alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

TERUNGKAP! Ini Alasan Elektabilitas Prabowo Subianto Tetap Tertinggi

GORONTALOPOST.ID–Hasil survei, Elektabilitas Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden masih menjadi yang tertinggi.

Dilansir dari Fajar.co.id, pengamat Politik, Surya Vandiantara, menyebut Prabowo telah melakukan pendekatan terbaik untuk meraih simpati publik, tanpa perlu pencitraan maupun gimik politik.

“Jika merujuk pada hasil survei, tentu Prabowo merupakan kandidat dengan pendekatan terbaik,” katanya saat dihubungi, Selasa (12/4).

Meski jarang muncul dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Gerindra ataupun Capres 2024, Surya mengatakan, Prabowo memiliki kekuatan dalam banyak capaian dan prestasi sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Jabatan itu, kata dia, bisa menjadi modal kuat untuk merawat popularitas dan elektabilitasnya.

Dimensi kekuatan lain dari Prabowo, sambung Surya, adalah secara individu memiliki elektabilitas tinggi pada pilpres sebelumnya. Sehingga, basis dukungan atas Prabowo tidak terbatas pada kader partai Gerindra. Kekuatan berikutnya adalah posisinya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

“Berdasarkan tiga dimensi tersebut, sudah selayaknya Prabowo mendapatkan persepsi publik yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan strategi gimik yang umum dilakukan? Menurut Surya, usaha yang kurang berdampak pada pertumbuhan elektabilitas dan popularitas tidak juga menjadi hal yang salah. “Menurut saya, itu hanya strategi yang gagal saja,” ujar Surya.

Para bakal capres, penting untuk menyampaikan visi misi secara substansial, memahami permasalahan yang sedang dihadapi pemilih, dan merumuskan solusinya.

Yang terpenting, kata dia, semua kandidat mampu menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan elektabilitas dan popularitas.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, sebelumnya menyatakan, seluruh kader partai tidak meragukan kepastian Prabowo maju pada Pilpres 2024.

Namun, sampai sekarang memilih berkonsentrasi penuh menjalankan tugasnya sebagai menhan sehingga sampai sekarang tidak pernah melakukan gimik politik.

Apalagi, imbuhnya, Prabowo memahami kepentingan negara lebih prioritas daripada kerja-kerja politik. Terlebih, geopolitik dunia saat ini dalam ketidakpastian menyusul terjadinya perang Rusia-Ukraina.

“Yang dikerjakan Pak Prabowo sebagai Menhan adalah untuk menguatkan basis pertahanan Indonesia. Dunia dalam ancaman perang, Ukraina perang dengan Rusia. Fenomena ini menyebabkan banyak negara-negara di dunia merasa ada ancaman yang sama, bahwa kapan pun negara kita bisa dalam ancaman,” beber Muzani.

Seperti diketahui, elektabilitas Prabowo Subianto selalu teratas berdasarkan hasil jajak pendapat sejumlah lemmbaga survei.

Terbaru, Lembaga Survei Nasional Point Indonesia merilis hasil survei mereka bertajuk “5 Calon Presiden 2024 Pilihan Publik”. Prabowo berada di peringkat pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 19,6 persen, disusul Ganjar Pranowo (16%), Anies Baswedan (12,6%), Sandiaga Uno (9,3%) dan Ridwan Kamil (8,1%).

Sebelumnya pada 3 April lalu, Indikator Politik juga mengumumkan hasil survei mereka. Dalam simulasi 19 nama, survei ini menempatkan tiga nama teratas yaitu Prabowo sebesar 22,4%, Ganjar 21,6%, dan Anies 17,1%. Lalu saat dikerucutkan menjadi 7 nama, tiga nama teratas tetap Prabowo, Ganjar, dan Anies. (dra/fajar)

GORONTALOPOST.ID–Hasil survei, Elektabilitas Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden masih menjadi yang tertinggi.

Dilansir dari Fajar.co.id, pengamat Politik, Surya Vandiantara, menyebut Prabowo telah melakukan pendekatan terbaik untuk meraih simpati publik, tanpa perlu pencitraan maupun gimik politik.

“Jika merujuk pada hasil survei, tentu Prabowo merupakan kandidat dengan pendekatan terbaik,” katanya saat dihubungi, Selasa (12/4).

Meski jarang muncul dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Gerindra ataupun Capres 2024, Surya mengatakan, Prabowo memiliki kekuatan dalam banyak capaian dan prestasi sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Jabatan itu, kata dia, bisa menjadi modal kuat untuk merawat popularitas dan elektabilitasnya.

Dimensi kekuatan lain dari Prabowo, sambung Surya, adalah secara individu memiliki elektabilitas tinggi pada pilpres sebelumnya. Sehingga, basis dukungan atas Prabowo tidak terbatas pada kader partai Gerindra. Kekuatan berikutnya adalah posisinya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

“Berdasarkan tiga dimensi tersebut, sudah selayaknya Prabowo mendapatkan persepsi publik yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan strategi gimik yang umum dilakukan? Menurut Surya, usaha yang kurang berdampak pada pertumbuhan elektabilitas dan popularitas tidak juga menjadi hal yang salah. “Menurut saya, itu hanya strategi yang gagal saja,” ujar Surya.

Para bakal capres, penting untuk menyampaikan visi misi secara substansial, memahami permasalahan yang sedang dihadapi pemilih, dan merumuskan solusinya.

Yang terpenting, kata dia, semua kandidat mampu menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan elektabilitas dan popularitas.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, sebelumnya menyatakan, seluruh kader partai tidak meragukan kepastian Prabowo maju pada Pilpres 2024.

Namun, sampai sekarang memilih berkonsentrasi penuh menjalankan tugasnya sebagai menhan sehingga sampai sekarang tidak pernah melakukan gimik politik.

Apalagi, imbuhnya, Prabowo memahami kepentingan negara lebih prioritas daripada kerja-kerja politik. Terlebih, geopolitik dunia saat ini dalam ketidakpastian menyusul terjadinya perang Rusia-Ukraina.

“Yang dikerjakan Pak Prabowo sebagai Menhan adalah untuk menguatkan basis pertahanan Indonesia. Dunia dalam ancaman perang, Ukraina perang dengan Rusia. Fenomena ini menyebabkan banyak negara-negara di dunia merasa ada ancaman yang sama, bahwa kapan pun negara kita bisa dalam ancaman,” beber Muzani.

Seperti diketahui, elektabilitas Prabowo Subianto selalu teratas berdasarkan hasil jajak pendapat sejumlah lemmbaga survei.

Terbaru, Lembaga Survei Nasional Point Indonesia merilis hasil survei mereka bertajuk “5 Calon Presiden 2024 Pilihan Publik”. Prabowo berada di peringkat pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 19,6 persen, disusul Ganjar Pranowo (16%), Anies Baswedan (12,6%), Sandiaga Uno (9,3%) dan Ridwan Kamil (8,1%).

Sebelumnya pada 3 April lalu, Indikator Politik juga mengumumkan hasil survei mereka. Dalam simulasi 19 nama, survei ini menempatkan tiga nama teratas yaitu Prabowo sebesar 22,4%, Ganjar 21,6%, dan Anies 17,1%. Lalu saat dikerucutkan menjadi 7 nama, tiga nama teratas tetap Prabowo, Ganjar, dan Anies. (dra/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/