alexametrics
24 C
Gorontalo
Thursday, May 19, 2022

RAKYAT SETUJU? Indonesia Didesak Masuk Campur Perang Rusia-Ukraina

GORONTALOPOST.ID-Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan diplomasi tingkat dunia, dalam rangka membantu menyelesaikan konflik Rusia dan Ukraina.

 

“Sebagai negara yang cinta perdamaian dan komitmen menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia perlu melakukan langkah konkret untuk mencegah meluasnya konflik militer Rusia dan Ukraina,” kata LaNyalla dalam keterangannya, Sabtu (26/2).

 

Menurut LaNyalla, apapun alasannya perang akan merenggut banyak korban dari masyarakat sipil, terutama dari kalangan anak-anak dan perempuan.

 

“Perang tidak dapat diterima di belahan dunia manapun. Pemerintah kita, terutama Presiden Jokowi harus segera mengambil bagian dari penyelesaian konflik internasional, terutama agar korban sipil tidak terus berjatuhan.

 

LaNyalla berharap pemerintah Indonesia dan negara lainnya mampu menekankan kepada pihak yang berkonflik agar tidak menambah persoalan global di tengah pandemi Covid-19. “Perang tentunya akan mempersulit proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan maupun pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

 

LaNyalla juga menyorot dampak konflik Rusia dan Ukraina. Menurutnya peperangan kedua negara berpengaruh bagi Indonesia, terutama dari sektor perdagangan dan investasi.

 

“Dalam konteks perdagangan dan investasi pasti Indonesia terkena imbas. Karena sejauh ini Indonesia memiliki hubungan kedekatan baik dengan Ukraina dan Rusia,” tutur Senator Jawa Timur itu. Selain itu, perang juga bakal berdampak pada mobilitas manusia di Ukraina dan sekitarnya.(fajar)

GORONTALOPOST.ID-Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan diplomasi tingkat dunia, dalam rangka membantu menyelesaikan konflik Rusia dan Ukraina.

 

“Sebagai negara yang cinta perdamaian dan komitmen menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia perlu melakukan langkah konkret untuk mencegah meluasnya konflik militer Rusia dan Ukraina,” kata LaNyalla dalam keterangannya, Sabtu (26/2).

 

Menurut LaNyalla, apapun alasannya perang akan merenggut banyak korban dari masyarakat sipil, terutama dari kalangan anak-anak dan perempuan.

 

“Perang tidak dapat diterima di belahan dunia manapun. Pemerintah kita, terutama Presiden Jokowi harus segera mengambil bagian dari penyelesaian konflik internasional, terutama agar korban sipil tidak terus berjatuhan.

 

LaNyalla berharap pemerintah Indonesia dan negara lainnya mampu menekankan kepada pihak yang berkonflik agar tidak menambah persoalan global di tengah pandemi Covid-19. “Perang tentunya akan mempersulit proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan maupun pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

 

LaNyalla juga menyorot dampak konflik Rusia dan Ukraina. Menurutnya peperangan kedua negara berpengaruh bagi Indonesia, terutama dari sektor perdagangan dan investasi.

 

“Dalam konteks perdagangan dan investasi pasti Indonesia terkena imbas. Karena sejauh ini Indonesia memiliki hubungan kedekatan baik dengan Ukraina dan Rusia,” tutur Senator Jawa Timur itu. Selain itu, perang juga bakal berdampak pada mobilitas manusia di Ukraina dan sekitarnya.(fajar)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

/