena perang, Ukraina dengan Rusia,” ucapnya.

 

“Kelangkaan sekarang sunflower karena tidak bisa impor atau ekspor dari Ukraina. Juga sanksi ke Rusia itu membuat masalah dunia, ya membuat memang harus dilakukan kenaikan bbm,” sambungnya.

 

Kendati demikian, politisi Nasdem itu meminta agar jatah subsidi rakyat kecil tidak dihalangkan oleh pemerintah.

 

Pasalnya, kenaikan BBM pasti akan menyebabkan lonjakan pada harga kebutuhan pokok.

 

“Jika BBM naik harga kebutuhan pokok pasti ikut melonjak. Kalau tak bisa dijaga kasihan rakyat kecil yang makin tercekik,” pungkas Rudi.

 

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite hingga gas LPG 3 kilogram.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui usai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jumat (1/4).

 

“Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik),” ujarnya.

 

“Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” sambungnya.

 

Menko Luhut mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.

 

Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

 

Kondisi yang ada pun, lanjut Luhut, akan menyebabkan harga BBM harus dinaikkan.

 

Begitu pula dengan harga LPG 3 kg. Namun, penyesuaian harga akan dilakukan bertahap.

 

Luhut juga memaastikan jatah subsidi untuk rakyat kecil juga dipastikan tidak akan dihilangkan.

 

“Semua akan naik, nggak ada yang nggak akan naik itu. Jadi hanya bertahap kita lakukan,” ucap Luhut.

 

“Tapi untuk disubsidi, masih tetap yang untuk rakyat kecil, seperti misalnya LPG 3 kg dari 2007 tidak naik harganya kan tidak fair,” imbuhnya.(pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun meminta masyarakat mengerti terhadap pemerintah terkait menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

 

Menurutnya, kanaikan BBM tersebut sangat wajar dengan kondisi saat sekarang.

 

“Secara bisnis kenaikan harga BBM itu sangat wajar karena minyak mentah naik drastis,” kata Rudi dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Sabtu (2/4/2022).

 

Ia juga menyebutkan, kenaikan BBM tersebut demi kelancaran keuangan PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan tugas pemerintah.

 

Politisi NasDem itu mengatakan, kenaikan harga BBM tidak lepas dari perang Rusia-Ukraina.

 

Menurut Rudi perang dua negara eropa tersebut sangat berdampak besar terhadap impor bahan minyak mentah.

 

“Sulit dipungkiri jika memang ini memberatkan, tapi kelangkaan dari pada crude oil karena perang, Ukraina dengan Rusia,” ucapnya.

 

“Kelangkaan sekarang sunflower karena tidak bisa impor atau ekspor dari Ukraina. Juga sanksi ke Rusia itu membuat masalah dunia, ya membuat memang harus dilakukan kenaikan bbm,” sambungnya.

 

Kendati demikian, politisi Nasdem itu meminta agar jatah subsidi rakyat kecil tidak dihalangkan oleh pemerintah.

 

Pasalnya, kenaikan BBM pasti akan menyebabkan lonjakan pada harga kebutuhan pokok.

 

“Jika BBM naik harga kebutuhan pokok pasti ikut melonjak. Kalau tak bisa dijaga kasihan rakyat kecil yang makin tercekik,” pungkas Rudi.

 

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite hingga gas LPG 3 kilogram.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui usai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jumat (1/4).

 

“Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik),” ujarnya.

 

“Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” sambungnya.

 

Menko Luhut mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.

 

Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

 

Kondisi yang ada pun, lanjut Luhut, akan menyebabkan harga BBM harus dinaikkan.

 

Begitu pula dengan harga LPG 3 kg. Namun, penyesuaian harga akan dilakukan bertahap.

 

Luhut juga memaastikan jatah subsidi untuk rakyat kecil juga dipastikan tidak akan dihilangkan.

 

“Semua akan naik, nggak ada yang nggak akan naik itu. Jadi hanya bertahap kita lakukan,” ucap Luhut.

 

“Tapi untuk disubsidi, masih tetap yang untuk rakyat kecil, seperti misalnya LPG 3 kg dari 2007 tidak naik harganya kan tidak fair,” imbuhnya.(pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/