alexametrics
25.8 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Polisikan Ruhut Sitompul, Tokoh Muda Papua: Ini Kesakralan Adat Kami! Tak Ada..

GORONTALOPOST.ID–Ruhut Sitompul resmi dipolisikan Tokoh muda Papua, Petrodes Mega Keliduan. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/2299/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 11 Mei 2022.

Petrodes Mega Keliduan menyebut hal ini bukan terkait urusan politik, Tetapi murni soal kesakralan adat istiadat Papua yang dinilai telah diolok-olok oleh Ruhut Sitompul. Dia menilai, sudah beruang kali Papua mendapat perlakuan rasisme.

“Tidak ada urusan dengan Anies, Jokowi dll. Ini urusan kesakralan adat kami!. Terlalu panjang sejarah rasisme yang kami dapatkan. Tidak akan ada lagi. Saya Pangkotama Kopatrev tidak akan membiarkan!,” kata Petrodes di Twitter-nya @megaPKeliduan, Sabtu 14 Mei 2022.

Petrodes Mega Keliduan memperlihatkan surat laporan polisi terhadap Ruhut Sitompul-Twitter-

Petrodes menyayangkan, Ruhut Sitompul hingga saat ini tidak membuat permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Papua. Dia mengatakan, perlakuan rasis Ruhut Sitompul tidak akan dibela oleh siapapun, bahkan Presiden Jokowi.

“Dengan sombong @ruhutsitompul , bahkan sampai hari ini tidak juga meminta maaf secara terbuka. Jangan main-main,” kata Petrodes.

“Jika kami rakyat Papua menerima minta maaf anda saja, tetap ada adat yang harus dijalankan! Perlakuan rasis anda tidak akan dibela oleh siapapun, bahkan Presiden!” timpalnya.

Petrodes bilang, jika saja Ruhut Sitompul tidak ditindak dengan cara yang disediakan oleh negara, maka pihaknya dan ormas-ormas Papua dan warga Papua Sejabodetabek akan tumpah di Jakarta dan memberikan hukum adat Papua kepada Ruhut. “Saya pastikan itu!. Maka semua pihak harus sabar” katanya.

Ruhut dipolisikan oleh Petrodes Mega Keliduan yang merupakan tokoh muda dan warga asli Papua.

Dalam laporan tersebut Ruhut Sitompul dilaporkan dengan tuduhan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE).

Polisi tengah menjadwalkan undangan pemeriksaan kepada pelapor dan Ruhut Sitompul. “Setelah ini akan kita agendakan ya secepatnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 13 Mei 2022.

Pelapor menilai unggahan Ruhut soal meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memakai baju adat suku Dani, Papua, bermuatan SARA dan diduga melanggar UU ITE. (dhe/pojoksatu/fin)

GORONTALOPOST.ID–Ruhut Sitompul resmi dipolisikan Tokoh muda Papua, Petrodes Mega Keliduan. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/2299/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 11 Mei 2022.

Petrodes Mega Keliduan menyebut hal ini bukan terkait urusan politik, Tetapi murni soal kesakralan adat istiadat Papua yang dinilai telah diolok-olok oleh Ruhut Sitompul. Dia menilai, sudah beruang kali Papua mendapat perlakuan rasisme.

“Tidak ada urusan dengan Anies, Jokowi dll. Ini urusan kesakralan adat kami!. Terlalu panjang sejarah rasisme yang kami dapatkan. Tidak akan ada lagi. Saya Pangkotama Kopatrev tidak akan membiarkan!,” kata Petrodes di Twitter-nya @megaPKeliduan, Sabtu 14 Mei 2022.

Petrodes Mega Keliduan memperlihatkan surat laporan polisi terhadap Ruhut Sitompul-Twitter-

Petrodes menyayangkan, Ruhut Sitompul hingga saat ini tidak membuat permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Papua. Dia mengatakan, perlakuan rasis Ruhut Sitompul tidak akan dibela oleh siapapun, bahkan Presiden Jokowi.

“Dengan sombong @ruhutsitompul , bahkan sampai hari ini tidak juga meminta maaf secara terbuka. Jangan main-main,” kata Petrodes.

“Jika kami rakyat Papua menerima minta maaf anda saja, tetap ada adat yang harus dijalankan! Perlakuan rasis anda tidak akan dibela oleh siapapun, bahkan Presiden!” timpalnya.

Petrodes bilang, jika saja Ruhut Sitompul tidak ditindak dengan cara yang disediakan oleh negara, maka pihaknya dan ormas-ormas Papua dan warga Papua Sejabodetabek akan tumpah di Jakarta dan memberikan hukum adat Papua kepada Ruhut. “Saya pastikan itu!. Maka semua pihak harus sabar” katanya.

Ruhut dipolisikan oleh Petrodes Mega Keliduan yang merupakan tokoh muda dan warga asli Papua.

Dalam laporan tersebut Ruhut Sitompul dilaporkan dengan tuduhan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE).

Polisi tengah menjadwalkan undangan pemeriksaan kepada pelapor dan Ruhut Sitompul. “Setelah ini akan kita agendakan ya secepatnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 13 Mei 2022.

Pelapor menilai unggahan Ruhut soal meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memakai baju adat suku Dani, Papua, bermuatan SARA dan diduga melanggar UU ITE. (dhe/pojoksatu/fin)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/