alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Sunday, August 14, 2022

KASUS BRIGADIR J, IPW: Kapolri Harus Tegas Sesuai Perintah Presiden Jokowi, Jangan Ditutup-tutupi

GORONTALOPOST.ID–Kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, akhirnya diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri dari Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kasus itu ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Penanganan kasus Brigadir J sebagai terlapor ditarik ke Bareskrim Polri untuk efektivitas dan efisiensi penanganan perkaraan.

Mengenai hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) berikan apresiasi terhadap langkah Kapolri yang mengambil alih penangananya kasus Brigadir J dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim, Mabes Polri.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan sudah saatnya Polri membuka dan menjelaskan kepada publik apa yang terjadi dalam insiden baku tembak sesama polisi.

Apalagi peristiwa itu melibatkan anggota yang tergabung dalam satuan tugas (Satgassus) yang dbentuk oleh Kapolri. Berdasarkan penelusuran IPW, Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) merupakan anggota Satgassus.

Keduanya diduga terlibat baku tembak di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo yang merupakan Kepala Satgassus Polri. Selain itu, keduanya juga merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.

“Oleh sebab itu, Kapolri harus tegas menangani kasus ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk diproses hukum, terbuka, dan jangan ditutup-tutupi. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” kata Teguh seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (1/8).

IPW menyebutkan kasus penembakan sesama polisi di rumah Ijen Pol. Ferdy Sambo akan berdampak pada citra polisi di Masyarakat.

“Oleh karena itu, Kapolri berkewajiban menjaga marwah institusi dan menyelamatkan Polri dari hujatan masyarakat,” pungkasnya.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, akhirnya diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri dari Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kasus itu ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Penanganan kasus Brigadir J sebagai terlapor ditarik ke Bareskrim Polri untuk efektivitas dan efisiensi penanganan perkaraan.

Mengenai hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) berikan apresiasi terhadap langkah Kapolri yang mengambil alih penangananya kasus Brigadir J dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim, Mabes Polri.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan sudah saatnya Polri membuka dan menjelaskan kepada publik apa yang terjadi dalam insiden baku tembak sesama polisi.

Apalagi peristiwa itu melibatkan anggota yang tergabung dalam satuan tugas (Satgassus) yang dbentuk oleh Kapolri. Berdasarkan penelusuran IPW, Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) merupakan anggota Satgassus.

Keduanya diduga terlibat baku tembak di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo yang merupakan Kepala Satgassus Polri. Selain itu, keduanya juga merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.

“Oleh sebab itu, Kapolri harus tegas menangani kasus ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk diproses hukum, terbuka, dan jangan ditutup-tutupi. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” kata Teguh seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (1/8).

IPW menyebutkan kasus penembakan sesama polisi di rumah Ijen Pol. Ferdy Sambo akan berdampak pada citra polisi di Masyarakat.

“Oleh karena itu, Kapolri berkewajiban menjaga marwah institusi dan menyelamatkan Polri dari hujatan masyarakat,” pungkasnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/