alexametrics
27.4 C
Gorontalo
Sunday, May 29, 2022

Minta Pemerintah Tak Usah Mengatur Pengeras Suara di Masjid, PKB: Di Kampung…

GORONTALOPOST.ID–Aturan Menteri Agama (Menag) soal pengeras suara di Masjid dan Musala direspon Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar.

Dilansir dari Fajar.co.id, menurut Cak Imin, Toa Masjid adalah kearifan lokal yang tak perlu dilarang. Pemerintah tidak perlu mengatur-atur hal itu.

“Soal toa itu kearifan lokal masing masing aja, pemerintah tidak usah ngatur-ngatur,” kata Cak Imin di Twitter pribadinya, Jumat 25 Februari 2022.

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, Toa Masjid di perkampungan selain untuk syiar, juga untuk hiburan bagi masyarakat di perkampungan.

“Di semua kampung toa malah jadi hiburan, selain syiar agama.. Cabut aja aturan-aturan yang gak perlu,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Cucunya mengatakan, selama ini secara umum masyarakat tidak ada keluhan terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala di Tanah Air.

Justru dengan adanya SE Menag terkait aturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala ini, polemik dan perdebatan publik muncul. “Sebaiknya dicabut saja aturan tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Dia dia menilai, pengaturan pengeras suara di masjid dan musala merupakan aturan yang berlebihan.

Sebab di kampung-kampung yang homogen dan mayoritas beragama Islam, menggunakan pengeras suara suara untuk bacaan Al-Qur’an, selawatan, maupun pengajian karena itu merupakan hiburan tersendiri bagi mereka.

“Kalau ini sampai dibatasi dalam tempo tertentu atau hanya boleh menggunakan pengeras suara masjid untuk di dalam justru kontraproduktif,” sambungnya.(fin/fajar)

GORONTALOPOST.ID–Aturan Menteri Agama (Menag) soal pengeras suara di Masjid dan Musala direspon Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar.

Dilansir dari Fajar.co.id, menurut Cak Imin, Toa Masjid adalah kearifan lokal yang tak perlu dilarang. Pemerintah tidak perlu mengatur-atur hal itu.

“Soal toa itu kearifan lokal masing masing aja, pemerintah tidak usah ngatur-ngatur,” kata Cak Imin di Twitter pribadinya, Jumat 25 Februari 2022.

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, Toa Masjid di perkampungan selain untuk syiar, juga untuk hiburan bagi masyarakat di perkampungan.

“Di semua kampung toa malah jadi hiburan, selain syiar agama.. Cabut aja aturan-aturan yang gak perlu,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Cucunya mengatakan, selama ini secara umum masyarakat tidak ada keluhan terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala di Tanah Air.

Justru dengan adanya SE Menag terkait aturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala ini, polemik dan perdebatan publik muncul. “Sebaiknya dicabut saja aturan tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Dia dia menilai, pengaturan pengeras suara di masjid dan musala merupakan aturan yang berlebihan.

Sebab di kampung-kampung yang homogen dan mayoritas beragama Islam, menggunakan pengeras suara suara untuk bacaan Al-Qur’an, selawatan, maupun pengajian karena itu merupakan hiburan tersendiri bagi mereka.

“Kalau ini sampai dibatasi dalam tempo tertentu atau hanya boleh menggunakan pengeras suara masjid untuk di dalam justru kontraproduktif,” sambungnya.(fin/fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/