alexametrics
25.3 C
Gorontalo
Wednesday, May 18, 2022

Kok Bisa, Mantan Raja OTT di KPK Tak Lolos Seleksi Kesehatan dan Kepribadian

GORONTALOPOST.ID–Harun Al Rasyid, mantan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijuluki ‘Raja OTT’, dikabarkan tak lolos seleksi kesehatan dan kepribadian calon hakim agung (CHA) Mahkamah Agung tahun 2021-2022.

Hal ini terungkap, karena namanya tak ada dalam daftar 21 nama Calon Hakim Agung (CHA) yang akan mengikuti tahap wawancara pada Senin (25/4)-Kamis (28/4), di Auditorium Komisi Yudisial, Jalan Kramat Raya, Nomor 57, Jakarta Pusat.

“Tak lolos ditahap III, yang meliputi kesehatan dan kepribadian (termasuk penelusuran rekam jejak),” kata Juru Bicara Komisi Yudisial, Miko S Ginting, kepada JawaPos.com, Sabtu (23/4).

Harun hanya sempat lolos sampai tahap kedua, yaitu seleksi kualitas Calon Hakim Agung (CHA) untuk kamar pidana.

Dalam tahap III, yakni seleksi kesehatan dan kepribadian, Komisi Yudisial (KY) mengumumkan sebanyak 16 orang calon hakim agung dan 5 orang calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Mahkamah Agung (MA) lolos di tahap tersebut.

Penetapan kelulusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno KY, Kamis (21/04) di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat. KY memberikan penilaian objektif sesuai dengan hasil tes yang telah dijalani oleh para peserta.

“Berdasarkan keputusan rapat pleno KY tertanggal 21 April 2022, KY mengumumkan nama-nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc Tipikor di MA yang lolos tes kesehatan dan kepribadian,” kata Ketua Bidang Rekrutmen Agung KY Siti Nurdjanah di Jakarta, Jumat (22/4), dalam press conference secara daring.

Adapun rincian para calon tersebut, lanjut Nurdjanah, terdiri 8 orang dari Kamar Pidana, 2 orang dari Kamar Perdata, 4 orang dari Kamar Tata Usaha Negara, 2 orang dari Kamar Agama, dan 5 orang ad hoc Tipikor di MA.

“Calon hakim agung yang lulus seleksi tahap tiga terdiri dari 12 orang dari jalur hakim karier dan 4 orang dari jalur nonkarier yang berprofesi sebagai pengacara, ASN dan hakim pajak,” tutur Nurdjanah.

Untuk calon hakim ad hoc Tipikor di MA, lanjut Nurdjanah, 2 orang berprofesi sebagai hakim ad hoc, 1 orang akademisi, dan 2 orang berprofesi lainnya.

Berdasarkan pendidikan, calon hakim agung yang bergelar magister sebanyak 10 orang dan 6 orang bergelar doktor. Untuk calon hakim ad hoc Tipikor di MA, ada 4 orang bergelar magister dan 1 orang bergelar doktor.

GORONTALOPOST.ID–Harun Al Rasyid, mantan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijuluki ‘Raja OTT’, dikabarkan tak lolos seleksi kesehatan dan kepribadian calon hakim agung (CHA) Mahkamah Agung tahun 2021-2022.

Hal ini terungkap, karena namanya tak ada dalam daftar 21 nama Calon Hakim Agung (CHA) yang akan mengikuti tahap wawancara pada Senin (25/4)-Kamis (28/4), di Auditorium Komisi Yudisial, Jalan Kramat Raya, Nomor 57, Jakarta Pusat.

“Tak lolos ditahap III, yang meliputi kesehatan dan kepribadian (termasuk penelusuran rekam jejak),” kata Juru Bicara Komisi Yudisial, Miko S Ginting, kepada JawaPos.com, Sabtu (23/4).

Harun hanya sempat lolos sampai tahap kedua, yaitu seleksi kualitas Calon Hakim Agung (CHA) untuk kamar pidana.

Dalam tahap III, yakni seleksi kesehatan dan kepribadian, Komisi Yudisial (KY) mengumumkan sebanyak 16 orang calon hakim agung dan 5 orang calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Mahkamah Agung (MA) lolos di tahap tersebut.

Penetapan kelulusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno KY, Kamis (21/04) di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat. KY memberikan penilaian objektif sesuai dengan hasil tes yang telah dijalani oleh para peserta.

“Berdasarkan keputusan rapat pleno KY tertanggal 21 April 2022, KY mengumumkan nama-nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc Tipikor di MA yang lolos tes kesehatan dan kepribadian,” kata Ketua Bidang Rekrutmen Agung KY Siti Nurdjanah di Jakarta, Jumat (22/4), dalam press conference secara daring.

Adapun rincian para calon tersebut, lanjut Nurdjanah, terdiri 8 orang dari Kamar Pidana, 2 orang dari Kamar Perdata, 4 orang dari Kamar Tata Usaha Negara, 2 orang dari Kamar Agama, dan 5 orang ad hoc Tipikor di MA.

“Calon hakim agung yang lulus seleksi tahap tiga terdiri dari 12 orang dari jalur hakim karier dan 4 orang dari jalur nonkarier yang berprofesi sebagai pengacara, ASN dan hakim pajak,” tutur Nurdjanah.

Untuk calon hakim ad hoc Tipikor di MA, lanjut Nurdjanah, 2 orang berprofesi sebagai hakim ad hoc, 1 orang akademisi, dan 2 orang berprofesi lainnya.

Berdasarkan pendidikan, calon hakim agung yang bergelar magister sebanyak 10 orang dan 6 orang bergelar doktor. Untuk calon hakim ad hoc Tipikor di MA, ada 4 orang bergelar magister dan 1 orang bergelar doktor.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/