alexametrics
24.2 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

Penembak Laskar FPI, Pengawal Habib Rizieq, Vonis Bebas: Mereka Lebih Pantas…

GORONTALOPOST.ID – Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 Cikampek.

 

Usai menjalani persidangan, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan Ohorella yang mengenakan pakaian warna hitam tampak sujud syukur.

 

Salah satu kuasa hukum Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, yaitu Muannas Alaidid menyebut vonis lepas terhadap dua polisi itu sudah tepat.

 

Alasannya, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sedang menjalankan tugas sekaligus membela diri.

 

“Alhamdulilah putusan bebas untuk Ipda Yusmin dan Briptu Fiki di bulan baik Nisfu Syaban dan di hari baik jumat berkah. Amin ya rabb,” cuit Muannas Alaidid melalui akun Twitternya @muannas_alaidid pada Jumat (18/3/2022).

 

Muannas mengapresiasi putusan majelis hakim yang obyektif menilai suatu perkara. Menurutnya, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sebenarnya tidak pantas dijadikan terdakwa di pengadilan.

 

Dalam peristiwa KM50 tersebut, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sedang menjalankan tugasnya.

 

Selain itu, keduanya membela diri dari ancaman bahaya tembakan dari enam laskar FPI pengawal Rizieq Shihab tersebut.

 

Muannas menegaskan kondisi pembelaan diri dari ancaman kehilangan nyawa dalam upaya penangkapan 6 laskar FPI terurai secara gamblang di persidangan.

 

“Ipda Yusmin & Briptu Fikri sedari awal mmg tdk pantas dipaksa duduk sbg pesakitan insiden KM50, mrk sdg bertugas & siapapun wajib beladiri dr setiap ancaman yg dpt membahayakan nyawa & sdh dibuktikan smua dlm pertimbangan hakim yg menilai sbg noodweer exces pembelaan terpaksa,” imbuhnya.

 

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 Cikampek.

 

Seharusnya, lanjut Muannas, kedua polisi dari Satuan Resmob Krimum Polda Metro Jaya itu mendapatkan apresiasi, sekaligus menjadikan mereka teladan bagi polisi lainnya.

 

“Mereka lebih pantas diberikan penghargaan agar menjadi contoh aparat atau petugas lain untuk tidak gentar berhadapan dengan penjahat. Sejak awal mereka (laskar FPI, Red) juga sudah salah membawa sajam dan senpi secara tanpa hak,” paparnya.

 

Seperti diberitakan, majelis hakim dalam amar putusan, menyampaikan Fikri dan Yusmin tidak dapat dipidana dan harus dilepaskan dari seluruh tuntutan.

 

Karena perbuatan keduanya merupakan upaya membela diri. Pembelaan diri itu yang menjadi alasan majelis hakim membenarkan dan memaafkan perbuatan kedua terdakwa.

 

Ketua Majelis Hakim M. Arif Nuryanta dalam putusannya mengatakan alasan pembenaran itu menghapus perbuatan melawan hukum, yang dilakukan Briptu Fikri dan Ipda Yusmin.

 

Sementara alasan pemaaf menghapus kesalahan dua polisi tersebut. Dengan demikian, keduanya divonis lepas dari sanksi hukum meskipun ada perbuatan melawan hukum.

 

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan hak dan martabat Briptu Fikri dan Ipda Yusmin segera dipulihkan, serta membebankan biaya perkara kepada negara.

 

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan menjalani sidang putusan -@muannas_alaidid -Twitter

 

Diketahui pada Desember 2020, enam anggota FPI tewas tertembak polisi di dua lokasi yang berbeda. Mereka adalah Luthfi Hakim (25), Andi Oktiawan (33), Muhammad Reza (20), Ahmad Sofyan alias Ambon (26 tahun), Faiz Ahmad Syukur (22), dan Muhammad Suci Khadavi (21).

 

Luthfi dan Andi tewas saat anggota FPI terlibat baku tembak dengan polisi di Jalan Simpang Susun Karawang.

 

Sementara empat anggota FPI lainnya tewas tertembak di dalam mobil Xenia milik polisi, saat kendaraan itu melaju di Tol Cikampek KM 51+200 menuju Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada 7 Desember 2020.(fin/fajar)

GORONTALOPOST.ID – Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 Cikampek.

 

Usai menjalani persidangan, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan Ohorella yang mengenakan pakaian warna hitam tampak sujud syukur.

 

Salah satu kuasa hukum Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, yaitu Muannas Alaidid menyebut vonis lepas terhadap dua polisi itu sudah tepat.

 

Alasannya, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sedang menjalankan tugas sekaligus membela diri.

 

“Alhamdulilah putusan bebas untuk Ipda Yusmin dan Briptu Fiki di bulan baik Nisfu Syaban dan di hari baik jumat berkah. Amin ya rabb,” cuit Muannas Alaidid melalui akun Twitternya @muannas_alaidid pada Jumat (18/3/2022).

 

Muannas mengapresiasi putusan majelis hakim yang obyektif menilai suatu perkara. Menurutnya, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sebenarnya tidak pantas dijadikan terdakwa di pengadilan.

 

Dalam peristiwa KM50 tersebut, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sedang menjalankan tugasnya.

 

Selain itu, keduanya membela diri dari ancaman bahaya tembakan dari enam laskar FPI pengawal Rizieq Shihab tersebut.

 

Muannas menegaskan kondisi pembelaan diri dari ancaman kehilangan nyawa dalam upaya penangkapan 6 laskar FPI terurai secara gamblang di persidangan.

 

“Ipda Yusmin & Briptu Fikri sedari awal mmg tdk pantas dipaksa duduk sbg pesakitan insiden KM50, mrk sdg bertugas & siapapun wajib beladiri dr setiap ancaman yg dpt membahayakan nyawa & sdh dibuktikan smua dlm pertimbangan hakim yg menilai sbg noodweer exces pembelaan terpaksa,” imbuhnya.

 

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 Cikampek.

 

Seharusnya, lanjut Muannas, kedua polisi dari Satuan Resmob Krimum Polda Metro Jaya itu mendapatkan apresiasi, sekaligus menjadikan mereka teladan bagi polisi lainnya.

 

“Mereka lebih pantas diberikan penghargaan agar menjadi contoh aparat atau petugas lain untuk tidak gentar berhadapan dengan penjahat. Sejak awal mereka (laskar FPI, Red) juga sudah salah membawa sajam dan senpi secara tanpa hak,” paparnya.

 

Seperti diberitakan, majelis hakim dalam amar putusan, menyampaikan Fikri dan Yusmin tidak dapat dipidana dan harus dilepaskan dari seluruh tuntutan.

 

Karena perbuatan keduanya merupakan upaya membela diri. Pembelaan diri itu yang menjadi alasan majelis hakim membenarkan dan memaafkan perbuatan kedua terdakwa.

 

Ketua Majelis Hakim M. Arif Nuryanta dalam putusannya mengatakan alasan pembenaran itu menghapus perbuatan melawan hukum, yang dilakukan Briptu Fikri dan Ipda Yusmin.

 

Sementara alasan pemaaf menghapus kesalahan dua polisi tersebut. Dengan demikian, keduanya divonis lepas dari sanksi hukum meskipun ada perbuatan melawan hukum.

 

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan hak dan martabat Briptu Fikri dan Ipda Yusmin segera dipulihkan, serta membebankan biaya perkara kepada negara.

 

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan menjalani sidang putusan -@muannas_alaidid -Twitter

 

Diketahui pada Desember 2020, enam anggota FPI tewas tertembak polisi di dua lokasi yang berbeda. Mereka adalah Luthfi Hakim (25), Andi Oktiawan (33), Muhammad Reza (20), Ahmad Sofyan alias Ambon (26 tahun), Faiz Ahmad Syukur (22), dan Muhammad Suci Khadavi (21).

 

Luthfi dan Andi tewas saat anggota FPI terlibat baku tembak dengan polisi di Jalan Simpang Susun Karawang.

 

Sementara empat anggota FPI lainnya tewas tertembak di dalam mobil Xenia milik polisi, saat kendaraan itu melaju di Tol Cikampek KM 51+200 menuju Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada 7 Desember 2020.(fin/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/