alexametrics
24.5 C
Gorontalo
Thursday, May 19, 2022

MAKIN PANAS! Kasus Satelit Kemhan, Pengamat Minta Kejagung Panggil Jokowi…

GORONTALOPOST.ID–Kasus satelit Kemhan slot orbit 123 derajat Bujur Timur kian panas. Terbaru, Pengamat politik Adib Miftahul meminta Kejagung memanggil Presiden Jokowi.

Pasalnya, Menteri Pertahanan era 2014-2019 Ryamizard Ryacudu mengungkap bahwa dirinya mendapat perintah langsung Presiden Jokowi untuk menyelamatkan slot orbit 123 derajat Bujur Timur yang akhirnya menjadi kasus dugaan korupsi ini.

Adib Miftahul berpendapat, guna membuat terang benderang peristiwa dugaan korupsi penyewaan satelit pada Kemhan ini, Kejagung hanya tinggal memanggil Presiden Jokowi.

“Tinggal dipanggil saja presiden. Sejauh mana keterlibatannya?” kata Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini, Selasa sore (18/1).

Adib berkeyakinan, Jokowi senang jika dirinya dipanggil untuk memberikan keterangan. Karena menurut Adib, momen itu bisa dipakai oleh Jokowi sebagai ajang pembuktian bahwa dirinya bersih. “Kalau bersih kenapa risih,” tandas Adib.

Terkait kasus ini, Adib sangat berharap Kejaksaan Agung betul-betul melakukan penegakan hukum yang profesional tanpa intervensi politik dengan mengusut siapapun yang terlibat.

“Jangan sampai demi menjaga kedaulatan negara di udara ini menjadi alasan untuk melanggar hukum,” kata Adib.

“Ini demi komitmen hukum tegas sesuai perintah presiden. Mau orang dekat presiden misalnya, kalau memang ada indikasi dan nantinya terbukti, harus diseret,” tambah Adib menekankan.

GORONTALOPOST.ID–Kasus satelit Kemhan slot orbit 123 derajat Bujur Timur kian panas. Terbaru, Pengamat politik Adib Miftahul meminta Kejagung memanggil Presiden Jokowi.

Pasalnya, Menteri Pertahanan era 2014-2019 Ryamizard Ryacudu mengungkap bahwa dirinya mendapat perintah langsung Presiden Jokowi untuk menyelamatkan slot orbit 123 derajat Bujur Timur yang akhirnya menjadi kasus dugaan korupsi ini.

Adib Miftahul berpendapat, guna membuat terang benderang peristiwa dugaan korupsi penyewaan satelit pada Kemhan ini, Kejagung hanya tinggal memanggil Presiden Jokowi.

“Tinggal dipanggil saja presiden. Sejauh mana keterlibatannya?” kata Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini, Selasa sore (18/1).

Adib berkeyakinan, Jokowi senang jika dirinya dipanggil untuk memberikan keterangan. Karena menurut Adib, momen itu bisa dipakai oleh Jokowi sebagai ajang pembuktian bahwa dirinya bersih. “Kalau bersih kenapa risih,” tandas Adib.

Terkait kasus ini, Adib sangat berharap Kejaksaan Agung betul-betul melakukan penegakan hukum yang profesional tanpa intervensi politik dengan mengusut siapapun yang terlibat.

“Jangan sampai demi menjaga kedaulatan negara di udara ini menjadi alasan untuk melanggar hukum,” kata Adib.

“Ini demi komitmen hukum tegas sesuai perintah presiden. Mau orang dekat presiden misalnya, kalau memang ada indikasi dan nantinya terbukti, harus diseret,” tambah Adib menekankan.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/