alexametrics
24.5 C
Gorontalo
Thursday, May 19, 2022

Pemprov DKI Isyaratkan Tak Akan Pakai Pawang Hujan di Ajang Formula E Jakarta

GORONTALOPOST.ID–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengisyaratkan tidak akan memakai jasa pawang hujan saat Formula E Jakarta diadakan pada 4 Juni 2022. Sebab, saat itu sudah memasuki musim kemarau.

”Saya kira itu memang harus disesuaikan dengan musim. Kalau musim hujan, bagaimana cara kami mengelola dengan baik,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria seperti dilansir dari Antara di Balai Kota Jakarta, Senin (21/3).

Riza mengharapkan ajang besar di ruang terbuka dapat dilaksanakan di luar musim hujan. Seperti ajang balap mobil listrik dan Formula E Jakarta dijadwalkan pada 4 Juni 2022.

”Memang itu jadi perhatian kami ke depan agar agenda internasional di ruang terbuka mudah-mudahan ke depan bisa kami laksanakan, tidak pada musim hujan,” ucap Riza.

Sebelumnya, ajang balap MotoGP di Mandalika menggunakan jasa pawang hujan yang sempat viral dan menyedot perhatian publik dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, pihaknya bakal mengaplikasikan upaya sinergi para pihak pada ajang balap MotoGP Mandalika untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Formula E Jakarta pada 4 Juni 2022.

”Pengalaman yang kami petik semuanya perlu berkolaborasi, bersinergi. Alhamdulillah dengan bersinergi dan kolaborasi kami bisa menghadirkan agenda internasional yang menjadi kebanggaan,” ujar Riza.

Dia berharap pelaksanaan ajang balap mobil listrik Formula E juga sukses seperti MotoGP, Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan begitu, ekonomi Jakarta khususnya dari sektor pariwisata kembali bangkit.

”Wisata semakin baik, wisatawan asing juga datang ke Indonesia sehingga ekonomi bangkit, seni budaya juga bisa dihadirkan,” ucap Riza.

Wagub juga menyampaikan, pembangunan sirkuit Formula E Jakarta sudah mencapai 80 persen. ”Sirkuit sepanjang 2,4 kilometer itu sudah selesai proses pengaspalannya dan tahap selanjutnya yakni penanaman rumput di sepanjang jalur sirkuit,” terang Riza.

Riza menjelaskan, untuk mengejar target penyelesaian, pihak kontraktor mengerahkan lebih dari 400 pekerja konstruksi yang dibagi dalam tiga interval waktu kerja siang dan malam.

Penanggung Jawab Pembangunan Sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Ari Wibowo menjelaskan, pembangunan sirkuit ditargetkan sesuai kontrak kerja selama 54 hari dengan anggaran Rp 60 miliar. Pengerjaan lintasan ajang balap mobil listrik internasional itu dibagi dalam lima zona.

”Zona yang paling menantang adalah zona lima karena merupakan bagian tanah lunak sepanjang sekitar satu kilometer. Sekitar 40 persen konstruksi sirkuit konsentrasinya berada di zona kelima itu. Pengerjaan di zona ini paling sulit dan paling menguras energi,” jelas Ari Wibowo.

Lintasan Formula E Jakarta memiliki panjang 2,4 kilometer dengan lebar 12 meter. Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) memiliki 18 tikungan dengan desain mirip kuda lumping dengan pemandangan Jakarta International Stadium (JIS).(Jawapos)

GORONTALOPOST.ID–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengisyaratkan tidak akan memakai jasa pawang hujan saat Formula E Jakarta diadakan pada 4 Juni 2022. Sebab, saat itu sudah memasuki musim kemarau.

”Saya kira itu memang harus disesuaikan dengan musim. Kalau musim hujan, bagaimana cara kami mengelola dengan baik,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria seperti dilansir dari Antara di Balai Kota Jakarta, Senin (21/3).

Riza mengharapkan ajang besar di ruang terbuka dapat dilaksanakan di luar musim hujan. Seperti ajang balap mobil listrik dan Formula E Jakarta dijadwalkan pada 4 Juni 2022.

”Memang itu jadi perhatian kami ke depan agar agenda internasional di ruang terbuka mudah-mudahan ke depan bisa kami laksanakan, tidak pada musim hujan,” ucap Riza.

Sebelumnya, ajang balap MotoGP di Mandalika menggunakan jasa pawang hujan yang sempat viral dan menyedot perhatian publik dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, pihaknya bakal mengaplikasikan upaya sinergi para pihak pada ajang balap MotoGP Mandalika untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Formula E Jakarta pada 4 Juni 2022.

”Pengalaman yang kami petik semuanya perlu berkolaborasi, bersinergi. Alhamdulillah dengan bersinergi dan kolaborasi kami bisa menghadirkan agenda internasional yang menjadi kebanggaan,” ujar Riza.

Dia berharap pelaksanaan ajang balap mobil listrik Formula E juga sukses seperti MotoGP, Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan begitu, ekonomi Jakarta khususnya dari sektor pariwisata kembali bangkit.

”Wisata semakin baik, wisatawan asing juga datang ke Indonesia sehingga ekonomi bangkit, seni budaya juga bisa dihadirkan,” ucap Riza.

Wagub juga menyampaikan, pembangunan sirkuit Formula E Jakarta sudah mencapai 80 persen. ”Sirkuit sepanjang 2,4 kilometer itu sudah selesai proses pengaspalannya dan tahap selanjutnya yakni penanaman rumput di sepanjang jalur sirkuit,” terang Riza.

Riza menjelaskan, untuk mengejar target penyelesaian, pihak kontraktor mengerahkan lebih dari 400 pekerja konstruksi yang dibagi dalam tiga interval waktu kerja siang dan malam.

Penanggung Jawab Pembangunan Sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Ari Wibowo menjelaskan, pembangunan sirkuit ditargetkan sesuai kontrak kerja selama 54 hari dengan anggaran Rp 60 miliar. Pengerjaan lintasan ajang balap mobil listrik internasional itu dibagi dalam lima zona.

”Zona yang paling menantang adalah zona lima karena merupakan bagian tanah lunak sepanjang sekitar satu kilometer. Sekitar 40 persen konstruksi sirkuit konsentrasinya berada di zona kelima itu. Pengerjaan di zona ini paling sulit dan paling menguras energi,” jelas Ari Wibowo.

Lintasan Formula E Jakarta memiliki panjang 2,4 kilometer dengan lebar 12 meter. Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) memiliki 18 tikungan dengan desain mirip kuda lumping dengan pemandangan Jakarta International Stadium (JIS).(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/