Listyo Sigit Diganti Mendadak, Mahfud MD Sorot Manuver Politik Prabowo

Gorontalopost, JAKARTA — Pergantian pucuk pimpinan Polri pada awal Oktober 2026 menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai proses di balik keputusan tersebut.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari kursi Kapolri dilakukan secara mendadak sebagai bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Siber, Pemkab Gorontalo Resmi Miliki Tim Tanggap Insiden
Listyo Sigit resmi digantikan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Di hari yang sama, Listyo mendapat jabatan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Pelantikan keduanya dilakukan Presiden Prabowo di Istana Negara.
Mahfud mengatakan pola pergantian tersebut menunjukkan adanya keputusan politik yang sengaja tidak diumumkan jauh-jauh hari.
Ia menduga Prabowo belajar dari pengalaman sebelumnya ketika rencana pergantian Kapolri sempat mencuat, tetapi kemudian tidak terealisasi.
“Kalau melihat peristiwa sebelumnya, saya kira Presiden tidak ingin keputusan kali ini diketahui terlalu cepat.
Karena itu, pemberitahuan baru muncul ketika prosesnya sudah siap dijalankan,” ujar Mahfud dalam tayangan YouTube Mahfud MD Official, Rabu (7/10/2026).
Salah satu hal yang menjadi sorotan Mahfud adalah keberadaan Listyo dalam agenda Presiden di Lubang Buaya.



