alexametrics
27.1 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Kasus Siswi SMA Digilir 4 Siswa, Polisi: Terduga Pelaku Dapat Informasi…

GORONTALOPOST.ID–Masyarakat kembali dihebohkan video wikwik empat siswa dengan satu siswi di sebuah rumah warga. Fakta baru terungkap, kabarnya, korban bisa dibayar untuk melakukan perbuatan tersebut.

Dilansir dari Radar Bali, Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto saat dikonfirmasi, Selasa (14/12) menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap empat siswa terduga pelaku persetubuhan, terungkap jika aksi persetubuhan secara bergilir itu dilakukan karena adanya informasi korban bisa dibayar.
Informasi jika korban bisa dibayar itu terungkap dari salah satu terduga pelaku saat menjalani pemeriksaan marathon di Mapolres Buleleng.
“Hasil pemeriksaan peristiwa tersebut terjadi karena sebelumnya salah satu anak-anak (terduga pelaku) yang ada dalam video tersebut mendapatkan informasi bahwa terduga korban bisa dibayar,”tegas AKP Andrian.
Sehingga atas informasi yang diterimanya itu, keempat siswa (para terduga pelaku) sepakat untuk membayar korban.
Miris dan mengejutkan lagi, para terduga pelaku ini imbuh Kapolres menyepakati untuk memberikan uang Rp50 ribu kepada korban.
Melalui kesepakatan untuk memberikan uang Rp50 ribu ke korban, korban mau melayani keinginan keempat siswa tersebut.
“Jadi mereka sepakat memberikan uang ke korban, dengan kesepakatan itu, korban mau melayani keinginan anak-anak ini. Namun ini masih terus kami dalami,”tambahnya. (RadarBali/JPR)

GORONTALOPOST.ID–Masyarakat kembali dihebohkan video wikwik empat siswa dengan satu siswi di sebuah rumah warga. Fakta baru terungkap, kabarnya, korban bisa dibayar untuk melakukan perbuatan tersebut.

Dilansir dari Radar Bali, Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto saat dikonfirmasi, Selasa (14/12) menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap empat siswa terduga pelaku persetubuhan, terungkap jika aksi persetubuhan secara bergilir itu dilakukan karena adanya informasi korban bisa dibayar.
Informasi jika korban bisa dibayar itu terungkap dari salah satu terduga pelaku saat menjalani pemeriksaan marathon di Mapolres Buleleng.
“Hasil pemeriksaan peristiwa tersebut terjadi karena sebelumnya salah satu anak-anak (terduga pelaku) yang ada dalam video tersebut mendapatkan informasi bahwa terduga korban bisa dibayar,”tegas AKP Andrian.
Sehingga atas informasi yang diterimanya itu, keempat siswa (para terduga pelaku) sepakat untuk membayar korban.
Miris dan mengejutkan lagi, para terduga pelaku ini imbuh Kapolres menyepakati untuk memberikan uang Rp50 ribu kepada korban.
Melalui kesepakatan untuk memberikan uang Rp50 ribu ke korban, korban mau melayani keinginan keempat siswa tersebut.
“Jadi mereka sepakat memberikan uang ke korban, dengan kesepakatan itu, korban mau melayani keinginan anak-anak ini. Namun ini masih terus kami dalami,”tambahnya. (RadarBali/JPR)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/