alexametrics
30.8 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

Eks Menteri dan Konglomerat Ini Ngaku Pernah Utang Nyawa ke Dokter Terawan

GORONTALOPOST.ID – Konglomerat yang juga mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie punya jejak historis dengan Mantan Menteri Kesehatan yang baru saja dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yaitu Terawan Agus Putranto.

 

Lebih tepatnya, Ical demikian Aburizal biasa disapa berutang nyawa terhadap Terawan. “Saya ini pernah hutang nyawa (ke dokter Terawan),” aku Ical dikutip dari keterangannya di Instagram @aburizalbakrie.id, Senin (4/4/2022).

 

Pernah suatu ketika Ical tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tangannya. Ical terserang stroke fatal. Kondisinya memburuk secara secara cepat sampai tidak sadarkan diri.

 

Ical kemudian dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto. Salah satu dokter kepresidenan, Prof dr Djoko Rahardjo menyarankan keluarga Ical menemui dokter Terawan untuk dilakukan tindakan digital subtraction angiography (DSA).

 

“Karena beliau dengan metode “cuci otak”-nya pernah menyelamatkan saya dari serangan stroke yang fatal,” ungkap Ical.

 

Ical langsung diperbolehkan pulang di hari yang sama, setelah 30 menit menjalani tindakan cuci otak oleh Terawan.

 

Politisi senior Partai Golkar itu menyebut bukan hanya dirinya yang pernah ditolong Terawan, banyak tokoh nasional yang pernah ditolong oleh Dokter Terawan.

 

“Karenanya dulu saya bela Dokter Terawan dengan #SaveDokterTerawan,” ungkapnya.

 

Saking percayanya ke Terawan, Ical bahkan berinisiatif menjadi yang pertama sebagai relawan untuk vaksib Nusantara.

 

“Hari ini saya disuntik Vaksin Nusantara. Sampel darah saya sudah diambil duluan delapan hari lalu. Saya termasuk yang pertama menjadi relawan untuk Vaksin Covid-19 buatan anak bangsa ini,” terangnya.

 

“Saya percaya dengan vaksin ini karena memang saya percaya dengan kemampuan Dokter Terawan,” tegas Ical.

 

Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

 

Selain vaksin nusantara yang banyak digunakan para tokoh dan pejabat tinggi negara, Terawan juga mengembangkan digital subtraction angiography (DSA) atau cuci otak.

 

Teknik ini biasanya digunakan dalam diagnosis stroke.

 

DSA merupakan pemeriksaan bagian pembuluh darah untuk mendeteksi adanya kelainan, seperti penyumbatan atau pendarahan yang terjadi di otak.

 

Begitu banyak tokoh nasional yang sudah menjalaninya Lebih banyak lagi yang bukan tokoh, sudah lebih dari 40.000 orang.

 

Untuk meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Terawan menulis disertasi soal cuci otak.

 

Menko Polhukam Mahfud Md mengaku pernah menjalani terapi cuci otak oleh dokter Terawan.

 

Tak hanya sekali, mantan Ketua MK itu menjalaninya selama dua kali dan mengajak serta istrinya ikut serta terapi karena hasilnya dirasa manjur.

 

Meski telah dipecat, dokter Terawan menegaskan dirinya masih menangani pasien di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RSDKT) Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah. (dra/fajar)

GORONTALOPOST.ID – Konglomerat yang juga mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie punya jejak historis dengan Mantan Menteri Kesehatan yang baru saja dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yaitu Terawan Agus Putranto.

 

Lebih tepatnya, Ical demikian Aburizal biasa disapa berutang nyawa terhadap Terawan. “Saya ini pernah hutang nyawa (ke dokter Terawan),” aku Ical dikutip dari keterangannya di Instagram @aburizalbakrie.id, Senin (4/4/2022).

 

Pernah suatu ketika Ical tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tangannya. Ical terserang stroke fatal. Kondisinya memburuk secara secara cepat sampai tidak sadarkan diri.

 

Ical kemudian dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto. Salah satu dokter kepresidenan, Prof dr Djoko Rahardjo menyarankan keluarga Ical menemui dokter Terawan untuk dilakukan tindakan digital subtraction angiography (DSA).

 

“Karena beliau dengan metode “cuci otak”-nya pernah menyelamatkan saya dari serangan stroke yang fatal,” ungkap Ical.

 

Ical langsung diperbolehkan pulang di hari yang sama, setelah 30 menit menjalani tindakan cuci otak oleh Terawan.

 

Politisi senior Partai Golkar itu menyebut bukan hanya dirinya yang pernah ditolong Terawan, banyak tokoh nasional yang pernah ditolong oleh Dokter Terawan.

 

“Karenanya dulu saya bela Dokter Terawan dengan #SaveDokterTerawan,” ungkapnya.

 

Saking percayanya ke Terawan, Ical bahkan berinisiatif menjadi yang pertama sebagai relawan untuk vaksib Nusantara.

 

“Hari ini saya disuntik Vaksin Nusantara. Sampel darah saya sudah diambil duluan delapan hari lalu. Saya termasuk yang pertama menjadi relawan untuk Vaksin Covid-19 buatan anak bangsa ini,” terangnya.

 

“Saya percaya dengan vaksin ini karena memang saya percaya dengan kemampuan Dokter Terawan,” tegas Ical.

 

Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

 

Selain vaksin nusantara yang banyak digunakan para tokoh dan pejabat tinggi negara, Terawan juga mengembangkan digital subtraction angiography (DSA) atau cuci otak.

 

Teknik ini biasanya digunakan dalam diagnosis stroke.

 

DSA merupakan pemeriksaan bagian pembuluh darah untuk mendeteksi adanya kelainan, seperti penyumbatan atau pendarahan yang terjadi di otak.

 

Begitu banyak tokoh nasional yang sudah menjalaninya Lebih banyak lagi yang bukan tokoh, sudah lebih dari 40.000 orang.

 

Untuk meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Terawan menulis disertasi soal cuci otak.

 

Menko Polhukam Mahfud Md mengaku pernah menjalani terapi cuci otak oleh dokter Terawan.

 

Tak hanya sekali, mantan Ketua MK itu menjalaninya selama dua kali dan mengajak serta istrinya ikut serta terapi karena hasilnya dirasa manjur.

 

Meski telah dipecat, dokter Terawan menegaskan dirinya masih menangani pasien di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RSDKT) Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah. (dra/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/