alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Berani Banget! Habib Bahar Tantang Polisi: Jangan Teror Panitia Ceramah, Datang

GORONTALOPOST.ID–Habib Bahar bin Smith menantang Polisi untuk mendatanginya langsung dan tidak meneror Panitia ceramahnya. Hal itu dikatakan Habib Bahar dalam sebuah acara yang videonya diunggah oleh akun @murtado_zaki pada Sabtu (18/12).

“Dan saya sampaikan kepada pihak-pihak kepolisian, kalau andaikan kalian mau mangintimidasi, andaikan kalian mau teror, andaikan kalian mau mendatangi, jangan datangi panitia, jangan intimidasi panitia, jangan teror panitia, datangi saya, intimidasi saya, teror saya,” ucap Habib Bahar dilansir dari Pojoksatu.

Bahar heran karena polisi malah mendatangi panitia dan melarang mereka untuk menghadirkan Bahar sebagai penceramah. “Kenapa kok gak datang ke saya, malah datang ke panitia?,” ucapnya.

Ia menegaskan jika aparat melarang untuk ceramah, sebaiknya datang langsung kepadanya.

“Datang dong ke saya, datang. Bib, habib jangan ceramah, bib. Emang kau urusan apa mau ngatur-ngatur saya hah? Ini negara demokrasi,” cetus Bahar.

“Ini negara demokrasi, betul? NKRI Harga mati, betul? Pancasila harga mati, betul? UUD 45 harga mati, betul? (Bendera) Merah Putih harga mati, betul?,” ucap Bahar dengan suara keras, yang diawab oleh jamaah dengan kata ‘betul’.

Bahar meminta pemerintah, pejabat dan aparat untuk tidak alergi dengan kritikan. “Kalau penguasa, kalau pejabat tidak mau dikritik, jangan jadi pejabat, jadi rakyat biasa. Kita ini rakyat, kita masyarakat. Seragam kalian dari rakyat,” katanya.

“Gaji mereka dari siapa? Rumah dinas mereka dari siapa? mobil dinas mereka dari siapa? dari rakyat,” tambah Bahar.

Bahar mengaku sering mengkritik pemerintah dan pejabat karena ingin melihat pejabat itu jadi baik dan benar.

Bahar mengaku tahu kapan harus mengkritik pemerintah dan kapan harus menyampaikan ceramah agama kepada masyarakat.

“Saya juga gak gila kali, acara hakikah mau bahas jihad. Acara hakikah mau bahas yang lain,” ucapnya.

Bahar mengingatkan semakin dia dilarang ceramah, dia akan semakin kritis. “Cuma itu, semakin kalian larang, makin jadi saya,” ucapnya.

Habib Bahar sedianya tidak akan datang untuk ceramah di acara hakikah. Namun panitia hakikah didatangi polisi, sehingga Bahar langsung semangat untuk datang.

“Makanya tadi saya bilang enggak mau hadir, saya lagi sakit, suara saya lagi sakit. Badan saya lagi meriang. Tapi begitu dengar panitia didatangi polisi, woh langsung sembuh saya,” tandas Habib Bahar. (one/pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID–Habib Bahar bin Smith menantang Polisi untuk mendatanginya langsung dan tidak meneror Panitia ceramahnya. Hal itu dikatakan Habib Bahar dalam sebuah acara yang videonya diunggah oleh akun @murtado_zaki pada Sabtu (18/12).

“Dan saya sampaikan kepada pihak-pihak kepolisian, kalau andaikan kalian mau mangintimidasi, andaikan kalian mau teror, andaikan kalian mau mendatangi, jangan datangi panitia, jangan intimidasi panitia, jangan teror panitia, datangi saya, intimidasi saya, teror saya,” ucap Habib Bahar dilansir dari Pojoksatu.

Bahar heran karena polisi malah mendatangi panitia dan melarang mereka untuk menghadirkan Bahar sebagai penceramah. “Kenapa kok gak datang ke saya, malah datang ke panitia?,” ucapnya.

Ia menegaskan jika aparat melarang untuk ceramah, sebaiknya datang langsung kepadanya.

“Datang dong ke saya, datang. Bib, habib jangan ceramah, bib. Emang kau urusan apa mau ngatur-ngatur saya hah? Ini negara demokrasi,” cetus Bahar.

“Ini negara demokrasi, betul? NKRI Harga mati, betul? Pancasila harga mati, betul? UUD 45 harga mati, betul? (Bendera) Merah Putih harga mati, betul?,” ucap Bahar dengan suara keras, yang diawab oleh jamaah dengan kata ‘betul’.

Bahar meminta pemerintah, pejabat dan aparat untuk tidak alergi dengan kritikan. “Kalau penguasa, kalau pejabat tidak mau dikritik, jangan jadi pejabat, jadi rakyat biasa. Kita ini rakyat, kita masyarakat. Seragam kalian dari rakyat,” katanya.

“Gaji mereka dari siapa? Rumah dinas mereka dari siapa? mobil dinas mereka dari siapa? dari rakyat,” tambah Bahar.

Bahar mengaku sering mengkritik pemerintah dan pejabat karena ingin melihat pejabat itu jadi baik dan benar.

Bahar mengaku tahu kapan harus mengkritik pemerintah dan kapan harus menyampaikan ceramah agama kepada masyarakat.

“Saya juga gak gila kali, acara hakikah mau bahas jihad. Acara hakikah mau bahas yang lain,” ucapnya.

Bahar mengingatkan semakin dia dilarang ceramah, dia akan semakin kritis. “Cuma itu, semakin kalian larang, makin jadi saya,” ucapnya.

Habib Bahar sedianya tidak akan datang untuk ceramah di acara hakikah. Namun panitia hakikah didatangi polisi, sehingga Bahar langsung semangat untuk datang.

“Makanya tadi saya bilang enggak mau hadir, saya lagi sakit, suara saya lagi sakit. Badan saya lagi meriang. Tapi begitu dengar panitia didatangi polisi, woh langsung sembuh saya,” tandas Habib Bahar. (one/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/