alexametrics
30.8 C
Gorontalo
Thursday, May 26, 2022

Singgung Selingkuhan Suami, Ini Isi Pesan Ibu yang Akhiri Hidup Kedua Anak…

GORONTALOPOST.ID– Dua pesan dikirim Lentina Dora Hutasoit (LDH) ke ponsel sang suami, Winner Manalu, sebelum tragedi itu terjadi. Intinya, perempuan 29 tahun itu sakit hati atas perselingkuhan pasangan hidupnya tersebut.

”Berbahagialah kamu dengan si xxx (nama dirahasiakan), Bang. Apa yang diminta xxx kamu kasih. Semoga kamu berjodoh susah maupun senang kamu sama dia. Lupakan kami bertiga,” tulis Lentina (sebelumnya ditulis Rentina Dora) di salah satu pesan yang aslinya ditulis dalam bahasa Batak. ”Lebih penting kamu si xxx daripada aku dan anak-anak. Terima kasih,” lanjut Lentina di pesan kedua.

Dan, yang memilukan itu pun kemudian terjadi. Lentina mencekoki dua anaknya, Rusty Indah Jesica Manalu, 6, dan Rivaldo Saut Rogabe Manalu, 11 bulan, dengan jus buah naga yang telah dicampur cairan pencuci piring. Sesudahnya dia mengakhiri hidup dengan menggantung diri di rumahnya di Perumahan Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dalam rilis kasus di Mapolres Garut kemarin (18/4), Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyampaikan, ketika ditemukan pada Sabtu (16/4), kedua anak korban diketahui mengeluarkan busa dari mulut hingga telinga. ”Kami juga menemukan sidik jari LDH dan anaknya di gelas jus buah naga. Ini menguatkan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini,” ungkapnya sebagaimana yang dilansir Radar Garut.

Winner sedang bepergian ke Bandung ketika tragedi itu terjadi. Dia pula yang kali pertama menemukan jenazah istri dan kedua anaknya sepulangnya ke rumah. Dan, Winner melapor kepada ketua RT setempat, Rudi Bahrudin, yang lantas mengontak polisi.

Wirdhanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga memeriksa enam saksi. Mereka terdiri atas suami, warga, hingga keluarga.

Selain itu, pihaknya sudah mendapatkan hasil otopsi ketiga jenazah. ”Untuk yang anak-anak, hasil otopsi diketahui penyebab meninggalnya adalah indikasi keracunan. Ibunya mengalami luka di bagian leher seperti bekas gantung diri,” paparnya.

Ketiganya diperkirakan meninggal dalam rentang pukul 19.00 hingga pukul 00.00 pada Jumat (15/4). Dan, mereka baru ditemukan esok hari sekitar pukul 07.00.

LDH, kata Wirdhanto, mengakhiri hidup dengan gantung diri di kusen kamar menggunakan tali pengikat dari selendang anak. Winner, lanjutnya, belum memberikan keterangan lebih jauh. ”Kami akan terus dalami untuk lebih menguatkan dari motif. Tapi, kami sudah temukan motif yang berkaitan dengan bunuh dirinya,” ujarnya.

Ketiga jenazah saat ini sudah dibawa pihak keluarga setelah selesai diotopsi. Ketiganya dimakamkan kemarin. (igo/c14/ttg/jawapos)

GORONTALOPOST.ID– Dua pesan dikirim Lentina Dora Hutasoit (LDH) ke ponsel sang suami, Winner Manalu, sebelum tragedi itu terjadi. Intinya, perempuan 29 tahun itu sakit hati atas perselingkuhan pasangan hidupnya tersebut.

”Berbahagialah kamu dengan si xxx (nama dirahasiakan), Bang. Apa yang diminta xxx kamu kasih. Semoga kamu berjodoh susah maupun senang kamu sama dia. Lupakan kami bertiga,” tulis Lentina (sebelumnya ditulis Rentina Dora) di salah satu pesan yang aslinya ditulis dalam bahasa Batak. ”Lebih penting kamu si xxx daripada aku dan anak-anak. Terima kasih,” lanjut Lentina di pesan kedua.

Dan, yang memilukan itu pun kemudian terjadi. Lentina mencekoki dua anaknya, Rusty Indah Jesica Manalu, 6, dan Rivaldo Saut Rogabe Manalu, 11 bulan, dengan jus buah naga yang telah dicampur cairan pencuci piring. Sesudahnya dia mengakhiri hidup dengan menggantung diri di rumahnya di Perumahan Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dalam rilis kasus di Mapolres Garut kemarin (18/4), Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyampaikan, ketika ditemukan pada Sabtu (16/4), kedua anak korban diketahui mengeluarkan busa dari mulut hingga telinga. ”Kami juga menemukan sidik jari LDH dan anaknya di gelas jus buah naga. Ini menguatkan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini,” ungkapnya sebagaimana yang dilansir Radar Garut.

Winner sedang bepergian ke Bandung ketika tragedi itu terjadi. Dia pula yang kali pertama menemukan jenazah istri dan kedua anaknya sepulangnya ke rumah. Dan, Winner melapor kepada ketua RT setempat, Rudi Bahrudin, yang lantas mengontak polisi.

Wirdhanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga memeriksa enam saksi. Mereka terdiri atas suami, warga, hingga keluarga.

Selain itu, pihaknya sudah mendapatkan hasil otopsi ketiga jenazah. ”Untuk yang anak-anak, hasil otopsi diketahui penyebab meninggalnya adalah indikasi keracunan. Ibunya mengalami luka di bagian leher seperti bekas gantung diri,” paparnya.

Ketiganya diperkirakan meninggal dalam rentang pukul 19.00 hingga pukul 00.00 pada Jumat (15/4). Dan, mereka baru ditemukan esok hari sekitar pukul 07.00.

LDH, kata Wirdhanto, mengakhiri hidup dengan gantung diri di kusen kamar menggunakan tali pengikat dari selendang anak. Winner, lanjutnya, belum memberikan keterangan lebih jauh. ”Kami akan terus dalami untuk lebih menguatkan dari motif. Tapi, kami sudah temukan motif yang berkaitan dengan bunuh dirinya,” ujarnya.

Ketiga jenazah saat ini sudah dibawa pihak keluarga setelah selesai diotopsi. Ketiganya dimakamkan kemarin. (igo/c14/ttg/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/