alexametrics
23.6 C
Gorontalo
Friday, May 27, 2022

Dicopot dari Jabatan Komisaris Utama, Ketua Relawan Jokowi Singgung Kasus…

GORONTALOPOST.ID–Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer membeberkan ada dendam di lingkaran Jokowi terhadap dirinya usai dia bersaksi membela eks Sekjen FPI, Munarman.

Immanuel menduga ada alasan dendam di balik pencopotan dirinya dari jabatannya sebagai Komisaris Utama di anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (persero) yakni PT Mega Eltra.

Diketahui, Immanuel Ebenezer dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama di anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (persero) yakni PT Mega Eltra yang terjadi Rabu (23/3).

Noel, sapaan akrabnya menduga ada dendam di lingkaran Presiden Jokowi gara-gara dirinya bersaksi meringankan atas eks Sekjen FPI Munarman.

“Saya lihat motifnya saya lihatnya ada dendam di lingkaran Jokowi terhadap saya, pintu masuknya kasus Munarman gitu, dan Munarman pun dituntut 8 tahun, tuntutannya 8 tahun, kalau Munarman benar-benar teroris, Munarman akan dihukum mati atau hukuman setidaknya seumur hidup,” kata Noel saat dihubungi, Rabu (23/3/2022).

Noel juga menduga adanya dendam lantaran dirinya yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Jadi, kata dia, pencopotan dirinya berangkat dari kesaksian atas kasus Munarman hingga dendam akibat kerap kritik kebijakan.

“Itu yang pasti, itu (jadi saksi Munarman) pintu masuk, dugaannya dendam, karena lingkaran Jokowi sering kita kritik kebijakannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Noel menduga hal tersebut lantaran tidak menemukan alasan dirinya dicopot. Bahkan, menurutnya, PT Mega Eltra justru mendapatkan peningkatan laba usai dirinya bergabung jadi Komisaris Utama.

“Justru itu tidak ada alasan, saya tanya alasannya apa? Nggak ada, gitu, kalau soal kinerja bisa dicek Mega Eltra setelah saya masuk untung atau tidak, laba cukup lumayan Rp 31 sekian miliar dari yang tidak pernah untung. Gitu,” katanya.

“Dari kinerja nggak bisa mereka uber (kejar), saya cacat atau punya cela di perusahaan juga tidak, kena korupsi, meras, apa lagi pakai-pakai duit dari perusahaan, narkoba juga tidak,” ujarnya. (pojoksatu/fajar)

GORONTALOPOST.ID–Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer membeberkan ada dendam di lingkaran Jokowi terhadap dirinya usai dia bersaksi membela eks Sekjen FPI, Munarman.

Immanuel menduga ada alasan dendam di balik pencopotan dirinya dari jabatannya sebagai Komisaris Utama di anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (persero) yakni PT Mega Eltra.

Diketahui, Immanuel Ebenezer dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama di anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (persero) yakni PT Mega Eltra yang terjadi Rabu (23/3).

Noel, sapaan akrabnya menduga ada dendam di lingkaran Presiden Jokowi gara-gara dirinya bersaksi meringankan atas eks Sekjen FPI Munarman.

“Saya lihat motifnya saya lihatnya ada dendam di lingkaran Jokowi terhadap saya, pintu masuknya kasus Munarman gitu, dan Munarman pun dituntut 8 tahun, tuntutannya 8 tahun, kalau Munarman benar-benar teroris, Munarman akan dihukum mati atau hukuman setidaknya seumur hidup,” kata Noel saat dihubungi, Rabu (23/3/2022).

Noel juga menduga adanya dendam lantaran dirinya yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Jadi, kata dia, pencopotan dirinya berangkat dari kesaksian atas kasus Munarman hingga dendam akibat kerap kritik kebijakan.

“Itu yang pasti, itu (jadi saksi Munarman) pintu masuk, dugaannya dendam, karena lingkaran Jokowi sering kita kritik kebijakannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Noel menduga hal tersebut lantaran tidak menemukan alasan dirinya dicopot. Bahkan, menurutnya, PT Mega Eltra justru mendapatkan peningkatan laba usai dirinya bergabung jadi Komisaris Utama.

“Justru itu tidak ada alasan, saya tanya alasannya apa? Nggak ada, gitu, kalau soal kinerja bisa dicek Mega Eltra setelah saya masuk untung atau tidak, laba cukup lumayan Rp 31 sekian miliar dari yang tidak pernah untung. Gitu,” katanya.

“Dari kinerja nggak bisa mereka uber (kejar), saya cacat atau punya cela di perusahaan juga tidak, kena korupsi, meras, apa lagi pakai-pakai duit dari perusahaan, narkoba juga tidak,” ujarnya. (pojoksatu/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/