alexametrics
23 C
Gorontalo
Wednesday, August 17, 2022

KOK BISA? Situs Judi Online Terdaftar di PSE, Ini Penjelasan Menkominfo Johny G Plate

GORONTALOPOST.ID–Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate membantah, pihaknya kecolongan terkait situs judi online yang terdaftar ke dalam penyelenggara sistem elektronik (PSE). Dia menegaskan, Pemerintah berupaya membersihkan ruang lingkup digital.

“Tidak ada yang kecolongan, tidak ada judi online yang dibuka ruangnya di Indonesia karena judi online menabrak undang-undang,” kata Johnny di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Sekretaris Jenderal Partai NasDem ini menegaskan, pihaknya tidak memberi ruang kepada situs judi online untuk beroperasi di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga tidak memberi ruang digital bagi radikalisme, terorisme, pornografi dan perdagangan ilegal lainnya.

“Ini penegakan aturan ini keberpihakan dan konsistensi kita sebagai negara hukum yang menetapkan hukum sebagai panglima kita, pada saat kita melaksanakan penegakan hukum dan aturan mari bersama-sama kita kawal, kita dukung,” tegas Jhonny.

Menurut Jhonny, Kemenkominfo hanya membuka ruang seluas-luasnya bagi aktifitas yang menghidupkan ekonomi di ruang digital. Terpenting, mematuhi asas legalitas dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kementerian Kominfo mendorong dan memberikan dukungan yang kuat atas industri kreatif nasional dan membangun inovasi-inovasi nasional kita khususnya para milenial di ruang-ruang digital. Kita berharap ruang digital menjadi sehat, ruang digital yang bermanfaat, utamanya bermanfaat bagi warga negara Indonesia,” ujar Jhonny.

Sekadar informasi, terhitung sejak 30 Juli 2022, Kemenkominfo telah melakukan pemblokiran terhadap delapan situs dan aplikasi populer yakni PayPal, Yahoo, Epic Games, Steam, Dota, Counter Strike, Xandr.com, dan Origin (EA). Pemblokiran dilakukan lantaran delapan situs dan aplikasi tersebut tidak mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Namun belakangan, publik dihebohkan terdapat beberapa situs yang diduga sebagai platform judi online mendapatkan izin PSE dari Kemenkominfo. Salah satu yang diyakini betul oleh netizen adalah situs judi online yakni seperti Domino Qiu Qiu.

Tiga situs pertama terdaftar menggunakan alamat web yang sama, yaitu boyaa. Tetapi nama sistem yang terdaftar berbeda, antara lain Domino Gaple Boya: QiuQiu Capsa, Poker Texas Boyaa dan Domuno QiuQiu 99 Boya QQ Kiu.

Saat laman pencarian PSE Kominfo masih bisa dicek, terlihat bahwa ketiga nama situs di atas kompak mendaftarkan diri dengan nama perusahaan yang sama juga, yakni Boya Interactive Indonesia dan masuk ke dalam sektor ‘Teknologi Informasi dan Komunikasi’. Situs tersebut sudah resmi terdaftar per 26 Juli – 27 Juli lalu.

Sementara, aplikasi lainnya adalah Higgs Slot-Domino Gaple QiuQiu, Ludo Dream, dan Higgs Domino Island. Ketiganya resmi terdaftar sebagai aplikasi Google Playstore (Android) dengan nama perusahaan B.I.G Technology Co., Limited, per 21 Juli lalu.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate membantah, pihaknya kecolongan terkait situs judi online yang terdaftar ke dalam penyelenggara sistem elektronik (PSE). Dia menegaskan, Pemerintah berupaya membersihkan ruang lingkup digital.

“Tidak ada yang kecolongan, tidak ada judi online yang dibuka ruangnya di Indonesia karena judi online menabrak undang-undang,” kata Johnny di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Sekretaris Jenderal Partai NasDem ini menegaskan, pihaknya tidak memberi ruang kepada situs judi online untuk beroperasi di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga tidak memberi ruang digital bagi radikalisme, terorisme, pornografi dan perdagangan ilegal lainnya.

“Ini penegakan aturan ini keberpihakan dan konsistensi kita sebagai negara hukum yang menetapkan hukum sebagai panglima kita, pada saat kita melaksanakan penegakan hukum dan aturan mari bersama-sama kita kawal, kita dukung,” tegas Jhonny.

Menurut Jhonny, Kemenkominfo hanya membuka ruang seluas-luasnya bagi aktifitas yang menghidupkan ekonomi di ruang digital. Terpenting, mematuhi asas legalitas dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kementerian Kominfo mendorong dan memberikan dukungan yang kuat atas industri kreatif nasional dan membangun inovasi-inovasi nasional kita khususnya para milenial di ruang-ruang digital. Kita berharap ruang digital menjadi sehat, ruang digital yang bermanfaat, utamanya bermanfaat bagi warga negara Indonesia,” ujar Jhonny.

Sekadar informasi, terhitung sejak 30 Juli 2022, Kemenkominfo telah melakukan pemblokiran terhadap delapan situs dan aplikasi populer yakni PayPal, Yahoo, Epic Games, Steam, Dota, Counter Strike, Xandr.com, dan Origin (EA). Pemblokiran dilakukan lantaran delapan situs dan aplikasi tersebut tidak mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Namun belakangan, publik dihebohkan terdapat beberapa situs yang diduga sebagai platform judi online mendapatkan izin PSE dari Kemenkominfo. Salah satu yang diyakini betul oleh netizen adalah situs judi online yakni seperti Domino Qiu Qiu.

Tiga situs pertama terdaftar menggunakan alamat web yang sama, yaitu boyaa. Tetapi nama sistem yang terdaftar berbeda, antara lain Domino Gaple Boya: QiuQiu Capsa, Poker Texas Boyaa dan Domuno QiuQiu 99 Boya QQ Kiu.

Saat laman pencarian PSE Kominfo masih bisa dicek, terlihat bahwa ketiga nama situs di atas kompak mendaftarkan diri dengan nama perusahaan yang sama juga, yakni Boya Interactive Indonesia dan masuk ke dalam sektor ‘Teknologi Informasi dan Komunikasi’. Situs tersebut sudah resmi terdaftar per 26 Juli – 27 Juli lalu.

Sementara, aplikasi lainnya adalah Higgs Slot-Domino Gaple QiuQiu, Ludo Dream, dan Higgs Domino Island. Ketiganya resmi terdaftar sebagai aplikasi Google Playstore (Android) dengan nama perusahaan B.I.G Technology Co., Limited, per 21 Juli lalu.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/