alexametrics
25.5 C
Gorontalo
Sunday, August 14, 2022

Asosiasi Dokter Dunia Hanya Akui IDI, Sekjen WMA: Organisasi Profesi Harus Tunggal

GORONTALOPOST.ID–Asosiasi Dokter Medis Sedunia atau World Medical Association (WMA) hanya mengakui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi profesi medis sebagai perwakilan dari Indonesia. Prinsip yang harus dijunjung adalah standarisasi etik kedokteran dan profesionalisme.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Inodnesia (PB IDI) ditunjuk menjadi tuan rumah International Code of Medical Ethics (ICoME).

Dalam acara itu, Sekjen WMA, dr. Otman Kloiber menjelaskan organisasi medis terutama dokter adalah organisasi yang cukup vital karena menyangkut kesehatan raga dan keselamatan nyawa.

“Keberadaan organisasi profesi juga haruslah tunggal karena menyangkut standarisasi etik kedokteran demi keselamatan pasien dan masyarakat, serta dokter,” katanya  dalam keterangan resmi, Rabu (6/7).

Dituturkanya, IDI merupakan anggota WMA dan memiliki sejarah panjang dengan WMA selama 70 tahun. Kami juga melihat bahwa IDI juga memiliki sejarah yang panjang dengan negara Indonesia. IDI merupakan salah satu anggota yang penting bagi kami.

“Saat ini, kami di WMA hanya mengakui IDI sebagai organisasi profesi medis sebagai perwakilan dari Indonesia,” katanya.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD(K) berharap pedoman etika kedokteran dapat dieksplorasi secara menyeluruh. Itu tidak hanya melindungi kita sebagai dokter, tetapi yang paling penting, untuk memastikan layanan kesehatan terbaik yang dapat kami berikan kepada pasien.

“Para dokter harus mendukung peningkatan etika pedoman, kita harus memastikan hukum, adil, dan efisien kesehatan,” kata Dante.

Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT mengatakan IDI terus memperbaiki diri seraya menjadi mitra sinergis bagi pemerintah dan berbagai pihak untuk mewujudkan transformasi sistem kesehatan nasional.

Koordinasi antara IDI wilayah dan IDI cabang dengan pemerintahan setempat dan dinas Kesehatan setempat juga terus ditingkatkan agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa terus berkembang lebih baik.

“Bukan hanya untuk kepentingan dokter anggota IDI saja tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” jelas dr. Adib.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Asosiasi Dokter Medis Sedunia atau World Medical Association (WMA) hanya mengakui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi profesi medis sebagai perwakilan dari Indonesia. Prinsip yang harus dijunjung adalah standarisasi etik kedokteran dan profesionalisme.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Inodnesia (PB IDI) ditunjuk menjadi tuan rumah International Code of Medical Ethics (ICoME).

Dalam acara itu, Sekjen WMA, dr. Otman Kloiber menjelaskan organisasi medis terutama dokter adalah organisasi yang cukup vital karena menyangkut kesehatan raga dan keselamatan nyawa.

“Keberadaan organisasi profesi juga haruslah tunggal karena menyangkut standarisasi etik kedokteran demi keselamatan pasien dan masyarakat, serta dokter,” katanya  dalam keterangan resmi, Rabu (6/7).

Dituturkanya, IDI merupakan anggota WMA dan memiliki sejarah panjang dengan WMA selama 70 tahun. Kami juga melihat bahwa IDI juga memiliki sejarah yang panjang dengan negara Indonesia. IDI merupakan salah satu anggota yang penting bagi kami.

“Saat ini, kami di WMA hanya mengakui IDI sebagai organisasi profesi medis sebagai perwakilan dari Indonesia,” katanya.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD(K) berharap pedoman etika kedokteran dapat dieksplorasi secara menyeluruh. Itu tidak hanya melindungi kita sebagai dokter, tetapi yang paling penting, untuk memastikan layanan kesehatan terbaik yang dapat kami berikan kepada pasien.

“Para dokter harus mendukung peningkatan etika pedoman, kita harus memastikan hukum, adil, dan efisien kesehatan,” kata Dante.

Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT mengatakan IDI terus memperbaiki diri seraya menjadi mitra sinergis bagi pemerintah dan berbagai pihak untuk mewujudkan transformasi sistem kesehatan nasional.

Koordinasi antara IDI wilayah dan IDI cabang dengan pemerintahan setempat dan dinas Kesehatan setempat juga terus ditingkatkan agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa terus berkembang lebih baik.

“Bukan hanya untuk kepentingan dokter anggota IDI saja tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” jelas dr. Adib.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/