alexametrics
25.8 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

MAKIN PANAS! Alasan Gubernur Ridwan Kamil Dorong Arteria Dahlan Minta Maaf

GORONTALOPOST.ID–Pernyataan anggota DPR RI Arteria Dahlan soal Kajati yang memakai bahasa Sunda saat rapat di DPR menuai kritikan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyesalkan sikap Arteria Dahlan yang meminta Kajati memakai Bahasa Sunda saat rapat agar diganti. Menurut Ridwan Kamil, pernyataan Arteria Dahlan berlebihan.

“Jadi saya menyesalkan statemen dari Pak Arteria Dahlan. Masalah bahasa yang sudah ada ratusan tahun (sampai) ribuan tahun menjadi kekayaan nusantara ini, kalau tidak nyaman disampaikan, sesederhana itu,” kata Ridwan Kamil usai menghadiri sebuah acara di kawasan Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/1/2022).

“Tapi kalau bentuknya meminta untuk diberhentikan jabatan menurut saya terlalu berlebihan. Tidak ada dasar hukum yang jelas,” lanjut dia.

Gubernur Jabar menilai wajar jika ada celetukan menggunakan bahasa daerah saat rapat. Sebab menurutnya tidak ada rapat yang secara keseluruhan bersifat formal.

“Saya kira tidak ada di rapat yang sifatnya formal dari A sampai Z itu Bahasa Sunda. Yang ada itu ucapan selamat, pembuka pidato kan, ataupun penutup pidato atau di tengah-tengah ada celetukan-celetukan kan, yang saya kira wajar-wajar saja,” kata dia.

“Makanya harus ditanya mana buktinya yang membuat tidak nyaman. Bayangan saya kelihatannya tidak seperti yang disampaikan persepsinya seperti itu,” katanya.

“Seperti di sini (Bali) kan, saya akhiri matur suksma, saya ke Aceh saya bilang teurimong gaseh, saya ke Jogja kemarin bilang matur nuwun dan sebagainya. Itu kan keren menurut saya kekayaan keberagaman,” jelasnya.

“Makanya Pancasila Bhineka Tunggal Ika itu mewakili semangat itu. Jadi kalau ada yang sudah rasis seperti itu harus diingatkan, tentunya dengan baik-baik dulu,” jelas Kang Emil lagi.

Gubernur Ridwan Kamil menyebut banyak masyarakat Sunda yang tersinggung atas sikap Arteria Dahlan.

Karena itu Kang Emil meminta Arteria Dahlan meminta maaf. “Jadi saya mengimbau Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di nusantara ini,” jelasnya.

“Tapi kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi, karena sebenarnya orang Sunda itu pemaaf. Jadi saya berharap (permintaan maaf) itu dilakukan,” pintanya. (ral/int/pojoksatu)

GORONTALOPOST.ID–Pernyataan anggota DPR RI Arteria Dahlan soal Kajati yang memakai bahasa Sunda saat rapat di DPR menuai kritikan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyesalkan sikap Arteria Dahlan yang meminta Kajati memakai Bahasa Sunda saat rapat agar diganti. Menurut Ridwan Kamil, pernyataan Arteria Dahlan berlebihan.

“Jadi saya menyesalkan statemen dari Pak Arteria Dahlan. Masalah bahasa yang sudah ada ratusan tahun (sampai) ribuan tahun menjadi kekayaan nusantara ini, kalau tidak nyaman disampaikan, sesederhana itu,” kata Ridwan Kamil usai menghadiri sebuah acara di kawasan Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/1/2022).

“Tapi kalau bentuknya meminta untuk diberhentikan jabatan menurut saya terlalu berlebihan. Tidak ada dasar hukum yang jelas,” lanjut dia.

Gubernur Jabar menilai wajar jika ada celetukan menggunakan bahasa daerah saat rapat. Sebab menurutnya tidak ada rapat yang secara keseluruhan bersifat formal.

“Saya kira tidak ada di rapat yang sifatnya formal dari A sampai Z itu Bahasa Sunda. Yang ada itu ucapan selamat, pembuka pidato kan, ataupun penutup pidato atau di tengah-tengah ada celetukan-celetukan kan, yang saya kira wajar-wajar saja,” kata dia.

“Makanya harus ditanya mana buktinya yang membuat tidak nyaman. Bayangan saya kelihatannya tidak seperti yang disampaikan persepsinya seperti itu,” katanya.

“Seperti di sini (Bali) kan, saya akhiri matur suksma, saya ke Aceh saya bilang teurimong gaseh, saya ke Jogja kemarin bilang matur nuwun dan sebagainya. Itu kan keren menurut saya kekayaan keberagaman,” jelasnya.

“Makanya Pancasila Bhineka Tunggal Ika itu mewakili semangat itu. Jadi kalau ada yang sudah rasis seperti itu harus diingatkan, tentunya dengan baik-baik dulu,” jelas Kang Emil lagi.

Gubernur Ridwan Kamil menyebut banyak masyarakat Sunda yang tersinggung atas sikap Arteria Dahlan.

Karena itu Kang Emil meminta Arteria Dahlan meminta maaf. “Jadi saya mengimbau Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di nusantara ini,” jelasnya.

“Tapi kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi, karena sebenarnya orang Sunda itu pemaaf. Jadi saya berharap (permintaan maaf) itu dilakukan,” pintanya. (ral/int/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/