alexametrics
24.3 C
Gorontalo
Tuesday, October 4, 2022

Alasan Motif Pembunuhan Belum Diungkap, Polri Jaga Perasaan Keluarga Brigadir J dan Irjen Sambo

GORONTALOPOST.ID–Kasus tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih menyisakan kepingan yang belum tuntas. Sampai saat ini Polri belum juga membuka motif Brigadir J dibunuh.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, proses penyidikan terus berjalan. Motif juga nantinya akan disampaikan kepada publik.

“Pak Kabareskrim sudah menyampaikan untuk motif ini pak Kabareskrim menyampaikan harus menjaga perasaan dua pihak. Baik pihak dari Brigadir Yosua maupun pihaknya dari saudara FS,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/8).

Saat disinggung mengenai adanya dugaan pelecehan seksual, Dedi masih enggan menjawabnya. “Nanti itu di persidangan,” ucapnya.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Kasus tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih menyisakan kepingan yang belum tuntas. Sampai saat ini Polri belum juga membuka motif Brigadir J dibunuh.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, proses penyidikan terus berjalan. Motif juga nantinya akan disampaikan kepada publik.

“Pak Kabareskrim sudah menyampaikan untuk motif ini pak Kabareskrim menyampaikan harus menjaga perasaan dua pihak. Baik pihak dari Brigadir Yosua maupun pihaknya dari saudara FS,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/8).

Saat disinggung mengenai adanya dugaan pelecehan seksual, Dedi masih enggan menjawabnya. “Nanti itu di persidangan,” ucapnya.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/