alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Wednesday, May 25, 2022

Utang Terus Naik Hingga Capai Rp7.014 Triliun, Staf Khusus Menkeu Malah Sindir

GORONTALOPOST.ID–Utang Indonesia terus bertambah bahkan mencapai Rp7.014 triliun. Tingginya utang Indonesia menjadi sorotan sejumlah pihak. Bahkan selama tujuh tahu pemerintahan Jokowi, utang Indonesia bertambah Rp4.400 triliun.

Dilansir dari Fajar.co.id, Staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo menilai utang Indonesia tidak bisa dilimpahkan dalam satu pimpinan saja. Menurutnya, utang Indonesia merupakan kesinambungan dari para pemimpin terdahulu.

“Hadir Om @KRMTRoySuryo2…Tenang malam ini rileks dulu. Besok saya kupas tuntas soal ini. Pemerintahan Jokowi bertanggung jawab menuntaskan utang pemerintahan Pak SBY,”katanya, Selasa, 5 April 2022.

Kata Yustinus, utang Indonesia bukan dosa satu pemimpin saja. Melainkan berkesinambungan dari masa ke masa.

Jadi, siapapun pemimpinnya akan menjadi tanggung jawab untuk menyelesaikan utang negara.

“Pula Pak SBY thd pemerintahan sblmnya. Kita siapkan pondasi utk kesinambungan fiskal. Optimis anti ambyar!😁,” tegasnya.

Pernyataan Yustinus itu merespons cuitan mantan menpora Roy Suryo yang menyindirkan sebagai pejabat tukang ralat.

“Mana ini StafSus si Tukang Ralat …? Sudah NGUMPET ke Gorong2 seperti Junjungannya-kah? AMBYAR,” tulis Roy Suryo sambil membagikan unggahan Said Didu.

Said Didu sendiri memberikan dua penjelasan soal utang Indonesia. Dia menyoroti kenaikan drastis utang di era Jokowi.

“Saya jelaskan: 1) utang IMF sdh dilunasi saat SBY. Skrg msh ada dalam jumlah kecil, itu utang baru. 2) Sejak Bung Karno, 6 Presiden sebelum Jokowi buat utang sktr Rp 2.600 trilyun. Pak Jokowi membuat utang hanya waktu 7 tahun sdh Rp 4.400 trilyun – blm utang BUMN.Jelas ?,” ungkapnya. (fajar)

GORONTALOPOST.ID–Utang Indonesia terus bertambah bahkan mencapai Rp7.014 triliun. Tingginya utang Indonesia menjadi sorotan sejumlah pihak. Bahkan selama tujuh tahu pemerintahan Jokowi, utang Indonesia bertambah Rp4.400 triliun.

Dilansir dari Fajar.co.id, Staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo menilai utang Indonesia tidak bisa dilimpahkan dalam satu pimpinan saja. Menurutnya, utang Indonesia merupakan kesinambungan dari para pemimpin terdahulu.

“Hadir Om @KRMTRoySuryo2…Tenang malam ini rileks dulu. Besok saya kupas tuntas soal ini. Pemerintahan Jokowi bertanggung jawab menuntaskan utang pemerintahan Pak SBY,”katanya, Selasa, 5 April 2022.

Kata Yustinus, utang Indonesia bukan dosa satu pemimpin saja. Melainkan berkesinambungan dari masa ke masa.

Jadi, siapapun pemimpinnya akan menjadi tanggung jawab untuk menyelesaikan utang negara.

“Pula Pak SBY thd pemerintahan sblmnya. Kita siapkan pondasi utk kesinambungan fiskal. Optimis anti ambyar!😁,” tegasnya.

Pernyataan Yustinus itu merespons cuitan mantan menpora Roy Suryo yang menyindirkan sebagai pejabat tukang ralat.

“Mana ini StafSus si Tukang Ralat …? Sudah NGUMPET ke Gorong2 seperti Junjungannya-kah? AMBYAR,” tulis Roy Suryo sambil membagikan unggahan Said Didu.

Said Didu sendiri memberikan dua penjelasan soal utang Indonesia. Dia menyoroti kenaikan drastis utang di era Jokowi.

“Saya jelaskan: 1) utang IMF sdh dilunasi saat SBY. Skrg msh ada dalam jumlah kecil, itu utang baru. 2) Sejak Bung Karno, 6 Presiden sebelum Jokowi buat utang sktr Rp 2.600 trilyun. Pak Jokowi membuat utang hanya waktu 7 tahun sdh Rp 4.400 trilyun – blm utang BUMN.Jelas ?,” ungkapnya. (fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/