alexametrics
25 C
Gorontalo
Sunday, May 22, 2022

Anggaran Formula E Membengkak, M Taufik: Tanya Jakpro, Sudah Bukan Dana DKI…

GORONTALOPOST.ID–Pembangunan sirkuit Formula E di Ancol, bukan berasal dari Pemprov DKI Jakarta. Melainkan dari penggunaan dana korporasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik.

Belakangan ramai polemik anggaran pembangunan sirkuit Formula E di Ancol berasal dari Pemprov atau uang rakyat. Namun Fakatanya tidak. Sikruit itu dibangun dengan total anggaran mencapai Rp60 Miliar dari kantong Jakpro.

“Itu tanya sama Jakpro dong, itu sudah bukan dana DKI,” kata Taufik saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3/2022).

Taufik pun meminta isu soal anggaran tersebut tak dipermasalahkan. Dia juga mengaku heran ada pihak yang membesar-besarkan soal anggaran tersebut. “Kenapa kita jadi ribet,” ujar Taufik.

Taufik pun mengajak rekannya dari Fraksi Partai PDI-P Gembong Warsono yang mengkritik anggaran tersebut untuk bersama-sama mendukung pembangunan sirkuit itu.

“Makanya saya bilang udahlah apresiasi dong. Ini kan sirkuit nya sudah mau selesai, kita sama-sama berdoa, ayo supaya bisa terselenggara dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, politikus dari Partai PDI-P Gembong Warsono mengkritik tambahan anggaran pembangunan sirkuit sebesar Rp 10 miliar dari nilai HPS awal yang ditetapkan.

Gembong mengatakan dana sebesar Rp 60 miliar yang dianggarkan oleh Jakpro adalah uang rakyat. Terkait hal ini, sebenarnya PT Jakpro sudah menjelaskan asal dana pembangunan ini saat rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta.

“Anggarannya dari kami, dana korporasi (Jakpro),” kata Direktur Pengelolaan Aset Jakpro, Senin (24/1). (riki/fajar)

GORONTALOPOST.ID–Pembangunan sirkuit Formula E di Ancol, bukan berasal dari Pemprov DKI Jakarta. Melainkan dari penggunaan dana korporasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik.

Belakangan ramai polemik anggaran pembangunan sirkuit Formula E di Ancol berasal dari Pemprov atau uang rakyat. Namun Fakatanya tidak. Sikruit itu dibangun dengan total anggaran mencapai Rp60 Miliar dari kantong Jakpro.

“Itu tanya sama Jakpro dong, itu sudah bukan dana DKI,” kata Taufik saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3/2022).

Taufik pun meminta isu soal anggaran tersebut tak dipermasalahkan. Dia juga mengaku heran ada pihak yang membesar-besarkan soal anggaran tersebut. “Kenapa kita jadi ribet,” ujar Taufik.

Taufik pun mengajak rekannya dari Fraksi Partai PDI-P Gembong Warsono yang mengkritik anggaran tersebut untuk bersama-sama mendukung pembangunan sirkuit itu.

“Makanya saya bilang udahlah apresiasi dong. Ini kan sirkuit nya sudah mau selesai, kita sama-sama berdoa, ayo supaya bisa terselenggara dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, politikus dari Partai PDI-P Gembong Warsono mengkritik tambahan anggaran pembangunan sirkuit sebesar Rp 10 miliar dari nilai HPS awal yang ditetapkan.

Gembong mengatakan dana sebesar Rp 60 miliar yang dianggarkan oleh Jakpro adalah uang rakyat. Terkait hal ini, sebenarnya PT Jakpro sudah menjelaskan asal dana pembangunan ini saat rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta.

“Anggarannya dari kami, dana korporasi (Jakpro),” kata Direktur Pengelolaan Aset Jakpro, Senin (24/1). (riki/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/