alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Wednesday, May 25, 2022

Bukan Karena Istiani Wulandari, Ini Penjelasan BMKG Kenapa Hujan Bisa Reda

GORONTALOPOST.ID–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merespon aksi pawang hujan Rara Istiani Wulandari yang diklaim berhasil membuat hujan reda pada ajang balap MotoGP Mandalika 2022 di Lombok.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, BMKG punya prediksi hujan tersendiri. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan prediksi akan ada hujan dengan intensitas hujan dan lebar di Mandalika pada saat balapan MotoGP pada Minggu tanggal 20 Maret 2022.

“Kenapa perkiraannya itu? Karena pada waktu itu terjadi bibit siklon tropis 93F yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika,” kata Guswanto kepada wartawan, Senin 21 Maret 2022 kemarin.

Dia mengatakan, hujan berhenti itu bukan karena adanya pawang hujan. Tetapi karena durasinya sudah selesai.

“Dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan nggak berhenti juga. Artinya itu jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan, karena durasi waktunya sudah selesai,” katanya.

“Kalau dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Kira-kira jam 16.15 itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan kalau dilihat dari prakiraan nasional analisis dampak yang kita miliki BMKG,” ujarnya.

Meski demikian, Guswanto akui pawang hujan adalah kearifan lokal. Dirinya akui tidak memahami cara kerjanya. “Secara saintis itu sulit untuk dijelaskan,” katanya. (Fin/Fajar)

GORONTALOPOST.ID–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merespon aksi pawang hujan Rara Istiani Wulandari yang diklaim berhasil membuat hujan reda pada ajang balap MotoGP Mandalika 2022 di Lombok.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, BMKG punya prediksi hujan tersendiri. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan prediksi akan ada hujan dengan intensitas hujan dan lebar di Mandalika pada saat balapan MotoGP pada Minggu tanggal 20 Maret 2022.

“Kenapa perkiraannya itu? Karena pada waktu itu terjadi bibit siklon tropis 93F yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika,” kata Guswanto kepada wartawan, Senin 21 Maret 2022 kemarin.

Dia mengatakan, hujan berhenti itu bukan karena adanya pawang hujan. Tetapi karena durasinya sudah selesai.

“Dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan nggak berhenti juga. Artinya itu jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan, karena durasi waktunya sudah selesai,” katanya.

“Kalau dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Kira-kira jam 16.15 itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan kalau dilihat dari prakiraan nasional analisis dampak yang kita miliki BMKG,” ujarnya.

Meski demikian, Guswanto akui pawang hujan adalah kearifan lokal. Dirinya akui tidak memahami cara kerjanya. “Secara saintis itu sulit untuk dijelaskan,” katanya. (Fin/Fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/