alexametrics
24.1 C
Gorontalo
Saturday, May 21, 2022

Gus Umar Tantang Ketum PBNU: Berani Gak Komentari Menag Terkait Suara Adzan

GORONTALOPOST.ID–Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf  ditantang Gus Umar alias Muhammad Umar Syadat Hasibuan untuk menanggapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan suara Adzan dengan gonggongan anjing.

“Berani gak kakaknya ketua umum PBNU komentari adiknya Menag ttg suara adzan yg ditamsilkan dgn suara anjing serta komentari aturan toa masjid?,” katanya melalui akun twitternya dilansir dari Fajar.co.id, Jumat, (25/2/2022).

Dia kembali mempertanyakan kenapa tamsilnya harus menggunakan anjing? “Kan burung bisa. Dikomplek saya ada tetangga yg pelihara burung dan brisiknya minta ampun. Tp ya aneh knp menag merasa sgt terganggu dgn suara adzan melalui toa masjid?,” ujarnya.

Dia menegaskan, rangkullah semua aqidah agar semua ummat beragama merasa dilindungi. Inilah tugas seorang Menag. Dia berharap sikap dan ucapan Menag bisa mengayomi semua agama.

“Merangkul yang beda aqidah sambil memukul yang seaqidah tujuannya utk apa?,” sebutnya.

“Dari awal dia jd menag sy sdh bilang bicaralah hal besar bkn hanya mslh toleransi. Pdl mslh toleransi dinegara ini baik2 sj. Justru dgn ucapannya yg bikin gaduh bikin toleransi seolah2 jd mslh besar dinegara ini,” pungkasnya. (selfi/fajar)

GORONTALOPOST.ID–Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf  ditantang Gus Umar alias Muhammad Umar Syadat Hasibuan untuk menanggapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan suara Adzan dengan gonggongan anjing.

“Berani gak kakaknya ketua umum PBNU komentari adiknya Menag ttg suara adzan yg ditamsilkan dgn suara anjing serta komentari aturan toa masjid?,” katanya melalui akun twitternya dilansir dari Fajar.co.id, Jumat, (25/2/2022).

Dia kembali mempertanyakan kenapa tamsilnya harus menggunakan anjing? “Kan burung bisa. Dikomplek saya ada tetangga yg pelihara burung dan brisiknya minta ampun. Tp ya aneh knp menag merasa sgt terganggu dgn suara adzan melalui toa masjid?,” ujarnya.

Dia menegaskan, rangkullah semua aqidah agar semua ummat beragama merasa dilindungi. Inilah tugas seorang Menag. Dia berharap sikap dan ucapan Menag bisa mengayomi semua agama.

“Merangkul yang beda aqidah sambil memukul yang seaqidah tujuannya utk apa?,” sebutnya.

“Dari awal dia jd menag sy sdh bilang bicaralah hal besar bkn hanya mslh toleransi. Pdl mslh toleransi dinegara ini baik2 sj. Justru dgn ucapannya yg bikin gaduh bikin toleransi seolah2 jd mslh besar dinegara ini,” pungkasnya. (selfi/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/