alexametrics
25.9 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

Tak Hanya Sebut Dudung Jenderal Baliho, Habib Bahar Warning Ulama

GORONTALOPOST.ID–Habib Bahar bin Smith menyebut Jenderal Dudung Abdurachman sebagai jenderal baliho. Tak hanya itu, dia juga menyindir para ulama yang dekat dengan pemerintah dan pejabat seperti Jenderal Dudung bakal masuk neraka.

Ia mengatakan bahwa ulama adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT. Menurutnya, Allah memberikan keutaman kepada para ulama, yakni keutamaan masuk surga dan keutamaan masuk neraka.

“Beliau-beliau (para ulma) adalah orang yang utama dalam masuk surga, dan utama juga dalam masuk neraka,” ucap Habib Bahar dalam ceramahnya yang dibagikan di kanal YouTube 2 finger greetings, dilansir dari Pojoksatu.id pada Sabtu (18/12).

“Beliau-beliau para ulama adalah orang-orang yang lebih dahulu masuk surga dan lebih dahulu juga masuk neraka,” sambungnya.

Menurut Habib Bahar, ulama yang lebih dulu masuk neraka salah satunya adalah ulamaan Suu’. Ulama suu’ merupakan pengikut hawa nafsu, budak kekuasaan dan penguasa, hingga ambisius terhadap jabatan.

“Ulama Suu’, ulama sesat, ulama yang menjual agamanya, ulama yang menjual ayat-ayat Allah, ulama yang menjual hadis-hadis Rasulullah, ulama-ulama yang dekat dengan pemerintah, ulama-ulama yang dekat dengan pejabat,” ucapnya.

Habib Bahar mengutip sebuah hadis Rasulullah Muhammad SAW tentang pemimpin dan ulama.

“Sebaik-baiknya pemerintah adalah pemerintah yang datang kepada ulama. Sebaliknya, ulama yang paling buruk, ulama yang paling bejat adalah ulama yang mendatangi pemerintah,” ucapnya.

Menurut Habib Bahar, kalau pemerintah datang kepada ulama, kebanyakan niatnya adalah akhirat.

“Tapi kalau ulama yang datang ke pemerintah itu kebanyakan niatnya duniawi,” jelas Habib Bahar.

Meski begitu, tidak semua ulama yang mendatangi pemerintah itu tujuannya buruk. Ada juga ulama yang datang ke pemerintah untuk tujuan kemaslahatan umat dan rakyat.

“Makanya sering saya bilang para ulama, para ustaz, para kiai, para habaib, mau dekat dengan pemerintah, mau dekat dengan pejabat, bagus. Tapi dekat dengan mereka, nasihati mereka. Katakan kebenaran kepada mereka, makmurkan rakyat, lawan teroris, lawan itu OPM yang ingin mengobok-obok NKRI,” katanya.

Habib Bahar menyindir ulama yang dekat dengan pemerintah dan pejabat seperti Jenderal Dudung yang ingin merangkul teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Jangan dekat sama pemerintah, dekat sama rakyat, dekat sama Dudung, malah membenarkan daripada apa-apa yang salah. Tau Dudung kan? Jenderal baliho,” cetus Habib Bahar.

Ia mengatakan ulama yang dekat dengan pemerintah dan pejabat seharusnya membersihkan kotoran dalam sistem pemerintahan, bukan malah ikut kotor.

“Nah (ulama) yang seperti inilah yang Allah utamakan masuk neraka,” tandas Habib Bahar. (one/pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID–Habib Bahar bin Smith menyebut Jenderal Dudung Abdurachman sebagai jenderal baliho. Tak hanya itu, dia juga menyindir para ulama yang dekat dengan pemerintah dan pejabat seperti Jenderal Dudung bakal masuk neraka.

Ia mengatakan bahwa ulama adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT. Menurutnya, Allah memberikan keutaman kepada para ulama, yakni keutamaan masuk surga dan keutamaan masuk neraka.

“Beliau-beliau (para ulma) adalah orang yang utama dalam masuk surga, dan utama juga dalam masuk neraka,” ucap Habib Bahar dalam ceramahnya yang dibagikan di kanal YouTube 2 finger greetings, dilansir dari Pojoksatu.id pada Sabtu (18/12).

“Beliau-beliau para ulama adalah orang-orang yang lebih dahulu masuk surga dan lebih dahulu juga masuk neraka,” sambungnya.

Menurut Habib Bahar, ulama yang lebih dulu masuk neraka salah satunya adalah ulamaan Suu’. Ulama suu’ merupakan pengikut hawa nafsu, budak kekuasaan dan penguasa, hingga ambisius terhadap jabatan.

“Ulama Suu’, ulama sesat, ulama yang menjual agamanya, ulama yang menjual ayat-ayat Allah, ulama yang menjual hadis-hadis Rasulullah, ulama-ulama yang dekat dengan pemerintah, ulama-ulama yang dekat dengan pejabat,” ucapnya.

Habib Bahar mengutip sebuah hadis Rasulullah Muhammad SAW tentang pemimpin dan ulama.

“Sebaik-baiknya pemerintah adalah pemerintah yang datang kepada ulama. Sebaliknya, ulama yang paling buruk, ulama yang paling bejat adalah ulama yang mendatangi pemerintah,” ucapnya.

Menurut Habib Bahar, kalau pemerintah datang kepada ulama, kebanyakan niatnya adalah akhirat.

“Tapi kalau ulama yang datang ke pemerintah itu kebanyakan niatnya duniawi,” jelas Habib Bahar.

Meski begitu, tidak semua ulama yang mendatangi pemerintah itu tujuannya buruk. Ada juga ulama yang datang ke pemerintah untuk tujuan kemaslahatan umat dan rakyat.

“Makanya sering saya bilang para ulama, para ustaz, para kiai, para habaib, mau dekat dengan pemerintah, mau dekat dengan pejabat, bagus. Tapi dekat dengan mereka, nasihati mereka. Katakan kebenaran kepada mereka, makmurkan rakyat, lawan teroris, lawan itu OPM yang ingin mengobok-obok NKRI,” katanya.

Habib Bahar menyindir ulama yang dekat dengan pemerintah dan pejabat seperti Jenderal Dudung yang ingin merangkul teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Jangan dekat sama pemerintah, dekat sama rakyat, dekat sama Dudung, malah membenarkan daripada apa-apa yang salah. Tau Dudung kan? Jenderal baliho,” cetus Habib Bahar.

Ia mengatakan ulama yang dekat dengan pemerintah dan pejabat seharusnya membersihkan kotoran dalam sistem pemerintahan, bukan malah ikut kotor.

“Nah (ulama) yang seperti inilah yang Allah utamakan masuk neraka,” tandas Habib Bahar. (one/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/